| 34 Views
Anak-anak dan Bahaya Tren Viral di Era Digital
Oleh: Raina Syam
Seorang anak SD di Lombok timur meninggal karena mengalami cedera leher patah diakibatkan karena melakukan gerakan freestyle yang viral dan terinspirasi dari game online. Kabar ini sangat memprihatikan karena ternyata pengaruh sosial media begitu menakutkan. (KumparanNews 07-05-26)
Tanpa memahami resiko dan akibat dari melakukan gerakan tersebut anak-anak yang tau itu hanya hiburan dan tantangan akhirnya melakukan itu.
Kejadian ini menjadi alarm bagi orang tua, lingkungan, dan pendidikan tentang bagaimana internet begitu punya pengaruh luar biasa bagi tumbuh kembang anak-anak.
Pada faktanya, anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan gawai, media sosial, dan game-game. Banyak orang tua yang memberikan gawai dengan alasan agar mereka tenang dan kondusif padahal bahaya besar di balik gawai sedang mengintai, ditambah tidak ada nya kontrol dan pendampingan dari orang tua sehingga membuat anak-anak mudah mengakses apapun.
Anak-anak adalah peniru ulung, mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka akan cenderung meniru apa yang dianggapnya menarik dan menyenangkan tanpa melihat akibatnya. Yang dalam usia nya mereka belum bisa menimbang mana yang baik dan buruk. Inilah kenapa pengaruh internet terhadap anak-anak begitu besar dan tidak bisa dianggap kecil.
Dalam pandangan islam, anak-anak yang masih belum baligh tidak di bebankan tanggungjawab hukum secara penuh karena akal nya yang belum sempurna. Disini lah tanggung jawab orang tua untuk mendidik, menjaga, dan membimbing anak-anaknya. Anak-anak adalah amanah yang Allah berikan yang kelak akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Bagaimana kita mendidiknya, menjaganya, dan membimbingnya.
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)
Firman di atas menegaskan bahwa tugas orang tua bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan makan dan pakaian anak-anaknya saja tapi juga menjaga anak-anaknya dari keselamatan akidah, akhlak, mental, dan fisik mereka.
Sungguh disayangkan karena saat ini banyak orang tua yang banyak yang belum tahu bahaya besar dari pengaruh media digital terhadap anak. Anak-anak banyak yang menggunakan handphone tanpa pengawasan orang tua, mereka bebas membuka aplikasi manapun. Mereka bebas membuka sosial media, bermain game berjam-jam, atau menonton video yang saat ini kebanyakan isinya bukan mendidik tapi merusak.
Tanpa pengawasan mereka akan lebih mudah menyerap pengaruh negatif dari internet dibanding nasihat dari orang tua. Bisa kita lihat disekitar kita bagaimana anak yang sering terpapar media digital perilaku dan tingkahnya. Mereka cenderung lebih rentan emosional dan membangkang.
Selain keluarga, lingkungan pun sangat berpengaruh dalam pembentukan perilaku anak. Teman sebaya yang menjadi faktor pendorong munculnya perilaku ikut-ikutan demi dianggap keren dan berani. Ditambah lingkungan yang tidak aware dengan perilaku anak-anak yang membahayakan.
Harusnya masyarakat sekitar menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Dalam islam tanggung jawab pendidikan anak di beban kan pada 3 pilar, yaitu: Keluarga, masyarakat, dan negara. Ketiganya harus saling mendukung agar terciptanya generai yang kuat dan berakhlak mulia.
Peran negara juga penting untuk melindungi anak-anak dari pengaruh media digital. Saat ini pembatasan terhadap konten berbahaya masih kurang efektif.
Anak-anak masih mudah mengakses tayangan yang mengandung kekerasan, tantangan berbahaya, bahkan perilaku tidak bermoral. Dan harusnya negara punya aturan tegas mengenai penyebaran konten yang merusak generasi.
Negara juga harus memperbanyak konten edukatif, islami, dan ramah anak agar media digital menjadi sarana yang bermanfaat bagi anak.
Islam sangat menjaga keselamatan jiwa manusia. Dan menjaga nyawa termasuk salah satu tujuan utama syariat islam. Karena itu segala hal yang dapat membahayakan keselamatan generasi harus di cegah dari awal.
Anak-anak membutuhkan kasih sayang, perhatian dan pendidikan yang serius agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.
Dengan kasus ini sebagai orang tua harus menjadikan ini pelajaran agar lebih memperhatikan dan menjaga anak-anak dari pengaruh media digital yang berpengaruh negatif. Lingkungan masyarakat yang juga lebih aware dengan tingkah laku anak yang membahayakan. Dan negara wajib memberikan perlindungan nyata kepadanya rakyatnya terlebih generasi muda agar terhindar dari bahaya media digital yang merusak.
Jika tiga pilar ini menjalankan peran nya dengan baik dan benar niscaya akan tercipta generasi yang cerdas, kuat iman, baik kepribadiannya dan berakhlak mulia. Generasi inilah yang akan membawa kebaikan untuk umat.
Wallahu'alam bishawab