| 479 Views
BBM Naik Lagi, Kebijakan Yang Mendzalimi
Oleh : Rifdatul Anam
Rasanya tak kaget lagi dengan Kebijakan-kebijakan yang spontanitas telah ditetapkan pemerintah. Rakyat dipaksa harus terbiasa dengan semua kebijakan itu, tanpa boleh protes dan mengeluh. Belum lama harga BBM mengalami kenaikan, kini rakyat harus merasakannya lagi. Dikatakan, kenaikan harga BBM ini dilakukan karena untuk menyesuaikan harga BBM.
Mulai 10 Agustus 2024, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax (RON92) menjadi Rp 13.700 per liter dari sebelumnya Rp 12.950 per liter. Penyesuaian ini dilakukan dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. (CNBCIndonesia, 10/8/2024).
Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan sejak awal bulan Agustus 2024 seluruh Badan Usaha telah menyesuaikan harga BBM Non Subsidi. Seperti Badan Usaha lain, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga BBM Non Subsidi. Penyesuaian dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green 95 dan Dex Series telah disesuaikan pada awal Agustus lalu. Dia mengungkapkan bahwa harga BBM Pertamina yang berlaku saat ini menjadi yang paling terjangkau karena daya beli masyarakat juga menjadi pertimbangan utama.
Kenaikan harga BBM yang diklaim sudah terjangkau dibandingkan produk-produk dengan kualitas setara tetap saja mempersulit rakyat. Seperti apapun tingkat daya beli masyarakat, BBM akan tetap dibeli walaupun mau tidak mau atau suka tidak suka. Karena BBM termasuk kebutuhan yang harus dipenuhi, demi berjalannya usaha dan untuk transportasi sehari-hari. Kenaikan harga BBM mempunyai dampak yang signifikan di masyarakat, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Hal ini berpotensi meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran. Harga barang-barang mengalami kenaikan, biaya produksi meningkat, daya beli menurun, hingga inflasi.
Sungguh miris kehidupan yang di jalani rakyat saat ini. Merayakan hari kemerdekaan ditengah bertambahnya kesulitan. Meningkatnya kebutuhan tak sebanding dengan rendahnya penghasilan . Padahal negara kita mempunyai sumber daya alam yang melimpah, yang seharusnya rakyat dapat menikmatinya.
Malah sebaliknya, negara bangga menjual BBM dengan harga mahal walaupun itu dibawah harga pihak swasta. Hal ini menjelaskan, negara tak ubahnya sebagai pedagang yang menjual BBM, yang tujuannya mencari keuntungan bukan untuk menyediakan kebutuhan rakyatnya.
Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hasil minyak bumi dan gas yang melimpah di dunia. Sayangnya, pengelolaan secara mandiri yang belum bisa terpenuhi, membuat sumber daya alam di negara kita tak bisa dinikmati sebagaimana mestinya. Di tambah adanya liberalisasi sumber daya alam, yang pengelolaannya di kuasai swasta dari hulu hingga hilir. Jelas, para kapital lah yang diuntungkan dalam hal ini dan merugikan rakyat yang sejatinya pemilik sumber daya alam.
Rasulullah saw bersabda :
"Kaum Muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, rumput dan api". (HR Ibnu Majah)
Penerapan sistem kapitalisme menjadi penyebab semua ini, negara hanya berfungsi sebagai regulator yang regulasinya disesuaikan untuk kepentingan penguasa dan pengusaha, bukan lagi sebagai pengurus rakyat. Tak ada kemaslahatan yang di dapat rakyat dalam sistem ini, yang ada hanya kesengsaraan belaka.
Kenaikan harga BBM yang berulang kali terjadi harus segera diakhiri, dengan mengganti sistem kapitalisme yang saat ini diterapkan dengan sistem Islam yang mampu mengelola sumber daya alam dengan benar. Dalam islam, sumber daya alam merupakan milik umum yang harus dikelola negara dan hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat dalam bentuk pendidikan, kesehatan, atau fasilitas umum lainnya.
Menurut islam, sumber daya alam yang jumlahnya melimpah seperti minyak bumi, gas, batubara, emas, perak, besi, tembaga, timah, tidak boleh dikelola oleh swasta. Karena pemanfaatan langsung di bawah pengelolaan negara, akan dapat menambah sumber pemasukan yang cukup besar untuk mencukupi berbagai kebutuhan rakyat yang dijamin negara. Sehingga sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak, benar-benar akan dinikmati secara keseluruhan.
Dengan pengelolaan secara mandiri, negara dapat mengendalikan harga sehingga rakyat bisa mendapatkannya dengan mudah dan murah. Harga jual BBM tersebut bukanlah untuk mendapatkan keuntungan, melainkan hanya sebatas harga produksi. Dan jika kebutuhan BBM dalam negeri telah terpenuhi, negara boleh menjualnya ke luar negeri, dengan keuntungan maksimal sebagai sumber pemasukan kas baitulmal. Penerapan sistem Islam secara total, solusi atas kedzaliman yang terjadi sekarang.
Wallahu'alam bishawab.