| 296 Views

Menghindari Zina Penerap Islam Kaffah

Oleh : Dewi Yuliani

Bisa kita lihat betapa mirisnya generasi kita saat ini diakibatkan hasil dari sistem yang kufur yang dimana tidak bisa menjamin generasi menjadi penerus dakwah Islam.

Perlu kita pahami terjadinya kerusakan generasi saat ini karna begitu banyak kerusakan yang dihalalkan bahkan dilegalkan oleh negara tujuannya untuk melalaikan generasi untuk tidak mengenal Islam bahkan semangkin jauh dari Islamnya sendiri.

Contohnya saja terkait pergaulan bebas yang saat ini semangkin marak ditengah - tengah generasi seperti terjadinya living together ( Hidup bersama ) yang dikemas sedemikian rupa seolah - olah itu bukan perzinnahan padahal kita sama - sama tau hidup bersama dengan seorang yang belum nikah ini sudah jelas perzinnahan yang nyata yang dimana tren inilah yang digandrungi anak zaman sekarang sehingga ini dianggap hal yang biasa hidup bersama Tampa menikah.

Tak cukup sampai disitu sesuatu yang diharamkan lainnya juga dijalankan oleh generasi saat ini. Seperti berpacaran, Budaya pacaran hari ini tidak terpisahkan dalam keseharian remaja sehingga dinobatkan sebagai simbol pergaulan modern. Seolah - olah kalau enggak pacaran dianggap enggak gaul, dibilang cupu, atau dikalungi gelar pejabat alias pemuda/pemudi zaman batu. Sampai segitunya.

Sesungguhnya, sebagai remaja muslim yang kece, kita diajari kalo panutan kita sepanjang hidup adalah Rasul Muhammad ﷺ. Malah sebagian kita dengan bangganya bilang, “Kami generasi cinta Nabi.” Itu artinya, kita siap untuk ngikutin apa yang diperintahkan Nabi dan menjauhi apa yang dilarangnya.
Allah Swt. menegaskan di dalam firman-Nya, “Apa saja yang diberikan oleh Rasul kepada kalian, ambillah. Apa saja yang dilarangnya, tinggalkanlah.” (QS Al-Hasyr: 7).

Pacaran atau enggak pacaran, bagi remaja itu pertaruhan identitas lo. Banyak yang sampai berburu pujaan hati biar dianggap eksis saat lagi ngumpul dengan Besties. Banyak juga yang maksain nyari gebetan biar enggak dibilang cupu sama teman. Apalagi menjelang Valentine Day. Gas poll

Sesungguhnya,memilih untuk tidak memilih pacaran aman-aman aja bagi remaja muslim. Malah bagus karena telah menutup salah satu pintu gerbang kemaksiatan. Tahu sendiri, pacaran itu, kan, hubungan tanpa ikatan resmi alias ilegal, apa lagi putus-nyambung di antara aktivis pacaran itu dianggap biasa. Sialnya, kebiasan itu sering terbawa dalam kehidupan rumah tangganya pada kemudian hari. Wajar jika angka perceraian terus meningkat.

Kita memilih untuk tidak memilih berpacaran juga supaya aman dari segala bentuk kerugian cinta. Mulai dari kekerasan fisik karena sang pacar posesif, cemburu, dan temperamen, aman dari kekerasan seksual yang mengarah pada zina atau pribadi yang rapuh, dan sakit-sakitan. Kita tidak mudah depresi akibat hubungan cinta yang tidak semulus jalan tol. Kita terhindar jadi korban kehamilan yang tidak dikehendaki, hingga penularan penyakit menular seksual. Malah ada yang tega menggugurkan kandungan, membunuh jabang bayi, hingga terperosok ke dalam dunia prostitusi. Ngeri!

Jadi, jangan takut bin baper memilih untuk tidak memilih. Bukannya kita tidak punya pilihan atau menafikan rasa cinta pada lawan jenis. Bukan itu. Namun, belum waktunya aja. Kalaupun sudah saatnya, tentu kita akan memilih pasangan sesuai petunjuk Rasul saw. Kemudian, menjalani hubungan sebelum duduk di pelaminan dalam ikatan khitbah (meminang) tanpa embel-embel pacaran islami.

Kalo belum siap berumah tangga, jangan mencoba-coba bermain cinta. Kenali Islam lebih dalam agar tidak salah memaknai cinta. Jadilah bagian dari komunitas jojoba alias jomblo-jomblo bahagia.
Wallahu allambshawab


Share this article via

208 Shares

0 Comment