| 15 Views

Wibawa Guru Telah Diabaikan

Oleh: Eny Rf
Bogor

Lagi, lagi, dan lagi terjadi pelecehan terhadap seorang guru oleh siswanya sendiri. Peristiwa ini berulang dalam dunia pendidikan kita. Siswa melakukan tindakan yang tidak pantas terhadap gurunya, mulai dari mengejek hingga melakukan gestur acungan jari tengah yang dinilai melecehkan. Bahkan, kasus kekerasan fisik pun kerap terjadi.

Kejadian ini menjadi bukti melemahnya wibawa guru. Ada apa dengan dunia pendidikan kita sehingga siswa tidak memiliki adab terhadap guru yang seharusnya dihormati? Apakah demi viralitas sebuah konten atau sekadar untuk terlihat keren di mata teman-temannya? Siswa berani melakukan hal tersebut bisa jadi karena sanksi yang diberikan pihak sekolah selama ini terlalu lemah, atau guru tidak berdaya menghadapi siswa yang berbuat salah karena khawatir dituntut ketika menegurnya.

Perlu adanya peninjauan kembali terhadap kurikulum pendidikan kita. Dampak dari penerapan sistem sekularisme kapitalis yang mengesampingkan aturan Sang Pencipta menjadikan kebebasan berperilaku dijunjung tinggi. Manusia merasa boleh melakukan apa pun, meskipun melanggar norma kesusilaan.

Berbeda halnya dengan aturan dalam Islam. Kurikulum harus berlandaskan akidah Islam untuk mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam, yaitu pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan syariat atau aturan Allah.

Negara wajib menyaring konten digital yang merusak moral, seperti tayangan yang menampilkan pembangkangan, pelecehan, atau kekerasan. Sanksi juga harus diberikan kepada pelaku yang melanggar aturan. Sanksi tersebut berfungsi sebagai penebus dosa bagi pelaku sekaligus pencegah bagi orang lain agar tidak melakukan hal serupa. Dengan demikian, sanksi akan memberikan efek jera yang nyata.

Guru harus diposisikan sebagai sosok mulia yang mendapatkan penghargaan tinggi serta penghidupan yang layak dari negara, sehingga wibawa mereka tetap terjaga di mata murid dan masyarakat. Dengan demikian, peran negara akan selalu hadir dalam dunia pendidikan.

Jika aturan ini diterapkan, maka akan diperoleh solusi atas berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini.

Wallahu a‘lam bi ash-shawab.


Share this article via

35 Shares

0 Comment