| 12 Views

Penegakan Khilafah

‎Oleh: Yati

‎Amerika Serikat menjadi sorotan dunia setelah digelar dalam Aksi Demonstrasi sebagai bentuk penolakan dan memprotes kebijakan keras pemerintahan Presiden Donal Trump yang bertajuk "NO Kings " Yang mereka nilai otoriter penyelenggara menyebutkan masa yang turun ke jalan sekitar 7 juta orang yang terlibat dalam aksi tersebut, di 50 negara mulai dari New York, hingga Los Angeles, kota-kota besar di Roma, Paris turut serta dalam aksi ini bahkan meluas ke Eropa kabar hal ini di kutip dari AL Jazeera (29/3/2026) . 

‎Isu yang di angkat dalam demonstrasi juga menyuarakan penolakan terhadap konflik internasional dengan Iran serangan militer oleh AS dan Israel ke Iran yang telah berlangsung selama 4 pekan, lonjakan harga minyak dan kebutuhan pokok serta tekanan ekonomi akibat meningkatnya biaya hidup yang kombinasi faktor tersebut memicu kemarahan yang meluas di kalangan masyarakat. 

‎Di tengah aksi protes ini tingkat kepuasan publik terhadap presiden Donald Trump di laporkan mengalami penurunan yang signifikan yakni hanya berada di angka 36 persen angka tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.

‎Salah satu yang menjadi protes terbesar dalam sejarah negara adalah 
‎Keluhan yang di soroti pengkritik, tentang pemerintahan Donald Trump dalam unjuk rasa hutang pemerintah AS tercatat meningkat lebih cepat pada awal pemerintahan Donald Trump periode kedua di bandingkan pada fase awal masa jabatan pertamanya hal ini terlihat dari data yang di publikasikan.

‎Amerika Serikat (AS) secara konsisten membangun citra dirinya sebagai penjaga utama demokrasi memaksa dunia mengikuti kepentingannya dengan kekuatan militer, ekonomi, dan politik yang luar biasa. AS  menempatkan dirinya seolah berada di atas hukum internasional, alih-alih menciptakan perdamaian dan keamanan global dominasi sepihak yang justru melahirkan konflik yang berkepanjangan dan kehancuran serta krisis kemanusiaan yang dampaknya di rasakan oleh generasi muda saat ini. Keserakahan AS yang berambisi yang telah menguasai dunia termasuk tanah Palestina yang bersekutu dengan para penguasa Muslim harus segera di akhiri.

‎Kedzaliman AS yang jelas-jelas penuh dengan aneka kejahatan secara internasional karena itu aneh saja jika masih ada para pihak penguasa Muslim dan dari kalangan intelektual, ulama atau Ormas Islam yang "berprasangka baik" terhadap gembong penjahat kafir  sebagai pendukung utama Zionis Yahudi, yang selama puluhan tahun AS pula penyokong utama persenjataan Zionis Yahudi untuk melakukan genosida atas Palestina.

‎Umat harus terus di sadarkan bahwa AS dan hegemoni kapitalisme dengan politik demokrasinya yang telah merusak dunia dan kehidupan antar bangsa, itulah biang kerok yang menjadi akar masalah Palestina adalah penjajahan Zionis Yahudi yang di beking oleh negara-negara kafir penjajah barat khususnya Amerika dan Inggris sikap yang harus dilakukan yaitu mengirim tentara-tentara Muslim yang akan melakukan jihad fi sabililah dan akan efektif jika di komando oleh seorang pemimpin Khalifah dalam sistem Khilafah hal ini untuk memenuhi perintah Allah SWT yang memerintahkan jihad fi sabililah ketika ada negeri Islam yang di serang dan di duduki serta di zalimi. Perintah itu berlaku bagi seluruh kaum Muslim, Khilafah adalah solusi ideologis dan sistemik untuk menghadapi dan melawan kezaliman AS. Karena inti dari solusi ini terletak pada penyatuan umat Islam sedunia yang selama ini terpecah dalam negara-negara yang lemah dan saling terpisah tidak ada penyatuan kekuatan politik, ekonomi dan militer. Oleh karena itu dibutuhkan negara khilafah di bawah satu kepemimpinan dengan pemerintahan yang global, untuk menyatukan kaum Muslim di bawah kepemimpinanan Khilafah, dan upaya penyadaran politik, keberadaan umat Islam harus semakin di giat untuk mengajak umat dan para penguasa Muslim untuk menggencarkan perjuangkan dakwah demi penegakan khilafah agar tatanan dunia yang rusak di ganti dengan tatanan syariah Islam. 

‎WalLahu a'lam bishawab


Share this article via

0 Shares

0 Comment