| 297 Views

Janji Calon Pejabat Meningkatkan Pendidikan di Wilayahnya

Oleh : Susi Ummu Humay

Pada hari pertama kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2024, yang diselenggarakan di Cikoneng, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Syaikhu mengungkapkan jika terpilih jadi Gubernur Jabar periode 2024-2029, maka beliau berjanji akan menyelesaikan sejumlah persoalan dasar masyarakat. Diantaranya yaitu merendahnya moralitas anak-anak saat ini dan juga perihal kondisi perekonomian serta pengangguran di Jawa Barat. 

Syaikhu menjabarkan rencananya kelak dalam mengatasi masalah SDM, khususnya pemerintah provinsi akan serius dalam menata SMA SMK dengan lebih baik sehingga mempersiapkan anak anak memiliki skill untuk survive.

Dalam mengatasi perihal kedua, menurut Syaikhu, Jawa Barat memiliki potensi untuk mengembangkan perkonomian contohnya banyaknya industri dan luasnya lahan persawahan. (25/09/2024) Dikutip dari jabar.jpnn.com.

Pada program Berita Pilkada, pasangan calon bupati dan wakil bupati Bandung, Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan menyampaikan janjinya apabila dirinya terpilih maka akan menggratiskan sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Bandung. Syahrul berharap melaui programnya tersebut dapat mengurai masalah pendidikan di Kabupaten Bandung.  (26/09/2024) Dikutip dari MetroTV news.com

Dalam sistem kapitalisme, segala hal dilakukan agar terpilih menjadi pejabat. Bahkan mereka memberikan segudang janji manis kepada masyarakat supaya memilih dirinya. Mereka begitu percaya diri mampu mengatasi segala persoalan dalam masyarakat. Seperti masalah pendidikan, kemiskinan, pengangguran dan lain sebagainya. 

Padahal permasalahan di negeri ini bagai benang kusut. Solusi yang diberikan hanya tambal sulam semata. Contohnya dalam bidang pendidikan, tidak cukup hanya mempersiapkan anak anak agar memiliki skill saja. Sedangkan kurikulum yang diterapkan masih sekuler. Yaitu memisahkan agama dan negara. 

Agama hanya dijadikan ibadah ritual saja sehingga tidak tertanam keimanan dan ketakwaan pada diri pelajar. Akibatnya mereka sangat mudah terbawa arus negatif menjadi generasi amoral. 

Begitupun sekolah gratis tidak menjamin menjadi solusi memajukan pendidikan. Karena dalam sistem kapitalisme tidak ada yang benar-benar gratis. Negara akan tetap menarik pajak kepada rakyat. 

Begitu pula dengan masalah ekonomi, negara hanya bersifat regulator dan fasilitator. Negara berpihak kepada oligarki. Sehingga kekayaan hanya berada pada segelintir orang saja. Maka terjadi kesenjangan sosial diantara masyarakat. 

Berbeda halnya dalam islam, pejabat dipililih sesuai syarat yang disyariatkan. Yaitu selain memiliki ilmu pengetahuan, orang tersebut juga harus memiliki ketakwaan dan kapasitas dalam menjalankan hukum syara.

Pejabat dalam Islam akan bersifat warak. Mereka tidak terobsesi mengejar kepentingan dunia dan dapat dipercaya dalam menjalankan amanah. 

Rasulullah bersabda, 
"Siapa yang diamanati Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia tidak memimpinnya dengan tuntunan yang baik, maka ia tidak akan dapat merasakan bau surga.” (HR Bukhari dan Muslim).

Untuk mencetak generasi yang beriman dan bertakwa, Islam memiliki sistem pendidikan yang karakteristik berdasarkan pada prinsip-prinsip ajaran islam. Bertujuan membentuk para pelajar berkepribadian islam. Yakni memiliki pola pikir dan pola sikap Islam. 

Islam pun memiliki sistem ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sistem ekonomi Islam akan membedakan tiga kepemilikan harta yaitu individu, umum dan negara. Dengan pengaturan kepemilikan tersebut, negara mampu menyejahterakan rakyatnya. 

Maka sudah selayaknya sebagai seorang muslim kita kembali kepada sistem IsIam. Islam bukan hanya agama yang mengatur ibadah ritual saja tapi Islam adalah Ideologi untuk membangun negara agar rakyat hidup makmur dan sejahtera. 

Wallahu a'lam bish-shawwab


Share this article via

169 Shares

0 Comment