| 16 Views
A Superpower On The Brink of Collapse
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto White House)
Oleh: Wendah
Tanggal 28/02/26 Trump mendeklarasikan operasi militer besar-besaran ke Iran yang dinamakan "operasi epic fury" yang ditargetkan selesai selama 4 minggu tanpa masalah. Namun, faktanya terhitung sampai hari ini sudah berjalan 30 hari perang antara AS, Israel, dan Iran ini berlangsung dan belum ada titik temu yang berarti yang akan menandakan perang ini akan usai.
Perang yang berkepanjangan ini nampaknya diluar prediksi Trump. Awalnya Trump mengira Iran akan dengan mudah ditaklukan. Namun nyatanya, Iran semakin bringas dalam melawan serangan demi serangan yang diluncurkan pihak lawan sampai detik ini. Perang ini nampaknya telah memberikan dampak yang besar untuk dunia. Salah satunya adalah dimana harga BBM melonjak naik hampir 50% dari 70 dollar menjadi 106 dollar/barel dan ini cukup membuat dunia kocar kacir termasuk AS.
Rakyat AS sendiri sebetulnya tidak mendukung perang ini. Riset menunjukan bahwa hanya 1 dari 4 warga AS yang setuju akan perang ini. Bahkan Kongres AS marah karena Trump menyerang Iran tanpa persetujuan Parlemen. Dan sudah jelas bahwa Trump telah melanggar konstitusi negaranya sendiri. Perang ini telah meningkatkan kekhawatiran publik terhadap eskalasi konflik internasional yang melibatkan AS. Sehingga, pada Sabtu 28/3/26 jutaan warga AS mengadakan aksi besar-besaran memprotes Trump dan perang Iran. Aksi ini bertajuk "No Kings". Masyarakat yang ikut serta dalam aksi ini terdengar meneriakkan slogan “End this war” atau “Hentikan perang ini”. Sangat jelas bahwa seruan itu menjadi simbol penolakan terhadap konflik perang yang saat ini tengah berlangsung.
Selain diprotes oleh warganya sendiri, eskalasi konflik ini membuat utang nasional AS resmi menembus angka US$ 39 triliun (Rp 661.440 triliun) pada Maret 2026. Utang AS membengkak, menyusul lonjakan pengeluaran akibat konflik AS-Israel-Iran. Utang pemerintah AS tercatat meningkat lebih cepat pada awal pemerintahan Donald Trump periode kedua ini, jadi dalam 14 bulan pertama pemerintahan Donald Trump pada periode keduanya sebagai presiden, utang pemerintah AS bertambah sekitar US$2,7 triliun.
Akankah perang ini membawa "a superpower on the brink of collapse?"
AS yang menjadikan Israel sebagai anak asuh utamanya ini bersekutu dengan Eropa dan negara-negara Teluk untuk kompak memerangi Iran. seharusnya itu sudah cukup membuktikan kejahatan dan hegemoni kapitalisme mereka (AS dan Israel) dimata dunia. Apakah perang ini, narasi-narasi bohong yang dilontarkan Trump kepada publik ini tidak cukup untuk membuka mata kalian para penguasa muslim? Dilihat dari kasat mata saja sudah sangat jelas bahwa orang ini "Trump" mempunyai tujuan utama yaitu ingin "menguasai" bukan "melindungi". Narasi yang diucapkan Trump bahwa " Dia adalah pelindung" itu adalah kebohongan yang nyata. Jadi, untuk para penguasa muslim bangunlah kalian, buka mata kalian, lihatlah apa yang telah kalian lakukan atas ummat ini, atas agama ini. Kembalilah ke jalan yang benar. Putuskan persekutuan kalian dengan AS. Jangan mau kalian para penguasa muslim di adu domba dengan muslim yang lainnya hanya untuk kepentingan AS.
Islam pernah berjaya menguasai 2/3 dunia dengan penuh kedamaian, dan kesejahteraan. Jika semua kaum muslimin bersatu tanpa adanya sekat nasionalisme maka kita pasti bisa membuat AS ini kalah telak. Dan Islam akan kembali ke posisi jayanya lagi. Untuk penguasa negeri-negeri muslim, sudah waktunya kita bangkit mengganti sistem kapitalis ni dengan syariat islam untuk tatanan dunia yang lebih baik. Masih ada waktu untuk menata dunia yang carut marut ini dengan syariat islam yang diterapkan secara kaffah.
Allah SWT berfirman :
وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang beriman." (QS.Al-Imran:139)
Wallahu a'lam bishawab