| 315 Views
Bulan Rajab, Bulan Kemuliaan Isi Dengan Amal Shalih Wujudkan Kemuliaan Kaum Muslim
Oleh : Zahrah
Aktivis Dakwah Kampus
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram (mulia) dalam penanggalan Hijriyah. Pada Bulan ini, Umat Islam diperintahkan untuk melakukan banyak amal shalih. Sebab melakukan amal shalil, pahalanya berlipat ganda. Untuk itu kaum muslimin diharapkan menabung pahala sebanyak-banyak di bulan haram ini. Bulan haram adalah bulan suci yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah: 36).
Pada bulan haram, kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, seperti berpuasa, salat sunah, zikir dan doa, tilawah Al-Qur’an, sedekah dan sebagainya. Memperbanyak amal saleh saat bulan Rajab juga dalam rangka menguatkan ketaatan dalam menyambut Ramadan, bulan yang memiliki satu malam yang lebih utama dari 1.000 bulan. Memulai dari membiasakan diri sejak masuk Rajab adalah dalam rangka membangun habits kebaikan selama bulan ramadhan, tujuannya mendapatkan pengampunan Allah saat Ramadan dan menggapai kemuliaan lailatulkadar yang dinantikan.
Para ulama menjelaskan, meraih sukses saat Ramadan itu tidak serta-merta. Butuh adanya persiapan. Mereka memulainya dari Rajab dan Syakban. Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi berkata, “Rajab itu adalah bulan menanam. Syakban itu adalah bulan menyirami tanaman. Ramadan adalah bulan memanen.
Sebagaimana doa yang senantiasa dipanjatkan ketika masuk bulan Rajab: " Ya Allah berkahilah kami dibulan rajab dan bulan sya'ban dan pertemuankanlah kami dengan bulan Ramadhan."
Salah satu amal shalih yang utama hari ini, adalah berdakwah membangun kesadaran umat untuk mewujudkan kemuliaan umat Islam. Hari ini potret umat Islam sebagai umat terbaik belum terwujud. Justru umat Islam hari ini banyak menghadapi krisis multidimensi. Termasuk penjajahan Palestina yang masih terus berlangsung. Banyaknya kemaksiatan yang dilakukan oleh kaum muslimin hari ini. Berbagai problematika kehidupan yang sistemik terus menghantui kaum muslimin. Mulai dari segi pendidikan, ekonomi, hukum, hingga peraturan negara yang selalu merugikan masyarakat.
Awal tahun ini saja pemerintah resmi menaikan PPN sebanyak 12 persen. Hal itu tentu semakin menambah kesulitan hidup masyarakat. Terutama kalangan menengah ke bawah, yang semakin hari semakin merasakan himpitan biaya hidup. Pada akhirnya angka kemiskinan terus bertambah. Sejalan dengan itu kejahatan juga terus meningkat setiap harinya.
Penyebab utamanya adalah penerapan sistem sekuler kapitalis yang meniadakan peran pencipta dalam mengatur kehidupan. Sistem kapitalis sekuler telah nyata menyengsarakan kaum muslimin.
Kaum muslimin kehilangan perisainya (pelindung). Pada akhirnya Palestina ternodai, muslim didiskriminasi seperi muslim Uighur, Rohingya, India dan negeri-negeri muslim lainnya.
Untuk itu, aktivitas menegakkan kembali khilafah adalah kewajiban sebab dengan khilafah semua syariat islam akan diterapkan secara kaffah. Dalam ilmu usul fikih terdapat kaidah, “Ma laa yatimmul wajib illa bihii fa huwa wajib,” suatu kewajiban yang tidak akan sempurna, kecuali dengan suatu perkara, maka perkara itu juga menjadi wajib. Sayangnya, masih banyak di antara umat Islam yang tidak memahami terkait kewajiban ini, bahkan menolaknya.
Kemuliaan Islam akan terwujud ketika syariat Islam diterapkan, dan penerapan syariat secara kafah hanya mungkin terwujud ketika tegak Khilafah islamiyah.
Umat wajib dibangun kesadarannya akan kewajibannya untuk menegakkan Khilafah. Karena tegaknya Khilafah adalah perintah Allah dan Rasul-Nya agar kehidupan Islam bisa terwujud. Upaya membangun kesadaran umat adalah kewajiban setiap muslim. Untuk itu, perlu mendakwahkan islam secara ideologis. Menyampaikan kepada umat tentang sistem islam yang terbukti selama 13 abad mampu mendatngkan Rahmat untuk seluruh alam, mampu menyejahterakan umat.
Akan tetapi aktivitas dakwah bukanlah perkara mudah, ditengah penerapan sistem sekuler kapitalis yang tidak akan membiarkan khilafah kembali tegak. Apalagi umat sudah tercekoki dengan pemikiran sekuler kapitalis. Oleh karena itu, dakwah perlu jama'ah yang senantiasa istiqomah mendakwahkan islam ideologis. Karenanya, kaum Muslim membutuhkan keberadaan kelompok dakwah Islam ideologis agar tujuan dapat segera terwujud. Kelompok dakwah inilah yang akan memimpin umat menapaki jalan dakwah sesuai tuntunan Rasulullah saw. menuju tegaknya khilafah Islamiyah ala minhajin nubuwwah.