| 29 Views

Pelajaran Penting Perang AS-Iran bagi Negeri Negeri Islam

Oleh : Yeni Ummu Alvin 
Aktivis Muslimah 

Iran mengumumkan kemenangan dengan menyebutkan " kekalahan bersejarah dan telak" bagi Amerika Serikat dan rezim Israel setelah 40 hari perang, setelah Amerika Serikat mengumumkan terpaksa menerima proposal 10 poin dari Iran yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan sanksi dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut.(www.viva.co.id)

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengklaim memaksa Amerika Serikat untuk menerima rencana 10 poinnya.Sebagai bagian dari rencana tersebut, AS pada prinsipnya telah setuju untuk mencabut semua sanksi primer dan sekunder terhadap Iran dan menarik pasukan tempur AS dari semua pangkalan di kawasan tersebut, AS juga disebut telah setuju untuk menerima pengayaan nuklir Iran dan mengakui kendali berkelanjutan Iran atas Selat Hormuz, menurut dewan tersebut.(news.detik.com)

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengklaim telah meraih kemenangan mutlak setelah Washington dan Teheran menyetujui kesepakatan gencatan senjata selama 2 minggu. "Kemenangan total dan mutlak 100 persen, tidak perlu diragukan lagi"kata Trump, dikutip dari AFP, Rabu 8/4/2026 (Kompas.com).

Dari perlawanan yang ditunjukkan oleh Iran, telah membuktikan bahwa negeri Amerika Serikat dan Israel tidak sekuat yang dibayangkan dunia sebagai negara adikuasa, Iran berhasil mematahkan dominasi AS dan sekutunya, dengan serangan yang bertubi-tubi yang dilakukan Iran, berhasil menghancurkan puluhan pangkalan militer milik AS dan Israel serta melumpuhkan sistem pertahanan udara zionis.

Keberadaan AS sebagai negara super power dan selaku empunya ideologi kapitalisme yang memimpin dunia saat ini juga terbukti tidak mampu untuk memaksa negara sekutunya untuk ikut terlibat langsung dalam perang menghadapi Iran. Karena sejatinya dalam sistem kapitalis tidak ada negara yang bersekutu secara permanen, kecuali ada kepentingan yang didapatkan di dalamnya. 

Iran merupakan negara yang memiliki posisi yang strategis sebagai pusat perdagangan dan energi global, serta mengendalikan selat Hormuz yang merupakan titik krusial bagi lalu lintas minyak dunia, posisi ini yang menjadikan Iran ditakuti oleh lawan-lawannya, termasuk juga ditakuti oleh sekutu Amerika Serikat yakni penguasa Negeri muslim yang telah diikat dalam perjanjian. Beberapa penguasa muslim memilih bersekutu dengan Amerika Serikat, mereka dengan terang-terangan menormalisasi hubungan dengan negara yang melakukan penjajahan dan kejahatan kemanusiaan.Lain halnya dengan Iran yang terbukti telah mampu membuat AS kewalahan, para pemimpin Iran tidak mudah untuk ditundukkan apalagi dijadikan pelayan bagi kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, Iran bahkan lebih memilih diembargo daripada harus tunduk pada keinginan AS.

Dari perang Iran diketahui bahwasanya Negeri muslim memiliki potensi apabila bersatu, jika Iran saja mampu memporak-porandakan pertahanan AS dan Israel, maka dengan persatuan seluruh negeri muslim akan mampu menjadi kekuatan global yang baru, yang dapat membebaskan semua negeri-negeri muslim yang saat ini terpecah, tertindas, terjajah dan teraniaya karena hegemoni dari negara adidaya kafir.

Para penguasa negeri-negeri muslim saat ini harus disadarkan, bahwasanya tidak ada permusuhan yang abadi di dalam sistem kapitalisme, Yang ada hanyalah kepentingan yang abadi, sebagaimana yang dihadapi Iran saat ini, sebelumnya Iran merupakan sebuah negara yang berada di orbit kepentingan Amerika, namun saat kepentingannya sudah tidak lagi ditaati, maka AS tidak segan untuk menyingkirkannya. 

Kasus Iran harus dijadikan pelajaran bagi negeri-negeri muslim bahwasanya, umat Islam harus bersatu, karena sesungguhnya kemuliaan umat Islam itu adalah dengan kembalinya Daulah al-Khilafah Ar-Rasyidah, hanya dengan itu maka akan mampu menghentikan segala bentuk penjajahan di tanah kaum muslim, baik secara fisik, maupun pemikiran.

Dengan kepemimpinan islam maka, umat Islam akan terbebaskan dari penjajahan dan perbudakan serta penghambaan kepada manusia, dengan diterapkannya Islam maka akan terjamin kesejahteraan dan kemaslahatan seluruh umat manusia. Kemenangan yang sejati bagi umat Islam adalah kebebasan untuk melaksanakan syariat Allah SWT tanpa ada larangan tanpa ada sanksi dan tanpa ada embargo dan tanpa gencatan senjata.

Wallahu a'lam bishowab.


Share this article via

55 Shares

0 Comment