| 52 Views
Jerat Narkoba di tengah Krisis Tujuan Hidup para Generasi Muda
Oleh : Ririn S Amd.Rad
Aktivis Dakwah Masyarakat
Sangat memprihatikan kondisi generasi muda sekarang ini, dimana telah ditemukan sebuah kasus sebanyak 15 pelajar SMP positif mengonsumsi narkoba, tepatnya di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Hal itu terungkap saat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan tes urine secara acak di SMA dan SMP di sekitar wilayah tersebut.
Setelah temuan kasus tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta kepada orang tua untuk mengevaluasi diri dengan perannya mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Menurutnya, kesalahan pola asuh orang tua juga menyumbang banyaknya kenakalan remaja yang terjadi seperti penyalahgunaan narkoba. (Suarasurabaya.net, 14/11/2025)
Adapun Jalan Kunti, selama ini memang dijuluki sebagai Kampung Narkoba di Surabaya. Di sana berjajar bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Di tempat itulah diduga kerap digunakan orang untuk transaksi narkoba hingga pesta sabu. (Cnnindonesia.com, 14/11/2025)
Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jatim, Kombes Pol M Suhanda mengatakan akan terus menelusuri asal-usul barang yang mengakibatkan 15 pelajar SMP positif narkoba. Untuk mencegah pelajar lain yang menyalahgunakan narkoba, Pemkot akan bekerja sama dengan BNN menggelar uji sampling acak ke siswa. (Kumparan.com, 14/11/2025)
Remaja yang seharusnya menjadi tonggak peradaban, kini hidup dalam ketidakpastian dan nyaris tidak punya tujuan hidup. Mirisnya lagi, di tengah kondisi krisis tujuan hidup, peredaran narkoba semakin mudah diakses oleh kalangan muda. Hal ini tidak lepas dari sistem kehidupan yang berlaku yaitu kapitalisme sekuler. Dimana peredaran narkoba sangat sistemik dan semakin merajalela di tengah masyarakat yang lemah. Begitupun negara yang mempunyai kekuasaan tidak mampu melakukan pengawasan, apalagi pencegahan. Ditambah jalur hukum yang dipakai negara saat ini tidak dapat menghentikan permasalahan tersebut. Sehingga musibah kepada generasi remaja kian bertambah.
Remaja saat ini sejatinya telah jauh dari nilai-nilai Islam sehingga melahirkan akhlak dan moral yang buruk. Remaja juga sudah kehilangan nilai keimanan dan kebahagiaan hakiki sehingga terjerumus kepada hal-hal negatif. Sudah banyak dijumpai kasus pada kalangan remaja seperti kasus narkoba, kecanduan game online, judi online, seks bebas, tawuran, hingga pinjol untuk memenuhi kesenangan dan gaya hidup.
Begitupun Negara juga abai dengan kondisi masyarakatnya karena menerapkan sistem kapitalisme sekuler yang dibangun dengan dasar kebebasan. Manusia bebas melakukan apa saja tanpa melihat lagi hukum-hukum Islam.
Lalu bagaimana pandangan Islam tentang narkoba?
Di dalam Islam, narkoba dianggap sebagai sesuatu yang haram karena dapat merusak tubuh. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan. Adapun Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba adalah sebagai berikut :
Allah Ta’ala berfirman,
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157)
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).
Begitupun Nabi Muhammad bersabda,
"Setiap yang memabukkan adalah khamr (minuman keras) dan setiap khamr adalah haram. (H.R.Muslim)
Dari sini bisa dilihat betapa Islam menjaga umat manusia dari kerusakan. Maka sangat penting bagi kita untuk menerapkan aturan Islam mulai dari tiap individu, masyarakat, hingga negara.
Khilafah adalah negara yang menerapkan sistem Islam secara keseluruhan. Dimana dalam negara Khilafah, sudah menjadi kewajiban untuk menjaga keselamatan jiwa, raga dan akal umat. Kemudian menciptakan lingkungan masyarakat yang tentram, damai dan aman.
Adapun dalam membangun para generasi, negara Khilafah menerapkan pendidikan berbasis akidah Islam agar terbentuk syakhsiah islamiah (kepribadian Islam) hingga kesadaran akan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dari sini diharapkan para generasi mempunyai tujuan hidup dan arti kebahagiaan hakiki yaitu meraih ridha Allah semata. Khilafah juga mempunyai solusi tuntas dalam masalah narkoba, mulai dari pembinaan dan edukasi tiap individu masyarakat, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, serta menghidupkan kontrol dari masyarakat dan negara. Selain itu, Khilafah juga memberlakukan sanksi yang tegas bagi para pengguna maupun pengedar narkoba, dan akan menutup semua celah masuknya barang haram tersebut di tengah-tengah masyarakat, termasuk para kalangan generasi muda.
Wallahu a'lam bish shawwab