| 38 Views
Idul Fitri di Tengah Reruntuhan dan Pengungsian Muslim Gaza
Oleh : Yeni Ummu Alvin
Aktivis Muslimah
Lantunan takbir kembali menggema di bumi Palestina, puluhan ribu warganya melaksanakan salat IdulFitri di seluruh jalur Gaza pada Jumat (23/3). Para jamaah memadati areal shalat darurat yang didirikan di atas puing-puing atau di samping masjid yang hancur dan di area terbuka dekat kamp-kamp pengungsian.
Sementara itu, pasukan penjajah Israel memberlakukan pembatasan masuk warga muslim Palestina ke masjid Ibrahimi di kota Hebron, hanya 50 jamaah yang diizinkan memasuki masjid sementara sisanya terpaksa melaksanakan salat di luar ruangan.
Warga Gaza diselimuti duka pada hari pertama idul Fitri dan dalam kondisi yang memprihatinkan bahkan ribuan keluarga kehilangan orang-orang tercinta atau rumah mereka akibat perang. Kantor media pemerintah Gaza menyatakan bahwa hari raya tahun ini berlangsung tanpa sukacita karena sebagian besar keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Sudah lebih dari 3 tahun muslim Gaza harus hidup dalam reruntuhan, perayaan idul Fitri kali ini merupakan perayaan ketiga sejak agresi militer di tahun 2023, lebih dari 72.000 jiwa meninggal dan lebih dari 171. 000 korban terluka dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
Saat ini derita warga Gaza makin terlupakan, media massa dipenuhi berita perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, ironi negara-negara Arab Teluk justru bersekutu dengan negara kafir dalam memerangi Iran dan melupakan derita Gaza. Sekat-sekat nasionalisme menjadikan umat Islam lupa akan derita yang dialami saudaranya, Ikatan persaudaraan dan aqidah Islam yang terjalin antara sesama umat Islam, telah tersekat oleh kepentingan politik global dan nasionalisme.
Sejatinya Islam mengajarkan bahwasannya umat ibarat satu tubuh, ketika satu bagian tubuh terluka maka seluruh tubuh yang lainnya ikut merasakan sakitnya. Penderitaan yang dirasakan warga Gaza, merupakan penderitaan umat Islam di seluruh dunia, luka yang mereka rasakan juga luka umat Islam di seluruh dunia.
Ketiadaan pelindung dan perisai umat Islam menjadikan nasib umat Islam berada dalam kekuasaan kafir penjajah, seperti Amerika Serikat dan Israel. Negeri-negeri muslim saat ini justru berkhianat dan bekerja sama dengan penjajah terbesar umat Islam. Penjajah yang menobatkan dirinya sebagai polisi dunia, yang justru memiliki kepentingan politik untuk menjaga hegemoninya dan mengikat negeri-negeri muslim agar tetap berada dalam orbitnya dan menjadi agen-agen yang menjadi perpanjangan tangan kepentingan kapitalisme global.
Nasib perdamaian dan kemerdekaan Palestina bukan jadi prioritas bagi AS dan Israel, dua negara tersebut hanya fokus pada hegemoni kekuasaannya pada dunia, sebagaimana yang saat ini mengalihkan perhatian dunia dari Palestina, karena fokus media dan dunia pada perang Iran. Perang ini juga terjadi disebabkan Amerika Serikat ingin meneguhkan dan memastikan bahwa posisinya di kawasan Timur Tengah sebagai negara adidaya tidak tergantikan dan juga untuk menghalangi narasi kebangkitan Islam yang ada di kawasan tersebut.
Penguasa penguasa Negeri muslim harus segera menyadari bahwasanya, Islam telah mengajarkan dalam Alquran untuk berkasih sayang Dan lemah lembut terhadap muslim dan bersikap keras terhadap orang kafir bukan sebaliknya.
Sebagaimana firman Allah subhanahu Wa ta'ala dalam QS Al-Fath ayat 29 yang artinya,
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka"
Begitulah sikap mukmin sejati yang seharusnya, yang sesuai dan diperintahkan dalam syariat Islam, untuk selalu berkasih sayang Dan lemah lembut terhadap sesama muslim dan peduli terhadap saudaranya.
Adapun sikap terhadap kafir juga harus tegas dan tidak tunduk pada kezaliman yang dilakukan, serta harus berani menegakkan kebenaran tidak diam saja saat kehormatan Islam diinjak-injak oleh kafir penjajah.
Ukhuwah islamiyah menjadi pengikat umat Islam di seluruh dunia untuk membebaskan penderitaan saudara sesama Muslim. Allah subhanahu Wa ta'ala memerintahkan mukmin untuk berjihad sebagaimana firman Allah dalam QS At-Taubah ayat 123,
"Artinya: Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."
Hanya dengan jihad maka segala penindasan, penjajahan, kezaliman yang dialami umat akan terhapuskan, jihad juga merupakan puncak amal dalam Islam, saat ini yang dibutuhkan warga Gaza adalah, pembebasan yang hakiki yang melepaskan mereka dari belenggu penjajahan, dan jihad hanya akan sempurna jika seluruh negeri muslim bersatu di bawah kepemimpinan Khilafah ala minhajinnubuwah dengan komando dari seorang Khalifah.
Hanya dengan penerapan Islam secara Kaffah di bawah naungan daulah Khilafah, maka kemenangan sejati idul Fitri akan dirasakan oleh seluruh negeri-negeri Islam, sungguh sukacita idul Fitri bukan hanya sekedar berpakaian baru dan menikmati hidangan lezat semata, tapi membebaskan Palestina dan negeri-negeri muslim dari penjajahan kafir penjajah merupakan sukacita dan kemenangan yang hakiki bagi umat Islam di penjuru dunia.
Wallahua'lam bishowab.