| 481 Views
Adakah Perubahan Hakiki, Pasca Tumbangnya Rezim Suriah ?
Oleh : Ummu Alvin
Aktivis Muslimah
Akhirnya rezim diktator Bashar al-Assad Suriah berhasil ditumbangkan, rakyat bersyukur karena rezim yang congkak dan pembunuh itu jatuh dengan terhina, setelah 24 tahun kekuasaannya. Penggulingan kekuasaan bengis dan diktator Bashar al-Assad adalah hal yang didambakan umat Islam di Suriah bahkan dunia Islam.
Penggulingan Bashar al-Assad dipimpin oleh kelompok islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang dikomandoi Abu Mohammed al-Jolani (Ahmed al-Sharaa). Serangan pertama dimulai di Aleppo 27 November. HTS merupakan kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut Idlib dan beberapa bagian dari provinsi tetangga Aleppo, Hama, dan Latakia. Setelah Aleppo dikuasai, HTS mulai masuk ke Hama di 3 Desember dan menguasai kota itu 5 Desember. Di 7 November HTS menguasai kota Homs dan merebut Damaskus 8 Desember.
Dinasti Assad naik ke kekuasaan politik di Suriah lewat tangan Amerika Serikat. Saat itu AS bersaing dengan Inggris untuk menguasai negeri-negeri Timur Tengah. Suriah awalnya dikuasai Inggris secara politik, sampai kemudian AS melihat Hafez Assad bisa dipakai oleh mereka untuk menggulingkan penguasa Suriah sebelumnya yang pro Inggris. Rencana ini berhasil sampai akhirnya dinasti Assad terus berkuasa sampai masa Bashar Assad yang tumbang di Desember 2024.Assad dikabarkan kabur menggunakan pesawat (8/12), sementara anak dan istrinya telah lebih dahulu diungsikan ke Rusia.
Sepanjang masa kekuasaannya dinasti Assad seperti para pemimpin Timur Tengah lainnya; korup dan bergaya mewah. Assad juga menjalankan kekuasaan dengan tangan besi. Penculikan, penangkapan, penyiksaan di penjara-penjara, sampai pembunuhan pada siapa saja yang dianggap mengancam kekuasaannya dan kepentingan AS.
Menurut Syekh 'Atha' bin Khalil Abu Rusytah, peristiwa yang terjadi di Suriah dikendalikan oleh Turki dan AS dengan tujuan mendorong solusi politik baru di Suriah, pada awalnya Turki ingin memberikan pesan peringatan kepada Bashar al-Assad karena tidak merespon permintaan Presiden Turki Erdogan, sebelumnya Erdogan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk "mendorong pembicaraan normalisasi hubungan antara Ankara dan Damaskus 'namun ditolak Bashar al-Assad dan justru menuntut penarikan pasukan Turki dari Suriah serta mengulur waktu dengan berbagai sarat.
Penolakan Bashar al-Assad membuat Erdogan memberikan lampu hijau kepada ( HTS) dan Tentara Nasional Suriah untuk bergerak,akan tetapi yang terjadi diluar rencana, serangan yang awalnya bertujuan untuk membebaskan zona de-eskalasi disekitar Idlib, berkembang lebih jauh,karena bergabungnya rakyat yang telah lama menderita akibat rezim Assad, hingga melampaui batas-batas zona yang direncanakan hingga mencapai Damaskus,Tentara Suriah juga melakukan perlawanan yang menyebabkan rezim mengalami kekalahan dalam waktu yang singkat.
Pemimpin HTS dalam pidato di Masjid Umayyah, memuji kemenangan mereka sebagai hal yang bersejarah pada hari Minggu. Ia juga mengatakan bahwa ini merupakan kemenangan bagi seluruh negara Islam. Benarkah?
Harapan untuk Suriah dan bumi Syam yang diberkahi adalah dengan tegaknya kembali Khilafah Islamiyah, yang akan membebaskan Palestina dan negeri lainnya dari penjajahan, serta mewujudkan kemuliaan dan keadilan bagi umat Islam, sekarang ini pertaruhan besar untuk Suriah adalah apakah akan menjalankan kehendak Barat dengan membentuk pemerintahan sekuler baru ataukah berpihak pada perjuangan umat Islam dan mujahidin yang ikhlas dengan menegakkan pemerintahan Islam?
Sesungguhnya kebengisan Assad, tidak akan mungkin bertahan hingga 24 tahun, jika tangan-tangan kafir penjajah, baik Amerika maupun Rusia, baik dengan ideologi Kapitalisme maupun Sosialisme, tidak turut campur tangan menyokong kekuasaan Bashar Assad. Selajutnya, kubur dalam-dalam ideologi kapitalisme dan sosialisme yang merusak negeri Syam dan dunia, dengan mencampakkan sistem demokrasi kapitalis maupun sistem demokrasi sosialis.
Ambillah, hanya sistem Islam karena kekuasaan yang amanah hanya tegak diatas pilar-pilar kedaulatan Islam.Ambilah Islam, tegakkan syariah dan Khilafah, untuk menegakan hukum Allah, memakmurkan bumi dan menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru alam.Sudah saatnya, kepemimpinan dunia diambil alih oleh umat Islam, setelah Amerika dan Barat merusak dunia dengan ideologi kapitalis dan sosialisnya.
Bagi rakyat Suriah khususnya, juga umat Islam pada umumnya di seluruh dunia, termasuk di negeri ini, tentu harus selalu menyadari bahwa perubahan hakiki hanya bisa tercapai melalui tegaknya syariat Islam secara total dalam semua aspek kehidupan. Sistem sekularisme yang menjadi akar penderitaan umat harus dihancurkan hingga ke akarnya. Sistem pengganti yang sesuai dengan tuntunan Islam adalah Khilafah Râsyidah berdasarkan manhaj kenabian.
Terakhir, apa yang terjadi di Suriah harusnya menjadi peringatan bagi para penguasa muslim, termasuk di negeri ini, bahwa kezaliman terhadap rakyat hanya akan membawa kehancuran. Oleh karena itu, penguasa harus adil dan menyayangi rakyatnya. Hanya saja, keadilan sejati hanya mungkin tercipta saat penguasa menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan. Keadilan mustahil terwujud sampai kapan pun ika penguasa tetap mempertahankan sistem sekuler, sebagaimana saat ini.
Sejarah telah membuktikan bahwa para penguasa diktator dan dzalim selalu berakhir dengan kehancuran yang tragis. Beberapa rezim diktator dan dzalim ditumbangkan oleh rakyatnya sendiri. Sebagiannya terusir dan terpaksa melarikan diri ke luar negeri, seperti Basyar al-Assad. Kejatuhan dan kehinaan mereka tentu bukan hanya di dunia. Di akhirat, azab yang pedih juga pasti menanti mereka karena kedzaliman yang mereka buat di dunia.
Allah SWT. telah menegaskan, “Sungguh orang-orang zalim itu tidak akan beruntung.” (QS Al-An’am [6]: 21).
Rasulullah SAW. juga bersabda, “Sungguh kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada Hari Kiamat.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Di sisi lain, umat Islam seharusnya mengambil pelajaran dari kesabaran dan keteguhan kaum muslim di Suriah. Meski menghadapi kekejaman luar biasa, rakyat Suriah tetap teguh dalam keimanan dan ketakwaan mereka. Mereka tidak pernah menyerah dan putus asa. Mereka terus meneguhkan harapan untuk perubahan hakiki. Kesabaran dan pengorbanan mereka adalah teladan luar biasa bagi umat Islam di seluruh dunia. Orang-orang seperti mereka ini yang Allah SWT, beri penghargaan terbaik dengan karunia pahala yang tidak terbatas.
Ini sebagaimana firman-Nya, “Sungguh Allah memberikan kepada orang-orang yang sabar pahala tanpa batas.” (QS Az-Zumar [39]: 10).
Wallahu a'lam bish showwab.