| 38 Views

Bayang-Bayang PHK, Menghantui Para Pekerja

Sumber : VIVA.co.id/Andrew Tito

Oleh: Haryani, S.Pd.I
Pendidik di Kota Bogor

Gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) menghantui para pekerja saat ini, di tengah maraknya PHK yang terjadi di beberapa perusahaan. Salah satu kasus PHK baru-baru ini terjadi di sebuah perusahaan manufaktur di Depok, Jawa Barat, PT Xacti Indonesia, yang berdampak sejumlah 350 karyawannya terpaksa dirumahkan (di-PHK).

Kabar penutupan pabrik dan PHK buruh itu diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.

Said Iqbal mengatakan penyebab utama PT Xacti Indonesia tutup dan PHK lantaran kondisi ketidakpastian global dan dalam negeri. Akibatnya, perusahaan tak kuat lagi beroperasi.
(CNN Indonesia, Selasa, 26 Mei 2026)

Ancaman PHK saat ini bukan hanya terjadi di perusahaan tersebut. Sebelumnya, terjadi juga penutupan pabrik dan PHK massal di perusahaan Bata Indonesia, perusahaan sepatu terbesar dan terlama, sebanyak 3.000 karyawannya terpaksa dirumahkan.

Di era kapitalis saat ini, benturan ekonomi menjadi salah satu hal yang tidak bisa ditebak. Apalagi ditambah dengan susahnya mencari lapangan pekerjaan, inflasi rupiah terhadap dolar semakin tinggi, belum lagi biaya hidup makin meroket, menambah panjang catatan masalah yang menjadi PR pemerintah. Alih-alih rakyat tersejahterakan, yang ada malah makin menderita.

Akar Masalah PHK

PHK adalah buah logis dari sistem kapitalisme yang menjadikan buruh sebagai komoditas. Di saat persaingan kerja semakin ketat, satu lowongan pekerjaan bisa dilamar oleh ribuan orang.

Di sistem ini juga memusatkan modal pada segelintir orang sehingga lapangan kerja menjadi terbatas, bukan karena kurangnya kebutuhan kerja, melainkan karena hanya dibuka jika menguntungkan pemilik modal. Di sinilah kekuatan uang berpengaruh terhadap jalannya usaha. Semakin banyak modal yang dimiliki, semakin mudah pula alur perjalanan usaha tersebut, baik dari sisi produksi, urusan perizinan, bahkan terhadap perekrutan tenaga kerja.

Begitu juga peran pemerintah di sistem kapitalisme, hanya melindungi para pemilik modal. Ketika gelombang PHK melanda, paling banter hanya menawarkan jejaring pengaman sosial. Lagi-lagi para buruhlah yang dirugikan.

Betapa pelik persoalan yang terjadi pada sistem kapitalisme saat ini. Masalah buruh dan gelombang PHK yang belum usai, ditambah dampak yang terjadi akibat PHK tersebut. Yang paling rentan adalah kasus tindakan kriminalitas, seperti mencuri, membunuh, atau bahkan bunuh diri. Sungguh, dari satu masalah akan menjadi cabang-cabang masalah lainnya.

Islam Hadir sebagai Solusi

Di dalam agama Islam, tidak ada satu pun masalah tanpa solusi. Islam mengatur semua aspek kehidupan, baik secara individual, masyarakat, maupun negara. Islam hadir sebagai solusi tuntas yang memuaskan akal, sesuai fitrah manusia, dan menenteramkan hati.

Dalam hal masalah yang berkaitan dengan ekonomi, khususnya tentang PHK, Islam mengatur dan menjamin semua rakyatnya bekerja mencari nafkah. Karena mencari nafkah adalah sebuah kewajiban seorang kepala rumah tangga, maka semua rakyat berkewajiban untuk menunaikannya, dan negara wajib untuk menyiapkan lapangan pekerjaannya.

Dalam sistem Islam, semua perputaran ekonomi wajib terbebas dari riba dan praktik-praktik yang diharamkan. Sistem ekonomi Islam akan memutus rantai ketergantungan pada modal kapitalis. Dalam sistem Islam, negara akan membangun struktur kepemilikan yang mencegah monopoli dan ketimpangan. Distribusi kepemilikan yang adil akan menciptakan ekosistem ekonomi yang luas dan beragam. Sehingga, perputaran uang dan kekayaan tidak hanya berputar di para kapital saja, tapi di seluruh rakyat.

Adanya Baitul Maal yang merupakan pusat kekayaan daulah menjadi sebuah solusi keuangan negara, di mana distribusi kekayaan negara merata bagi seluruh negeri daulah. Salah satu distribusi yang akan dirasakan langsung oleh rakyat adalah terkait pendidikan dan kesehatan. Negara akan memberikan fasilitas gratis bagi seluruh rakyat tanpa melihat strata sosial.

Di sinilah peran negara yang sesungguhnya, sebagaimana dijelaskan di dalam hadis sahih:

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.”
(HR. al-Bukhari)

Wallahu’alam.


Share this article via

50 Shares

0 Comment