| 39 Views

Magang Berbayar Fresh Graduate, Mampukah Menjadi Solusi Masalah Pengangguran ?

Layanan SiapKerja milik Kemnaker yang saat ini disediakan program magang dengan gaji UMR (Foto: Kemnaker)

Oleh: Khusnul Khotimah, SP.

Mulai tanggal 17 Oktober 2025, pemerintah membuka lowongan magang kerja bagi lulusan sarjana baru. Masa magang ini akan diprogram dalam waktu 6 bulan. Tahap pertama program magang kerja ini menampung sekitar 20.000 orang. Program yang baru diluncurkan oleh pemerintah ini diharapkan mampu untuk mengatasi masalah pengangguran di Indonesia. Benarkah demikian ?

Angka pengangguran di Indonesia berada ditingkat yang sangat mengakhawatirkan. Menurut laporan BPS bulan Februari 2025, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7.28 juta orang. Sebanyak 1,01 juta orang lulusan universitas alias S1, 177 ribu lulusan diploma, 1,62 juta  tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sedangkan 2,03 juta pengangguran berasal dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sementara itu, 2,42 juta lainnya adalah tamatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Penyebab Tingginya Angka Pengangguran

Penyebab utama tingginya angka pengangguran di Indonesia adalah karena laju pertumbuhan angkatan kerja yang sangat pesat akibat bonus demografi yang tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Menurut analisa beberapa pakar yang diungkapkan diberbagai forum, faktor tingginya angka pengangguran di Indonesia adalah karena :

Pertama, Kesenjangan ketrampilan dengan kebutuhan industri. Saat ini banyak lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang tidak memiliki ketrampilan yang cukup sesuai yang dibutuhkan oleh dunia kerja, sehingga mereka tidak mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Kedua, Kondisi Ekonomi yang tidak  stabil. Kelesuan ekonomi yang menimpa berbagai negara didunia termasuk Indonesia semakin terasa dan menjadi beban berat bagi masyarakat. Banyaknya perusahaan yang pailit menyebabkan gelombang PHK besar-besaran dan sampai saat ini masih menunjukkan gejala yang terus berlanjut.

Ketiga, Pertumbuhan penduduk yang cepat. Jumlah angkatan kerja yang terus bertambah tiap tahun yang belum mampu diimbangi dengan luasnya lapangan kerja yang tersedia.

Keempat, Disrupsi Teknologi. Perkembangan teknologi yang pesat dan penemuan-penemuan teknologi baru banyak menggantikan beberapa bidang pekerjaan, sehingga menyingkirkan tenaga manusia.

Kelima, Politik Ekonomi Kapitalisme. Penerapan politik ekonomi Kapitalisme menyebabkan distribusi kekayaan yang tidak merata ditengah-tengah masyarakat. Jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin semakin menganga lebar. Oligarki dan kroni-kroninya lebih menguasai dan mengendalikan perekonomian negara, sementara negara tidak mampu berbuat banyak karena hanya memposisikan sebagai regulator. Pada akhirnya solusi masalah lapangan kerja lebih banyak mengandalkan swasta.

Magang Berbayar, Mampukah Mengatasi Pengangguran?

Program magang berbayar, diperuntukan bagi lulusan sarjana dengan masa magang selama 6 bulan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), menyampaikan bahwa ada beberapa manfaat yang akan diperoleh peserta magang, yaitu:

1.  Belajar langsung di perusahaan,

2. Dibimbing mentor profesional

3. Terlibat proyek strategis

4. Dapat uang saku setara UMK dan jaminan sosial

5. Bangun jejaring dan peluang karier

(detikNews. 7 Oktober 2025)

Menteri Airlangga Hartanto, menyebut pada tahap pertama terdapat 156.000 jumlah fresh graduate yang melamar. Sementara total posisi yang ditawarkan terdapat 26.181 lowongan. Hal ini menunjukkan bahwa masih sangat banyak pengangguran yang belum bisa terserap dengan program ini.

Jika dianalisa lebih jauh, maka kita dapat menilai bahwa program ini hanya sekedar tambal sulam yang tidak akan mampu menyelesaikan masalah pengangguran, karena setelah masa 6 bulan berakhir, maka kontrak magang akan selesai dan kembali akan muncul pengangguran lagi. Belum lagi menyusul jumlah sarjana- sarjana baru yang juga membutuhkan pekerjaan dan masuk ke bursa kerja.

Kondisi ini terjadi karena lemahnya posisi pemerintah dalam mengatur perekonomian negara. Sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan oleh negara manjadikan sumberdaya alam yang melimpah dan potensi-potensi ekonomi lainnya lebih banyak dikelola swasta dan asing sehingga hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang. Pada akhirnya harta/modal hanya beredar dikalangan tertentu saja. Sementara rakyat yang jumlahnya banyak tidak mendapatkan bagian yang cukup dari harta yang seharusnya menjadi haknya, karena keterbatasan akses untuk mendapatkan pekerjaan maupun tidak adanya modal untuk membangun usaha.

Sistem Ekonomi Islam, Mampu Menyelesaikan Masalah Pengangguran

Sistem ekonomi dalam Islam mengatur bahwa negara mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam mengurus urusan rakyat. Penyediaan lapangan kerja termasuk hal yang wajib diperhatikan oleh negara. Negara harus mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi semua rakyat terutama kaum laki-laki yang mempunyai kewajiban untuk mencari nafkah.

Sistem Islam membagi kepemilikan harta menjadi 3, yaitu kepemilikan pribadi, kepemilikan umum dan kepemilikan negara  Untuk kepemilikan pribadi , maka harta ini diperoleh individu dari bekerja, hibah, hadiah, warisan , dll. Sedangkan kepemilikan umum, maka ini adalah harta milik rakyat yang harus dikelola oleh negara dan hasilnya diperuntukkan untuk kepentingan rakyat. Harta ini antara lain hasil hutan, laut, sungai dan barang tambang yang melimpah, seperti emas,.perak, nikel bouksit, baja, minyak bumi, dll. Sementara kepemilikan negara antara lain harta ghaminah, khoroj, jizyah, fa'i, dll.

Negara dalam Islam akan mengatur pengelolaan harta kepemilikan rakyat dengan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan haram diserahkan kepada swasta maupun asing. Rakyat akan diberikan peluang kerja yang luas baik dalam pertanian, peternakan, hasil laut, hasil hutan dan tambang-tambang yang sifatnya terbatas yang boleh dikelola oleh individu.

Negara akan memberikan dukungan modal maupun ketrampilan bagi rakyat yang membutuhkan. Modal maupun biaya-biaya pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dan keahlian  bersumber dari Baitul mal. Bantuan modal dan ketrampilan serta keahlian ini tentu akan sangat membantu agar rakyat bisa membangun usaha secara mandiri. Dengan berbagai bidang usaha, baik pertanian, perikanan, peternakan, industri makanan, pakaian, dan berbagai macam jasa, maka akan membuka peluang kerja yang besar bagi rakyat.

Sementara untuk pengelolaan sumber daya alam yang membutuhkan teknologi tinggi dan modal yang besar, seperti tambang yang melimpah, maka negara wajib mengelolanya. Dengan upaya yang serius dalam penelitian dan ekplorasi yang tetap menjaga keseimbangan lingkungan, negara akan mampu membuka peluang kerja yang besar, karena proyek-proyek pengelolaan sumberdaya alam pasti akan membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak, baik dari tenaga ahli sampai tenaga kasar. Semua ini akan mampu menciptakan lapangan kerja yang luas.

Selain itu, negara juga akan membuka industri padat karya dalam skala besar, agar mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Semua biaya akan diambil dari dana di Baitul mal.

Demikianlah sistem Islam mengatasi masalah pengangguran. Semua akan mampu diselesaikan dengan penerapan Islam secara Kaffah, tidak hanya dalam masalah ekonomi saja, namun harus menyeluruh mencakup politik, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial, dll. Dengan berlandaskan syariat dari Allah SWT, pencipta manusia, insya Allah kehidupan manusia akan dipenuhi dengan kebaikan dan keberkahan.

Wallahu'alam bi showaab.


Share this article via

19 Shares

0 Comment