| 9 Views
BBM Global Bergejolak, Kedaulatan Negara Terus Terinjak
Oleh: Rara Al-Haqqi
BBM di seluruh dunia mengalami gonjang ganjing, hal ini termasuk salah satu dampak perang antara Iran dan AMIS (AS dan Israel). Tentu energi ini berpengaruh terhadap segala lini kehidupan dan harga-harga kebutuhan. Termasuk di Indonesia juga mengalami dampaknya. Meski ada isu jika per 1 April 2026 harga BBM akan naik dan masyarakat sudah berbondong-bondong mengantri ternyata kenaikan itu tidak terjadi.
Kemudian Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan "Kami siap tidak menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata harga minyak dunia US$100/barel sudah dihitung. Kalau nonsubsidi bukan hitungan kami. [BBM] subsidi aman enggak usah takut, kami sudah hitung," (BBCNewsIndonesia.com, 3 April 2026).
Tetapi sebaliknya kenaikan harga terjadi pada BBM nonsubsidi. Dimana menurut ekonom dari Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, konflik antara Iran dan AMIS serta potensi gangguan di jalur strategis Selat Hormuz memberi tekanan pada pasar energi global. Sehingga kenaikan harga BBM nonsubsifi merupakan hal yang wajar karena mekanisme penentuan harga mengikuti harga pasar internasional (Bisnis.com, 30 Maret 2026).
Negara Dilema
Miris, ketika negara tidak memiliki kedaulatan maka akan mudah terombang ambing. Negara akan mudah terbawa arus dan mengambil kebijakan sesuai situasi global. Akibatnya, rakyat akan terabaikan. Selain itu, rakyat juga akan menjadi korban dengan kebijakan yang merugikan mereka. Sebab negara dengan dalih situasi global maka akan menerapkan kebijakan yang menyesuaikan.
Sedangkan kibajakan yang diambil pemerintah dengan menstabilkan harga BBM subsidi tetapi menaikan BBM nonsubsidi tentu merugikan sebagian rakyatnya. Apalagi kebijakan ini hanya bersifat sementara. Artinya mau tidak mau harga BBM subsidi atau non subsidi pasti akan mengalami kenaikan harga. Maka ancaman kenaikan harga seluruh barang kebutuhan pasti akan terjadi. Padahal pendapatan rakyat tidak mengalami kenaikan, lalu bagaimana kelangsungan hidup dan kesejahteraan rakyat?
Begitu pula, dengan kebijakan pemerintah melakukan langkah-langkah penghematan seperti WFH, pembatasan pembelian BBM untuk kendaraan roda 4, pengurangan jumlah hari untuk MBG, dll. Akhirnya, banyak masyarakat yang menolak, bersuara bahkan menyindir kebijakan tersebut. Ini lah bukti jika pemerintah dilema. Jika harga BBM dinaikkan maka inflasi akan meningkat dan terjadi gejolak sosial. Sebab terbukti dengan isu kenaikan harga BBM per 1 April, masyarakat langsung berbondong-bondong untuk mengantri di SPBU berjam-jam. Nah, ini bukti baru isu saja, antrean sudah terjadi di beberapa tempat. Sedangkan jika tidak dinaikkan, defisit APBN akan makin besar. Ya, ini lah yang terjadi jika negara hanyalah menjadi net importir minyak sehingga tergantung pada pasokan BBM dari luar.
Sungguh luar biasa, dampak dari sistem kapitalis liberal yang membolehkan adanya memonopoli SDA. Membuat negara yang dikuasai oleh kafir barat harus bertekuk lutut dan mengikuti permainan mereka. Tidak akan melepas dan kesempatan untuk mereka menjadi negara yang berdaulat. Ditambah lagi SDA yang mereka miliki akan dikeruk habis-habisan oleh penjajah.
SDA dalam Islam
Berbeda jauh jika menerapkan sistem Islam, dimana kemandirian BBM hanya akan terwujud jika negeri-negeri muslim bergabung menjadi satu negara Islam yang menerapkan sistem Islam. Seperti, minyak yang melimpah di wilayah Arab dan Iran kemudian akan didistribusikan untuk seluruh negeri di wilayah negara Islam. Sehingga akan menjadi negara yang independen, bahkan adidaya, kemudian politik dan ekonominya tidak mudah terguncang akibat gejolak global. Meskipun memiliki kemandirian BBM, negara tetap menggunakan BBM dengan bertanggung jawab sesuai kebutuhan berdasarkan syariat. Negara akan melakukan penghematan pada hal-hal yang perlu dihemat. Kemudian negara juga tetap mengembangkan sumber energi selain minyak, seperti nuklir dll. dengan tujuan menjamin pemenuhan kebutuhan energi masyarakat sebagai negara adidaya.
Sebab di dalam sistem Islam jelas jika rakyat berserikat dalam 3 hal yaitu api, air dan padang rumput. Dimana ketiganya tidak boleh dikuasai individu atau swasta. Sehingga negara lah yang berkewajiban mengelola untuk mensejahterakan dan kembali kepada rakyat. Jadi, penting menjadi negara yang mandiri dan berdaulat agar tidak membebek kepada kepentingan penjajah dan ini hanya terwujud jika sistem Islam diterapkan.
Wallahu 'alam bissowab.