| 21 Views
Pelajar Menjadi Pengedar Narkoba, Potret Buram Era Sekulerisme
Oleh: Raina Syam
Kasus pelajar yang terjerat dalam jaringan narkoba kembali mencuat dan menyayat hati. Di kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dua orang warga di tangkap saat akan mengedarkan sabu yang disembunyikan di dalam tanah, salah satunya adalah seorang pelajar. (detikbali, 02-04-2026)
Sementara itu di Kendari, Sulawesi Tenggara, seorang remaja 19 tahun diringkus dengan puluhan paket sabu yang disebar di berbagai lokasi. (Suarasultra, 31-03-2026)
Fenomena ini merupakan sinyal bahaya bagi masa depan generasi muda. Bagaimana mungkin seorang pelajar yang tugasnya belajar dan membangun masa depan, justru menjadi pelaku pengedaran barang haram.
Inilah buah pahit dari Sistem Sekuler Kapitalisme yang diterapkan saat ini. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan menjadikan pelajar tumbuh tanpa keimanan dan ketaqwaan. Mengakibatkan penjagaan moral, akal dan akhlak menjadi lemah.
Halal haram yang sudah tidak menjadi standar dalam kehidupan, sehingga keuntungan materi tujuan utama dalam kehidupan, meskipun itu jalan yang haram.
Sistem pendidikan saat ini yang minim dalam pembentukan kepribadian dan akhlak, sehingga lebih mengutamakan aspek akademik semata. Pendidikan saat ini ternyata belum mampu membentengi para pelajar dari jerat pengaruh buruk lingkungan, termasuk narkoba. Ditambah jerat hukum yang tidak menjadikan para pelakunya jera.
Islam menawarkan solusi yang menyeluruh dan mendasar. Dalam sistem pendidikan islam, tujuan utama bukan hanya mencetak individu yang cerdas tapi juga generasi yang beriman dan bertaqwa. Generasi dididik menjadi hamba Allah yang Sholeh dan muslim yang hanief.
Orang tua punya tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai keislaman sejak dini, memberikan contoh yang baik, mengawasi dan mendampingi tumbuh kembang anak dengan penuh perhatian. Keluarga yang kuat akan menjadi bentang pertama bagi anak dari berbagai penyimpangan.
Selain itu, lingkungan yang kondusif harus diciptakan oleh masyarakat. Amar makruf nahi munkar perlu perlu di hidupkan sehingga setiap bentuk kemaksiatan bisa dicegah secara kolektif.
Negara memiliki peran penting dalam menjaga generasi. Dalam sistem islam negara harus memberikan sanksi tegas bagi para pelaku agar tidak ada lagi kasus berulang.
Kasus ini harusnya manjadi evaluasi bersama. Apakah benar menerapkan sistem saat ini? Sistem yang menjadikan generasi rusak dan tak terarah. Sistem yang mengancam masa depan bangsa.
Islam hadir bukan hanya mengatur ibadah ritual saja, tapi sebagai sistem kehidupan yang menjadi akal, jiwa, dan akhlak manusia. Dengan menerapkan nilai-nilai islam secara menyeluruh maka akan terwujud generasi yang kuat bukan generasi yang terjerumus kedalaman kehancuran.