| 13 Views

Duka Idul Fitri Bagi Gaza Dan Palestina

Oleh : Dewi yuliani

Idul Fitri adalah saat umat Islam bergembira karena telah berhasil menjalankan ibadah pada bulan Ramadan yang mulia dan banyak kebaikan, dan bertemu dengan bulan Syawal. Sayangnya hari ini kebahagiaan tersebut belum dirasakan oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia, salah satunya di Palestina dan beberapa wilayah lainnya. Mereka harus berhadapan dengan penjajah yang kejam dan semakin brutal hingga tak mengenal belas kasihan, bahkan terusir dari tanah kelahiran mereka hingga terkatung-katung dilautan. Realita ini menunjukkan bahwa kebahagiaan umat belumlah sempurna, karena Sebagian umat Islam khususnya Palestina dalam kesengsaraan bahkan terancam nyawanya, sejak jauh sebelum bulan Ramadan tiba selama bulan Ramadan bahkan hingga bulan Syawal.

Warga Palestina merayakan hari Idul Fitri 1446 H di tanggal 30 Maret 2025 sesuai pengumuman Mufti Besar Palestina Syaikh Muhammad Hussein. Warga Palestina terpantau sudah berkumpul dari pagi sebelum waktu shalat Idul Fitri pada pukul 06.05 waktu setempat, sesuai dengan waktu musim dingin di Masjidil Aqsa.Pelajaran besar kaum muslim  di antaranya tampak dari kondisi saudara sesama muslim kita di Gaza, Palestina.

Bahkan dalam sepekan terakhir menjelang hari kemenangan, Zionis menyerang wilayah di Palestina secara membabi buta . Imbasnya dari gempuran tersebut  lebih dari 800 orang meninggal. Serangan tersebut merupakan yang terburuk sejak Hamas dan Israel sepakat gencatan senjata pada 19 Januari 2025. Serangan ini juga terjadi saat negosiasi gencatan senjata lanjutan sedang diupayakan. Serangan Zionis ke Gaza baru-baru ini disebut telah mendapat restu dari Amerika Serikat, sekutu dekatnya sekaligus mediator gencatan senjata. Pasukan Zionis juga membombardir Gaza saat warga muslim di sana merayakan Idulfitri 1446 H pada Ahad (30-3-2025). Serangan itu menewaskan sembilan orang, termasuk lima orang anak-anak. Mengutip dari Aljazeera, warga Palestina menggelar salat Idulfitri bahkan saat serangan Zionis terus berlanjut. Dalam satu video yang diunggah oleh Pusat Informasi Palestina, suara tembakan terdengar saat salat dilaksanakan.

Tentara Zionis juga dilaporkan telah menyerbu beberapa rumah di Hebron, Tepi Barat. Mereka menduduki, mendobrak pintu, menggeledah tempat tinggal, serta menangkap tiga orang selama penyerbuan tersebut. Pasukan Zion*s juga mendirikan lebih banyak pos pemeriksaan dan menutup jalan di dalam dan sekitar Hebron. Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menyatakan Zionis Yahudi juga menolak untuk membuka sepenuhnya Masjid Ibrahimi di Hebron bagi umat Islam Palestina untuk Idulfitri.

Lebaran di Gaza Palestina begitu gelap sehingga kondisi di Gaza yang memburuk bukanlah satu-satunya problematik yang menimpa umat Rasulullah saw ini. Ketiadaan institusi Islam pemersatu umat turut membuat negeri-negeri muslim lainnya tidak kalah terpuruk. Kaum muslim tidak punya raa’in (pengurus) dan junnah (perisai, pelindung) yang bisa mewujudkan berbagai kemaslahatan mereka sebagaimana realisasi hari kemenangan yang semestinya, yakni menuju kemenangan hakiki.

Lebih parah lagi, penguasa-penguasa negeri muslim justru cenderung mengeksploitasi rakyatnya melalui berbagai kebijakan zalim. Selain Gaza, nasib kaum muslim di belahan bumi lainnya juga tidak sepenuhnya lebih baik. Di Indonesia sendiri, profil pemimpin populis otoriter kian menguat. Permasalahan sosial berupa kemiskinan ekstrem tidak diposisikan sebagai masalah strategis sehingga tampak begitu sulit diatasi oleh pemerintah.

Makin buruknya kondisi Palestina tentunya sangat memperihatinkan.  Umat Islam makin terjepit dan makin sengsara.  Kondisi buruk ini akan membuka mata dan hati manusia pada umumnya dan umat Islam khusunya, bahwa sistem hari ini sungguh sangat tidak layak menjadi rujukan dan sandaran kehidupan manusia dalam membangun peradaban manusia.  

Di sisi lain hal ini juga akan menghantarkan pada kesadaran bahwa sistem sekuler sudah diambang kehancuran karena kerusakan yang amat nyata akibat sistem sekuler kapitalisme.  situasi ini akan mendorong umat untuk mencari alternatif sistem yang lain.  Dan pilihan satu-satunya hanya sistem islam. Dari sisi keimanan Islam adalah sistem yang shahih dari Allah swt. dari sisi Sejarah, islam sudah terbukti dalam Sejarah panjang penerapan Islam menghantarkan pada peradaban gemilang dengan kemajuan yang luar biasa.

Hal ini akan menguatkan keyakinan umat bahwa fajar kemenangan islam akan makin dekat. Umat membutuhkan khilafah untuk dapat merasakan kebahagiaan hakiki, mendapatkan Ridha Allah karena penerapan aturan Allah secara kaffah. 

Umat Harus Terus Berjuang pada titik inilah paradigma berpikir umat harus berubah. Umat harus terus berjuang agar bisa meraih kemenangan hakiki, bukan lebaran yang gelap lagi. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan mengikuti proses pembinaan dan pengkaderan dalam sebuah kelompok (kutlah) dakwah sebagaimana teladan dari Rasulullah (saw.).

Beliau saw. mengawali dakwahnya dengan upaya penyadaran, serta meletakkan dasar pemikiran Islam di kalangan Arab jahiliah sehingga prinsip dasar Islam teguh dan kukuh pada diri umat Islam. Konsep-konsep Islam yang Rasulullah saw. dakwahkan ini terimplementasi pada upaya untuk menerapkannya dalam konteks negara.

Rasulullah saw. dan para sahabat berhimpun dalam kelompok dakwah yang senantiasa membenturkan pemahaman Islam yang sahih dengan kebiasaan Arab jahiliah yang menyembah berhala. Beliau melakukan gerakan yang terarah dalam satu kelompok dakwah (kutlah jama’i) dan melakukan penyadaran akan pentingnya persatuan umat Islam dan berjuang secara politis sebagaimana yang beliau contohkan.

Melalui kelompok dakwah ideologis ini, umat akan bergerak secara terorganisasi untuk berjuang bersama membebaskan satu per satu belenggu sekat negara bangsa (nation state) dan membebaskan wilayah mereka dari cengkeraman kapitalisme, ideologi pemecah belah umat. Dengan demikian, Islam dan umat Islam akan tampil menggantikan peradaban “gelap” hari ini. Keberkahan Islam akan hadir, Islam dan syariatnya juga akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Oleh karna itu umat harus berjuang untuk menegakkan khilafah karena khilafahlah pelindung hakiki umat Islam seluruhnya. Harus ada jamaah dakwah yang membangun kesadaran umat untuk berjuang menegakkan kembali Khilafah untuk melangsungkan kembali kehidupan Islam perjuangan menegakkan khilafah harus menjadi agenda utama umat Islam. Umat harus bahu membahu berjuang menegakkan Khilafah.

Wallahu'alam bishawab


Share this article via

11 Shares

0 Comment