| 3 Views

Demiliterisasi: Upaya Barat Membungkam Perlawanan Rakyat Gaza

Oleh: Wiji Lestari

Board of Peach atau lebih familiar dengan sebutan BoP, sebuah organisasi yang digagas oleh Presiden Donald Trump untuk mengajak negeri-negeri muslim bersatu membebaskan Palestina, tak luput Indonesia menjadi salah satu anggotanya. Banyak yang menyambut adanya keterlibatan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas rakyatnya memeluk Islam, pro kontra tentu melekat pada keputusan Presiden Prabowo dalam beberapa waktu yang lalu. 

Keikutsertaan terhadap BoP menaruh harapan besar yakni membawa perdamaian dan mengakhiri pertumpahan darah di negara Palestina, terutama jalur Gaza yang masih berlanjut hingga saat ini. Namun pada kenyataannya BoP bukan menunjukkan kemana arah perdamaian yang hendak dicapai, justru sebaliknya kian semakin mencekam perang di timur tengah yakni Iran dan Lebanon. Kini tujuan dibentuknya BoP yang menjadi fakta mengejutkan adalah bagaimana upaya barat dalam membungkam perlawanan rakyat Gaza dalam peperangan ini. Selain itu, BoP juga mendesak hamas untuk melucuti senjata sebagai syarat rencana perdamaian. 

Syarat tentu ditolak Hamas dengan keras, sebab jika syarat tersebut dipenuhi maka akan mengancam eksistensi perjuangan mereka. Hamas menuntut keras pada dunia agar memberikan sanksi pada Israel terhadap apa yang dilakukan sampai detik ini. Jikalaupun dilakukan gencatan senjata tentu tidak murni menyudahi perang sebab pada kenyataannya apabila gencatan senjata disepakati Israel tetap melakukan penyerangan hingga menewaskan warga sipil.

BoP sejatinya bukanlah alat mediator yang netral namun justru sebagai jebakan dalam sistem kapitalisme untuk mendulang dukungan guna terwujudnya kepentingan barat dan tentunya keberlangsungan eksistensi zionis dalam membasmi umat Islam. Pelucutan senjata sejatinya upaya barat dalam meredam geliat kobaran semangat perlawanan rakyat Gaza dalam berjihad. Selain itu pelucutan senjata bagian dalam menggiring pemikiran  umat untuk mengubah cara pandang umat terhadap perlawanan yang dilakukan warga Gaza sebagai ancaman dan pelucutan senjata bagian dari jakan menuju perdamaian. 

Perdamaian Gaza bukan dilakukan dengan adanya diplomasi, melainkan hanya dapat diselesaikan dengan Khilafah. Sebab Palestina merupakan tanah suci umat Islam yang wajib dibebaskan dengan kekuatan militer bukan negosiasi yang dilakukan saat ini. Khilafah akan mengirimkan kekuatan militer terbaiknya dari negeri-negeri umat Islam untuk mengusir penjajah zionis dari muka bumi ini. Khilafh sebagai ra’in dan junnah yang wajib menjaga dan melindungi nyawa umat muslim.  Umat harus disadarkan melalui dakwah ideologis terhadap urgensinya khilafah dan wajib dalam memperjuangkan.


Share this article via

0 Shares

0 Comment