| 102 Views

Generasi yang Seharusnya Penerus Peradaban Islam Rusak disistem Kapitalis Sekuler

Oleh : Ummu Aqilla
Aktivis Dakwah

Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” (Bung Karno) Kutipan di atas memberikan makna betapa dahsyatnya pengaruh pemuda. Begitulah posisi pemuda sebagai generasi yang mempunyai peranan penting dalam kemajuan bangsa.

Generasi muda menjadi pewaris dan pemegang tongkat estafet dalam memajukan bangsa. Karenanya, masa depan bangsa ditentukan oleh pemudanya. Dengan potensi dan produktifitas yang mereka miliki dapat menjadi agen perubahan ditengah-tengah masyarakat.

Masa remaja adalah masa pertumbuhan secara fisik dan mental. Di fase ini, seorang remaja cenderung sensitif dan emosional, labil dan belum bisa mengontrol perasaan secara matang. Mereka sangat mudah tersulut amarah jika terjadi peristiwa yang mengganggunya.

Maraknya kenakalan remaja saat ini memang sangat memprihatinkan. Seharusnya mereka mendapat perhatian lebih dari pihak keluarga, masyarakat, dan negara.

Namun, berbagai peristiwa kenakalan remaja saat ini bukan tanpa sebab. Faktor penyebab maraknya kenakalan remaja tidak lepas dari faktor lingkungan, pergaulan, dan sistem.

Perbuatan amoral, asusila, kriminalitas, hingga kejahatan yang subjeknya adalah pemuda, berseliweran di mana-mana. Sebut saja kasus perselingkuhan di Banten antara menantu (21 tahun) dan ibu mertuanya yang tengah viral.

Seorang anak lelaki yang seharusnya berbakti pada mertuanya dan seorang ibu mertua yang seharusnya menyayangi menantunya selayaknya anak sendiri, malah berbuat amoral. Ini bukan hanya menyakiti sang istri, tetapi juga menambah deretan perbuatan bejat yang dilakukan oleh pemuda.

Namun, saat ini fakta berbicara lain. Begitu miris hati melihat kondisi generasi muda yang jauh dari kata baik. Kekerasan, pergaulan bebas, narkoba hingga pembunuhan mewarnai kehidupan sebagian besar generasi muda, termasuk remaja.

Hari ini kita melihat pemuda muslim makin jauh dari identitas Islam. Potensi pemuda untuk membangun peradaban Islam telah dibajak menjadi sekadar tenaga kerja dan target pasar industri kapitalisme, bahkan di era digitalisasi nasib pemuda kian memprihatinkan.

Dalam sistem kapitalisme sekuler, materi ditempatkan sebagai standar kebahagiaan. salah satu buah dari penerapan sistem kapitalisme sekuler. Akibatnya hidup hanya untuk mencari harta dan kesenangan belaka.

Tidak dimungkiri bahwa lingkungan yang buruk dan tidak sehat akan berpengaruh terhadap perilaku orang di sekitarnya. Faktor lain adalah pergaulan bebas. Mereka bebas melakukan apa pun yang diinginkan tanpa ada rasa takut pada hari pembalasan.

Agar kenakalan remaja bisa diminimalisir, maka harus ada sistem sahih yang bisa membentuk pribadi generasi muda yang bertakwa, yaitu Islam. Hanya Islam yang mampu memberi solusi secara sistematik dan komprehensif.

Oleh karena itu, nasib pemuda muslim harus menjadi perhatian umat Islam. Baik bagi generasi muda maupun generasi tua. Pemuda muslim telah hilang kesadaran akalnya bahwa saat ini mereka hidup dalam keterjajahan. Diperlukan akal yang jernih dan kesadaran politik yang sempurna dari umat Islam untuk menyingkap bentuk penjajahan ini. Tidak hanya pada tataran teknis, tetapi harus paradigmatik.

Melihat potret menyedihkan pemuda hari ini, umat Islam harus segera menyelamatkan mereka agar tidak terus menerus menjadi korban sistem kapitalisme. Aktivis dakwah Islam harus berupaya mengembalikan akal dan kesadaran mereka sebagai hamba Allah. Umat Islam harus bersatu membangun visi politik bersama dengan pemuda mewujudkan generasi khayru ummah. Umat harus mampu menggambarkan bahwa Islam adalah sebuah tawaran dan solusi, bukan beban. Tentu agar pemuda bisa berubah menuju lebih baik, lebih kritis, dan tidak mudah terbawa arus penjajahan ideologi kapitalisme.

Rasulullah saw. telah membuktikan keberhasilan thariqah dakwah yang istikamah dan istimraar dalam membina para pemuda di tengah arus jahiliah kemusyrikan. Insyaallah, pada saatnya nanti Allah akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita, sebagaimana dulu terpilih sejumlah pemuda terbaik untuk berdakwah bersama Rasulullah saw. hingga mampu menghantarkan pada kemenangan.

Islam memandang bahwa keimanan, ketakwaan, dan akidah yang kokoh merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh setiap individu-individu muslim.

Khilafah Islamiyah adalah sistem yang menjadikan syariah sebagai rujukan mutlak. Ia hadir bukan hanya untuk memberi bantuan, tapi juga mendidik umat, menegakkan hukum, dan menjaga masyarakat dari kerusakan.

Di sisi lain, sanksi yang tegas dalam sistem Islam akan mampu meminimalisir maraknya kenakalan remaja dan tindak kriminal lainnya. Di sinilah pentingnya negara  menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan dalam naungan khilafah.

Wallahu a'lam bishawab.


Share this article via

45 Shares

0 Comment