| 96 Views
Suami Adalah Pemimpin
Oleh: Aminah
Dilansir dari detik jabar (30-09-2025) Sungguh miris terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Tarajul Tasikmalaya. Seorang suami bernama Indra (28) menganiaya istrinya bernama Ai Nurhasanah (27).
Sesungguhnya kekerasan yang terjadi terhadap perempuan baik dirumah tangga, tempat kerja, dan lain-lain. Semua itu muncul karena tidak adanya perlindungan terhadap perempuan, baik dari Negara keluarga, maupun masyarakat, akibat tidak adanya pemahaman yang jelas tentang hak-hak dan kewajiban negara, keluarga, ataupun masyarakat.
Fungsi Kepemimpinan Suami Dalam keluarga
Kewajiban seorang suami tidak hanya berkaitan dengan nafkah sandang, papan, dan pangan. Tetapi sesungguhnya kewajiban penting yang harus suami tunaikan, yaitu, mendidik dan mengarahkan kewajiban-kewajiban dalam agama kepada istrinya. Sebagaimana dalam QS At-Tahrim ayat :6 ." Wahai oarang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari Api neraka yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia".
Tugas utama suami dalam keluarga adalah menjaga akidah anggota keluarganya. Keluarga ingin menjalani hari-hari dengan aman dan nyaman, pemikiran yang jernih, dengan hati yang tenang, serta dada yang lapang. Keluarga tidak ingin tertekan dan larut dalam kesedihan, bahkan gelisah dan resah. Tidak ada ketaatan yang bertepuk sebelah tangan. Tidak ada kehidupan kacau yang jauh dari harapan.
Penguatan akidah, pelurusan pemahaman, pemaknaan kejadian, pembelajaran kepasrahan, hingga tindakan yang menyamankan sangat penting dilakukan seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Maka apa pun rencana Allah yang menghampiri, keluarga bisa mengatasi dan sukses melewatinya. Ketakwaan akan menghunjam dalam dada seluruh anggota keluarga, dan kecintaan kepada islam makin mengkristal.
Tugas menjadi ibu sesungguhnya tidak mudah. Bukan berarti tidak bisa dijalankan oleh seorang perempuan. Istri sangat butuh dukungan penuh dari suami. Suami akan membuat istri merasa nyaman dan bisa menjalankan seluruh peran dan tanggung jawabnya.
Laki-laki lebih baik dari pada perempuan. Kanabian pun dikhususkan kepada laki-laki, begitu pula kepada negara, kehakiman dan lain-lain.
Dalam menjalankan kewajiban tugas suami ini tidak boleh berikap masa bodoh, keras, dan kaku terhadap keluarga. Tetapi, suami harus mengenakan perhiasan akhlak yang mulia dan penuh kasih sayang. Suami harus mendidik dan membina istrinya dengan baik, sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
" Karena disebabkan rahmat Allah swt engkau dapat bersikap lemah lembut dan lunak kepada mereka, sekiranya engkau itu adalah seorang yang kaku, keras, lagi berhenti kasar, tentu mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. "(QS Ali 'Imran; 159)
Saling Menasehati
Sangat penting sekali yang harus ditanamkan dalam diri setiap pasangan suami istri, adalah bahwa diri kita dan pasangan kita bukanlah manusia yang sempurna banyak kelemahan dan kekurangan.
Setiap pasangan suami istri tentu harus memahami bahwa saling menerima dan memberi nasehat merupakan salah satu yang dapat menambah kebahagiaan dalam rumah tangga.
Pergaulan suami istri ialah pergaulan persahabatan yang dapat memberikan kedamaian dan ketentraman satu sama lain. Jika seorang suami tidak menyukai sesuatu dari istrinya hendaklah bersabar atas istrinya, begitu pula seorang istri yang tidak menyukai sesuatu dari suaminya, maka akan menjadi pembasuh dosa-dosa keduanya.
Meski seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, seorang suami tetap menjadi penanggung jawab utama terhadap pendidikan istri dan anak-anaknya, tidak benar jika pendidikan anak hanya di bebankan kepada seorang ibu. Suamipun berandil besar untuk menentukan pendidikan anak-anaknya sehingga mereka menjadi generasi yang cerdas, beriman, kukuh, berkepribadian Islam, dan siap berjuang untuk Islam dan kaum Muslim.
Berbahagialah
Suami menunaikan tanggung jawab kepemimpinan mereka sebaik mungkin, diawali dari niat yang ikhlas untuk meraih ridho Allah swt, membingkai perjalanan dengan ilmu syari'at hingga terampil mengelola dengan sikap sabar dan dewasa. Suami terus mengkaji islam sepanjang hidupnya, maka suami yang menjadi kepala keluarga akan menentukan berbagai keputusan, membimbing, mengayomi, dan mengarahkan keluarganya. Suami akan meluruskan jika ada peyelewengan di dalam keluarganya. Jika suami tanpa ilmu yang memadai ia bisa salah dalam mengambil keputusan.
"Menjadi orang terbaik dalam memperlakukan keluarga dan pasangannya, yang terbaik diatara kalian adalah yang paling baik kepada istri-istri mereka".(HR.At-tirmidzi)
Memberi nafkah yang layak bagi keluarga akan mendatangkan pahala dan surganya. Tanggung jawab kepada seorang laki-laki untuk menafkahi orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya istri, dan anak-anaknya. Sebagaimana dijelaskan dalam (QS Al-Baqarah :23) "Dengan tanggung jawabnya ini, Allah akan mendatangkan limpahan pahala baginya.
Berbakti kepada orang tua tanpa mengabaikan anak dan istri akan mendapat ridanya. Laki-laki yang telah menikah tetap berkewajiban berbakti kepada orang tua, terutama ibunya, tetapi, suami tidak boleh mengabaikan anak dan istrinya. Bila ia bisa memenuhi seluruhnya. Allah swt akan melimpahkan pahala kepadanya. Rasulullah saw bersabda, yang paling berhak atas seorang wanita adalah suaminya, yang paling berhak atas seorang lelaki adalah ibunya".( HR. Tirmidzi)
Khatimah
Allah swt maha adil telah memberikan peran dan tanggung jawab yang luar biasa kepada perempuan dan laki-laki sesuai fitrahnya. Ketika Allah swt melimpahkan amanah dan tanggung jawab kepada laki-laki pemimpin rumah tangga, dan sebagai pemimpin dalam masyarakat. Maka pahala, rahmat, bahkan ridha Allah swt akan berlimpah kepada laki-laki yang mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinan sesuai tuntunan syarak. Maka berbahagialah para lelaki dengan pilihan yang telah Allah swt tetapkan.
Wallahualam bissawab.