| 175 Views

Kaos Kaki Menjadi Alat Penistaan Agama

Oleh : Rafifah Fahna Raihanah

Pada bulan lalu, warga Malaysia digegerkan oleh penemuan kaos kaki berlafadz Allah di sebuah supermarket KK Malaysia. Setelah diinvestigasi lebih lanjut, sang pemilik produk ini hanya meminta maaf seolah-olah ia tidak merasa bahwa ini adalah perbuatan yang sangat keterlaluan sebab hal ini termasuk kedalam penistaan agama. Sementara itu negara juga tidak memberikan hukuman tegas terhadap sang pelaku. (newsdetik.com, 21/3/24).

Kawan, jelas tidak wajar bukan, jika lafadz Allah terletak pada sebuah kaos kaki? Kaos kaki yang dipasang di kaki, tempat terendah dalam diri, tempat yang kotor, bau, berdebu, bahkan banyak bakteri. Tentu sangat tidak wajar bila lafadz Tuhan pencipta kita diletakkan dikaki dan diremehkan seperti itu? Mending sih kalau ditaruh ditopi, lah ini mah di kaos kaki!

Astagfirullah, emang parah banget ga sih kelakuan orang zaman sekarang? Sebagai hamba seharusnya kita mengagungkan namanya, meninggikan kedudukannya, serta tunduk dan patuh terhadap perintah-Nya. Bukan malah merendahkan maupun menghinakan-Nya. Bisa sampai kedapatan ide buat ngeremehin Tuhan lewat kaos kaki, kan parah banget. Nah ini nih contoh akal manusia yang udah ga waras, dah ngawur banget mikirnya!

Wajar sih kalau penistaan ini bisa terjadi, sebab arus globalisasi ini selalu membawa pengetahuan negatif ketimbang positif. Banyak pengetahuan yang salah masuk sebagai informasi dan sebaliknya jarang sekali untuk mau menuntut ilmu yang sebenarnya. Maka tak berlebihan jika akal manusia sekarang tengah sakit, terluka, sebab kedangkalannya dalam berpikir.

Jika hal ini terus dibiarkan bisa membuat problem kehidupan makin banyak, hal itu terjadi semata-mata karena ketidakcerdasan manusia dalam menggunakan akalnya. Coba aja kalau semua orang paham, sadar, dan cerdas dalam membedakan mana yang benar dan yang salah, pasti ga bakalan terjadi penistaan agama seperti ini.

Memang inipun tak luput juga dari kesalahan negara juga, sebab negara terlalu memberikan kebebasan untuk menjual produk. Bahkan sebenarnya diluar sana juga, ada banyak produk yang membahayakan namun tetap dibiarkan dan tidak ditindak lebih lanjut. Negara pun tidak memberi ketegasan pada para pelaku baik yang memproduksi maupun yang mengedarkan. Coba aja kalau negara memberi hukuman yang berat bagi pelaku, pasti orang-orang jadi takut dan pelaku akan jera, dan pastinya ga akan ada lagi tuh yang berani melecehkan agama.

Tuhan telah menciptakan banyak makhluk dalam bumi dan manusia lah yang menempati posisi paling sempurna sebagai ciptaan-Nya. Sebab manusia itu diberi akal sehat untuk bisa berpikir serta membedakan mana yang benar dan salah. Kendati demikian, ternyata manusia juga merupakan makhluk yang paling jahat perilakunya. Manusialah yang membuat banyak kerusakan dalam bumi, bahkan ia sering melakukan kejahatan pada makhluk lainnya

Akalnya kini telah hilang, makhluk lemah tapi pintar merendahkan. Bukan hanya merendahkan sesamanya saja, tapi juga dengan berani merendahkan Sang Pencipta. Ibarat anak yang mendurhakai ibunya, maka ini adalah hamba yang mendurhakai Tuhannya.

Kawan, dunia sekarang itu memang sudah ga aman, ga tentram lagi, kejahatan udah biasa. Kasus ini juga menjadi salah satu bukti terbiasanya manusia dengan kejahatan, bahkan berlaku jahat pada Tuhan pun ia berani. Jika hal ini terus dibiarkan maka kejahatan akan semakin menjadi.

Maka dari itu Kawan, ini saatnya kita bangkit, kita berjuang sadarkan umat. Umat saat ini butuh pemimpin yang cerdas, bijaksana, serta senantiasa taat dan patuh kepada aturan Allah SWT. Satu-satunya cara adalah dengan mengganti sistem pemerintahan ini dengan Daulah Islam. Bukan hanya dinegara kita saja, tapi juga dinegara lainnya. Agar umat ikut merasakan kesejahteraan, sebab pada hakikatnya Islam itu Rahmatan lil 'alamin. Mari bersama menjadi pengemban dakwah yang selalu membela agama Allah, Tuhan seluruh alam. Wallahu a'lam bish-showwab[]


Share this article via

86 Shares

0 Comment