| 24 Views

Sunyi Anak Gaza, Luka Umat

Getty Images

Oleh: Asih Lestiani

Psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, menyampaikan ke BBC Mundo bahwa setiap anak Gaza mengalami trauma. Lebih dari satu juta anak telah menderita trauma parah. Salah satu dampak trauma menyebabkan anak-anak Gaza kehilangan kemampuan berbicara. (Kompas.com, 30-5-2026)

Derita sunyi yang dialami anak-anak Gaza sampai akhirnya mereka kehilangan kemampuan bicara merupakan dampak kejahatan entitas Zionis yang terus menyerang, membunuh, dan menghancurkan Gaza. Para entitas Zionis ini membuat skenario genosida dengan tujuan agar dapat menghancurkan fisik dan mental rakyat Gaza.

Tahun demi tahun berlalu, dan hingga saat ini dunia tidak mampu menghentikan kejahatan entitas Zionis ini, kecuali sedikit bantuan kemanusiaan. Sementara penguasa muslim justru melakukan pengkhianatan terhadap perjuangan muslim Palestina. Begini nasib kita, umat Islam, ketika kehilangan perisai yang melindungi, yakni Khilafah Islam.

Saat perisai dan kepemimpinan Islam yang satu ini hilang, umat Islam bagai anak ayam yang kehilangan induknya. Umat terpecah belah oleh batas-batas imajiner dan sekat-sekat nasionalisme. Seakan lupa, padahal sejatinya kita ini satu tubuh. Ya, satu tubuh yang semestinya ketika ada satu penderitaan, maka tubuh yang lain akan merasakan hal serupa atau rasa sakit yang sama.

Sudah saatnya derita anak-anak Palestina harus segera diakhiri, tak sekadar diterapi, tetapi negeri mereka harus dibebaskan dari penjajahan Israel. Kejahatan entitas Zionis harus dilawan dengan jihad fii sabiilillah. Untuk itu, dibutuhkan institusi pemersatu kaum muslimin, yakni Khilafah yang akan mengirimkan tentaranya untuk membebaskan Palestina.

Namun, saat ini sistem Islam ini belum kembali, dan adalah tugas kita untuk memperjuangkan kembali kehidupan Islam di muka bumi ini. Sehingga, di sini kesadaran perjuangan menegakkan Khilafah sangatlah penting bagi pembebasan Palestina dan persatuan kaum muslimin dalam satu kepemimpinan Islam.

Allahu Akbar.


Share this article via

61 Shares

0 Comment