| 72 Views
Harapkan Beras Murah di Tengah Himpitan Oligarki
Oleh: Ermawati
Pegiat Literasi
Masihkah bagi rakyat bisa menikmati dan merasakan kembali swasembada pangan seperti julukan negara ini, menikmati beras murah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) fokus menstabilkan harga beras di 214 kabupaten/kota yang naik di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam paparannya, Tito mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) kenaikan harga beras di 214 kabupaten/kota pada periode minggu keempat Agustus 2025.
Pemerintah kita akan fokus minggu ini mungkin di 214 [daerah] itu, tutur Tito dalam Rakor Inflasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa. (kumparan.com 2/9/25).
Sepertinya keinginan rakyat untuk dapat menikmati harga beras murah hanyalah angan-angan saja apalagi mendapatkan beras gratis mungkin bagaikan mimpi ditengah Padang pasir yang gersang, kalau pun ada pembagian beras dengan jumlah yang terbatas sedangkan beras adalah bahan pokok utama rakyat jadi kenaikan harga beras ini sangatlah berpengaruh pada kehidupan rakyat ditengah himpitan ekonomi dan lapangan kerja yang sulit.
Sebesar apapun jumlah pasokan beras saat ini yang ada didalam negeri, pasti akan selalu ada kenaikan harga beras seperti yang telah disampaikan oleh bapak Mentri diatas bahwa akan ada usaha untuk menekan kenaikan harga beras di beberapa daerah. Berbagai upaya harus dapat dilakukan pemerintah demi tercapainya tujuan atau target sebagai negara swasembada pangan agar rakyat tidak mengalami lagi kelaparan ataupun kesulitan dalam membeli beras.
Sehingga kita bisa melihat dan menilai ternyata bukan dari jumlah pasokan beras yang dapat menentukan harga beras naik melainkan adanya tangan-tangan lain yang memang dengan sengaja memainkan harga dipasaran yang menjadikan harga beras naik, ini semua disebabkan karena distributor yang ada saat ini semua telah dikendalikan oleh asing atau para Oligarki yang berupaya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Oleh sebab itu harga beras di pasar menjadi tidak stabil, padahal negara kita ini di terkenal sebagai negara swasembada yang seharusnya rakyatnya makmur dapat menikmati beras dengan harga murah namun justru sebaliknya rakyat harus membeli beras dengan harga yang mahal itupun kwalitas berasnya masih dibawah standar. Jadi masih bisakah rakyat merasakan harga beras yang murah dengan kualitas beras yang baik sebagaimana julukan negara ini yang dikenal sebagai negara swasembada.
Ini adalah tugas pemerintah dalam melayani rakyat sebisa mungkin mengusahakan dan memberikan pelayanan serta perlindungan yang terbaik bagi rakyat, sehingga pemerintah perlu mencari solusi bagaimana caranya agar tidak terjadi kenaikan harga beras dan berusaha penuh mengupayakan untuk menstabilkan harga beras dipasaran. Karena pada siapa lagi rakyat mengadu dan meminta bantuan semua ini sudah menjadi tugas dan kewajiban pemerintah dalam mengurusi semua urusan rakyatnya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa'atku: pemimpin yang bertindak zalim (terhadap rakyatnya), dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari jalan agama".
Pemerintah harus bisa bersikap tegas terhadap asing atau para Oligarki agar tidak seenaknya mempermainkan harga dipasaran, dan juga pemerintah seharusnya tidak memberikan peluang atau kesempatan kepada asing untuk dapat menguasai dan mengelola sumberdaya alam karena semua itu adalah milik rakyat, dan haram juga bagi pemerintah bila memperjual belikannya kerena walau bagaimanapun kesejahteraan rakyat harus diutamakan diatas kepentingan pribadi agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan rakyat seperti saat ini.
Sudah saatnya rakyat sadar dengan membuka mata, telinga dan hati sehingga memiliki pemikiran yang cemerlang dapat memilih sistem mana yang lebih baik untuk dipergunakan didalam kehidupan. Tanpa ada keraguan dan paksaan siap untuk beralih ke sistem yang lebih baik yaitu sistem Islam karena hanya dengan menegakkan syari'at Islam kehidupan yang aman damai dan sejahtera dapat terwujud.
Waallahu' alam bish-shawab