| 266 Views
Kecelakaan Berulang, Negara Abai Jaminan Keselematan
Oleh : Mimin Aminah
Ibu Rumah Tangga, Ciparay Kab. Bandung
Kecelakaan di jalan bebas hambatan atau Tol kerap terjadi di beberapa bulan terakhir, berikut rentetan kecelakaan Tol beberapa bulan terakhir :
Pertama, tol Cipuralang (11 November 2024) terjadi di KM 92 melibatkan 19 kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta satu orang meninggal 4 orang lika berat dan 23 orang luka ringan.
Kedua, tol Depok Antasari (12 Desember 2024)
Truk terguling, mobil didepannya ringsek tertindih baja, tidak ada korban jiwa.
Ketiga, tol Pandaan-Malang (23 Desrmber 2024)
Kecelakaan Truk dan Bus mengakibatkan 4 orang tewas.
Keempat, tol Cipuralang (5 Januari 2025)
Kecelakaan beruntun di KM 97+200 jalan, tidak ada korban jiwa.
Kelima, tol Ciawi (5 Februari 2025)
Kecelakaan truk di gerbang Tol (GT) Ciawi. Menyebabkan 8 orang tewas, 11 orang luka-luka 6 unit kendaraan mengalami kerusakan, 3 kendaraan rusak terbakar dan 3 kendaraan lainnya ringsek. (tempo.com 8/2/25) .
Berulangnya kecelakaan di jalan Tol, banyak faktor yang menyebabkan berulangnya kecelakaan ini dan semuanya saling berhubungan diantaranya seperti jalan yang rusak, konsentrasi sopir yang menurun karena beban kerja yang berat hingga kurangnya pengetahuan tentang kendaraannya , dan kurangnya kesadaran untuk melakukan pengecekan kendaraan dan juga tentang mekanisme pengaturan kendaraan di jalan Tol .
Dari fakta diatas kecelakaan lalu lintas sejatinya berkaitan dengan kinerja negara, lemahnya regulasi keselamatan, tidak optimalnya pengawasan dalam hal ini pengawasan terhadap perusahaan transportasi untuk benar-benar memastikan kendaraan yang mereka miliki layak jalan, dengan melakukan perawatan secara intensif sehingga kendaraannya aman dipakai. Kurangnya penegakan hukum, hal ini menunjukan lemahnya jaminan keselamatan dan transportasi dan mitigasi pada sistem Kapitalisme ini yang menjadikan negara sebagai operator dan fasilitator .
Berbeda apabila sistem yang dipakai adalah Islam, Islam memandang jalan umum adalah suatu hal yang vital, yang merupakan kebutuhan publik dan memiliki kegunaan khusus sehingga membutuhkan perhatian khusus, sebagai bentuk tanggungjawabnya sebagai pengurus semua kebutuhan rakyat, untuk mencegah terjadinya kecelakaan, negara akan memperhatikan kondisi jalan dengan perbaikan secara berkala sehingga pengguna jalan akan aman dan nyaman, negara juga memastikan pengemudi memenuhi semua syarat yang berlaku dan pengaturan beban kerja sehingga pengemudi dapat berkendara dengan aman.
Keamanan dan kenyamanan tidak hanya untuk manusia bahkan binatang pun tidak luput dari perhatian sebagaimana khalifah Umar bin Khaththab yang khawatir pada seekor keledai terperosok pada jalan yang rusak." Aku sangat khawatir karena pasti akan dihisab oleh Allah SWT., mengapa tidak meratakan jalan untuknya"
Pernyataan Khalifah Umar bin Khaththab ini contoh nyata kebijakan yang lahir dari tanggung jawab penguasa atas hak rakyatnya, semua ini akan mudah diwujudkan karena Islam menjadikan negara sebagai Raa'in yang akan memberikan layanan berkualitas untuk rakyatnya, termasuk jaminan kesejahteraan pada para pengemudi.
Wallahu a'lam bish shawwab.