| 80 Views
Seruan Jihad Solusi Tuntas Genosida Palestina
Oleh: Rosmi
Aktivis Muslimah
Penyerangan terhadap warga Gaza semakin gencar dilakukan oleh pasukan bersenjata Zionis. Tidak puas dengan pembantaian terhadap warga sipil, secara terang-terangan pasukan Zionis melakukan serangan terhadap rumah sakit dan menyerang pers yang sedang melakukan siaran langsung.
Senin 25 Agustus 2025, Zionis kembali menyerang Gaza melalui serangan udara dengan menggunakan dron, dengan target utama rumah sakit Nazzem. 15 orang termasuk paramedis dan 4 orang jurnalis dilaporkan meninggal dunia dalam penyerangan tersebut. Salah satu korban adalah Hussam al-Masri, juru kamera sekaligus kontraktor Reuters, yang tewas dalam serangan pertama. (bersatu.com, 25/8/2025).
Banyak korban berjatuhan dengara cara biadap hanya untuk mewujudkan ambisi Netanyahu dengan tujuan menguasai bumi Palestina. Sang raja iblis berwujud manusia itu menanggapi peristiwa pembantaian tersebut dengan santai dan menyebut insiden itu sebagai “kecelakaan tragis”,seraya mengatakan otoriter Israel sedang melakukan penyelidikan menyeluruh (bbc.com, 26/8/2025).
Sandiwarakah sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan Persatuan Bamgsa-Bangsa (PBB)?. Sanksi sudah dijatuhkan kepada Zionis dan perintah penagkapan terhadap perdana menteri Israel telah ditetapkan, tapi sampai hari ini Netanyahu manusia berdarah dingin itu masih tetap bergentayangan melakukan pembantaian terhadap wagra Gaza melalui tangan-tangan para militer bayarannya.
Ketidak tegasan Dewan Keamanan PBB dan bungkamnya negeri-negeri Islam harusnya menyadarkan kita bahwa Genosida Palestina tidak bisa diselesaikan dengan aturan saat ini. Di mana terlihat jelas seolah Zionis memiliki hak penuh untuk melakukan pembantaian terang-terang terhadap warga Palestina, sementara Palestian hanya bisa menerima kematian dengan ikhlas.
Mempertahankan wilayah dari keserakahan dan kebengisan kelompok perampok yang didukung negara adidaya dicap sebagai terorisme, sedangkan kelompok perampok difasilitasi dan disambut baik bahkan oleh negeri-negeri Muslim. Lebih konyol lagi disarankan untuk mengakui kelompok perampok sebagai sebuah negara dan memberikan mereka hak untuk menguasai tanah yang dirampok.
Inikah hukum dan penyelesaian yang adil? bagaimana mungkin kita mengakui dan memberikan, tanah dan wilayah kita kepada sang perampok serta mengakui mereka sebagai sebuah wilayah yang berdaulat, sementara cara mereka memperoleh wilayah tempat mereka berteduh saat ini dengan cara merampas. mengusir membunuh sang pemilik wiliyah. Adakah hukum dan penyelesaiaian yang adil untuk warga Palestina jika diserahkan pada hukum manusia saat ini? jawabannya tentu tidak, karena genosida terhadap palestina sudah berlangsung sejak tahun 1948 hingga kini, PBB dan OKI tidak dapat menyelesaikan penderitaan Palestina hingga kapanpun. karena mereka memiliki kepentingan masing-masing yang harus diamankan.
Dunia hanya bisa meyaksikan pembantaian terhadap warga Gaza, bahkan meyaksikan secara langsung saat awak pers melakukan live streaming. Bagi manusia dunia yang masih memiliki hati nurani, hanya bisa mengecam tindakan biadap Zionis dan mendoakan keselamatan warga Palestina. Atau lembaga-lembaga kemanusaan akan melakukan penggalangan dana untuk mengirikan bantuan makanan, obat-obatan dan peralatan medis bahkan tenaga medis untuk membantu Palestina.
Al-Quds milik kaum Muslimin
Zionis awalnya adalah kelompok orang-orang Yahudi yang terusir dari tanah Eropa sejak peristiwa peristiwa Holocost di Jerman. mereka diterima dengan baik dan diizinkan tinggal di Palestina atas kemurahan hati masyarakat Palestina. Mereka diberi tumpangan yang layak dan nyaman bahkan mendapatkan stempel untuk bisa menjadi warga Palestina dengan syarat tunduk kepada aturan yang berlaku. Darah penghianat dan rakus dalam nadi mereka akhirnya terbongkar dengan peristiwa Nakba 1948 dan penyerangan-penyerangan selanjutnya. Mereka yang mendapatkan stempel itu justru menyerang oarng yang telah menerima dan memberi tumpangan kepada mereka disaat seluruh dunia menolak kehadiran mereka kala itu.
Dengan dalih Palestina adalah tanah Kanaan yang dijanjikan kepada mereka ribuah bahkan ratusan tahun lalu, dengan tanpa malu dan keserakahan tinggi mereka lakukan berbagai upaya untuk menguasai tanah yang katanya dijanjikan, padahal sudah terbukti melalui tes DNA bahwa tak satupun dari mereka merupakan keterunan bangsa Israel yang selama ini mereka akui.
Al-Quds adalah negeri para nabi, wilayah suci dimana Rasulullah melakukan persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke sidratulmuntaha untuk menerima perintah sholat. Syam adalah pusat daurah Islam yang disampaikan kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril. itu berarti Al-Quds adalah wilayah Islam yang harus dipertahankan samapi akir zaman.
Kepemilikan umat Islam atas tanah Palestina Al-Quds atau bumi Syam sesuai dengan firman Allah Swt. yang artinya “ (Nabi Musa berkata) Hai kaum ku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), sehingga kamu menjadi orang-orang yang merugi”, (QS. Al-Maidah:21).
Palestina adalah tanh yang dijanjikan untuk umat yang sholeh yang beriman kepada Allah Swt. bukan kepada kaum laknat yang hanya menimbulkan kerusakan. Oleh karena Palestina adalah tanah suci yang dijanjikan untuk umat yang beriman kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw., maka membebaskan Palestina adalah kewajiban seluruh kaum Muslim. Bebaskan Palestina seperti Shalahuddin Al Ayyubi membebaskan Al-Quds dari pasukan salib. Shalahuddin mengajak kaum Muslimin untuk menyambut jihad akbar pembebasan Al-Quds 27 Rajab 583 H atau 12 Oktober 1187 M Al-Quds dibebaskan dengan kekuatan penuh seluruh kaum Muslim.
Bebaskan tanah suci Palestina dari manusia-manusia yang mengingkari Allah Swt. dan Rasulnya, seperti masa kepemimpinan Umar bin Khatab yang mengerahkan seluruh kekuatan pasukan untuk membebaskan Al-Quds dari cengkraman imperium Romawi Timur. Pada perang Yarmuk 637 M. Keuskupan Yerusalem menyerah dan memilih menyerahkan Al-Quds langsung kepada sang Khalifah Umar bin Khatab .
Kembalikan kemuliah dan kesucian masjid Al-Aqsa agar umat Islam dapat berziarah kapanpun tanpa halangan dan intimidasi kaum kafir laknatullah. Palestina yang damai dan tentram hanya dapat terwujud dengan persatuan seluruh negeri Muslim dan mengerahkan seluruh pasukannya untuk pembebasan Al-Quds. Semua ini hanya dapat terwujud dalam satu persatuan global seluruh umat Islam dalam satu kepemimpinan yang disebut Khilafah Islamiyah, dan komando jihad yang diserukan oleh sang Khalifah pemimpin tertinggi kaum Muslim.
Wallahu a’lam bish shawab