| 146 Views
Indonesia Gelap Terangi Dengan Syariat Islam
Oleh : Ermawati
Pengiat Literasi
Banyaknya mahasiswa yang turun untuk menyuarakan hak dan aspirasinya kalau saat ini negri kita sedang tidak baik-baik saja, sehingga kata yang pantas disematkan adalah Indonesia gelap, ini semua tidak hanya sekedar kata-kata namun mengandung makna yang begitu mendalam dari suara hati rakyat yang diwakili para mahasiswa mampukah Indonesia menemukan kembali cahayanya.
Sebanyak 1.623 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk mengawal unjuk rasa yang digelar aliansi dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Senin (Tangselxpress.com 17/2/25) siang.
Dari rasa kecewa, frustasi, ketidakpuasan, dan ketidak percayaan dari elemen masyarakat serta mahasiswa terhadap kinerja para pemimpin negri ini seakan-akan Indonesia gelap adalah kata yang pantas disematkan. Berbagai suara dan aspirasi telah kami sampaikan namun hasilnya nihil tak satupun direspon tapi justru sebaliknya malah kebijakan-kebijakan pemerintah yang tak sejalan dengan rakyat.
Selalu berbuat semaunya dengan dalih kebijakan melindungi namun justru rakyat tertindas dan tercekik, perekonomian yang kian menghimpit bahkan selama ini rakyat hanya di jadikan sebagai alat untuk menghasilkan uang, melalui pembayaran pajak yang cukup tinggi perekonomian yang semakin sulit dan tak berpihak kepada rakyat, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan belum lagi sulitnya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan.
Dunia pendidikan hari ini yang tak mampu mencetak dan memberikan kualitas dan kuantitas generasi yang cemerlang itu semua disebabkan karena rakyat harus dapat mengeluarkan biaya yang cukup besar bila menginginkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Begitu pula pelayanan kesehatan yang kurang terjamin bila menginginkan yang terbaik maka harus merogoh kocek yang cukup dalam karena semua yang ada saat ini oleh pemerintah dijadikan sebagai ladang bisnis dengan rakyat tak ada yang murah apalagi gratis.
Perlakuan istimewa serta keberpihakan pemerintah terhadap para investor asing atau oligarki yang hampir seluruh kekayaan alam milik rakyat dijual atau dikuasai oligarki serta pemerintah lebih membuka pekerja bagi asing dari pada rakyatnya sendiri. Belum lagi kasus korupsi yang semakin mengakar dan tumbuh subur bahkan sampai detik ini belum bisa dibasmi sehingga semakin menambah suram dan gelapnya kepemimpinan indonesia saat ini.
Rakyat bagaikan hidup sendiri dalam menghadapi setiap persoalan tanpa dibantu dan dipedulikan. Lalu apalagi yang diharapkan dari kepemimpinan saat ini jadi wajar saja jika rakyat meluapkan rasa kecewanya, inilah wajah buruk sesungguhnya dari sistem demokrasi kapitalis yang semakin terlihat betapa rusaknya sistem saat ini. Berbagai cara dan upaya mereka lakukan tidak peduli halal, haram dan tak peduli nasib rakyat selama dapat mendatangkan keuntungan sehingga tujuan dan kepentingan mereka dapat tercapai.
Jadi masihkah kita percaya dan yakin ingin terus menggunakan sistem demokrasi kapitalis yang sudah membuktikan kerusakannya diberbagai aspek kehidupan, betapa rusak dan bobroknya sistem kapitalis. Sudah saatnya umat berpikir cerdas dan pintar dalam menentukan serta memilih sistem yang akan digunakan dalam kehidupan, hanya cahaya Islam yang mampu menerangi gelapnya Indonesi karena hanya Islam sajalah yang dapat menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi saat ini.
Islam adalah agama yang Allah ridho, Islam adalah agama yang lengkap dalam mengatur hubungan manusia mulai dari bangun tidur sampai membangun negara. Semua peraturan ada didalam Islam maka dari itu hanya cahaya Islam yang mampu menerangi gelapnya negri kita saat ini, karena apapun masalahnya jalan satu-satunya dengan kembali menegakkan syariat Islam secara kafah ditengah-tengah umat.
Marilah kita campakkan hukum kufur ini menuju kehidupan Islam yang telah lama kita tinggalkan, demi tegak dan bangkitnya syariat Islam secara kafah diatas muka bumi karena hanya cahaya Islam yang mampu menerangi keseluruhan penjuru alam, sehingga kehidupan yang adil, damai dan sejahtera dapat terwujud dibawah naungan khilafah Islamiyyah.
Allahu a'lam bish-shawab