| 47 Views

Zionis Makin Brutal, Dunia Harus Sadar: Two State Solution Bukan Harapan Gaza

Oleh : Fhina Noviyanti
Aktivis Dakwah
 
“Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS Al-‘Isra: 4).
 
Begitulah Allah menggambarkan sifat orang-orang Yahudi yang dalam kehidupannya selalu membuat keonaran dan menyombongkan diri, sebagaimana keadaan Penjajah Israel hari ini yang tidak pernah habisnya membuat kerusakan di tanah Palestina hingga menggagalkan setiap usaha dunia yang berpihak pada Palestina. Mata dunia telah terbuka lebar tentang keberpihakannya dalam mendukung Palestina, lautan manusia dari berbagai negara sebelumnya sudah mengadakan Global March to Gaza yang merupakan bentuk ketidakrelaan manusia melihat genosida yang dilakukan Zionis terhadap Gaza, dalam tingkat internasional juga 136 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Negara Palestina, namun hal itu tidak juga menghentikan badai pembombardiran Palestina. 
 
Disusul dengan Global Sumud Flotila, yang menggambarkan semakin kokohnya mata dunia dalam penyelamatan Gaza, Gaza yang saat ini sengaja dilaparkan oleh Zionis yang membatasi distribusi akses kemanusiaan akhirnya kembali menggetarkan persatuan kepedulian dunia. Lewat jalur laut, 65 kapal dari 44 negara konvoi menembus blockade menuju Gaza untuk membawa misi berupa menyebarkan kebutuhan kemanusiaan berupa makanan, minuman, obat-obatan dan lainnya. Namun, dalam aksi tersebut lagi-lagi kebengisan Zionis memuncak, mereka mengacaukannya. Beberapa drone tak dikenal telah dikerahkan untuk memantau pergerakan global tersebut (1/9/2025) (Republika).
 
 
Dunia Harus Sadar Watak Bengis Zionis
 
Zionis tidak akan membiarkan keberpihakan dunia pada Gaza, juga tidak hanya pengerahan drone pada Armada Global Sumud Flotila, Zionis melakukan penyergapan kebeberapa awak kapal, mengintimidasi kapten kapal, bom drone beracun yang mengakibatkan aktivis keracunan dan menangkap beberapa aktivisnya (gazamedia.net). Adanya penyerangan aktivis Sumud Flotila tentu mengundang kemarahan dunia dan semakin membuka mata dunia tentang kebengisan Zionis. Di dalam negeri Aktivis Bandung SJP (Students for Justice in Palestina) mengadakan Solidarity with Sumud Flotila sebagai bentuk dukungan kemanusiaan yang dilakukan aktivis Global Sumud Flotila dan mendorong peran rakyat dan pemerintah Indonesia pada isu kemanusiaan global agar bias terus aktif menyampaikannya pada tingkat internasional (jabarekspres.com).
 
Dibelahan Negara lain, ribuan orang turun ke jalan misalnya di Roma, Milan, dan Naples di Italia; Madrid di Spanyol; Istanbul di Turkiye; dan Buenos Aires di Argentina. Massa mengutuk tindakan Israel dalam pencegatan Sumud Flotila sekaligus menuntut Palestina merdeka. Artinya, Dunia telah berpihak pada Palestina, mulai dari kalangan Gen-Z hingga lanjut usia. Namun, ada hal yang perlu dunia sadari terkait watak asli Zionis yang bengis. Dari banyaknya rangkaian intimidasi Zionis menghabisi nyawa wanita, bayi-bayi tak berdosa, melaparkan warga Gaza hingga data terbaru syuhada mencapai 67.983 jiwa (spiritofaqsa.or.id) dan intimidasi pada setiap pergerakan kemanusiaan yang terus dilancarkan merupakan watak asli Zionis yang hanya paham dengan bahasa perang. Dunia telah menyaksikan yang dilakukan Zionis adalah penjajahan yang dilegalkan, usaha membersihkan suatu etnis, ini jelas kebiadaban yang tidak cukup dilawan dengan kecaman atas tindakan Zionis. 
 
 
Tidak Berharap pada Two State Solution
 
Derita Gaza adalah derita seluruh kaum muslim, karena itu setiap muslim wajib menjaga perhatian, pembelaan dan pertolongan pada Muslim Gaza. Kita semua perlu membebaskan pemikiran kita dalam memberikan solusi atas derita Gaza, terutama sadar akan Two States Solution adalah solusi pengkhianatan yang tak diharapkan oleh Muslim Gaza. Sebagaiman kita ketahui, pada Sidang Umum ke-80 PBB Presiden Prabowo menyampaikan kesiapannya untuk mengakui keberadaan negara Israel dan mendukung penyelesaian krisis di Gaza adalah dengan solusi dua negara. Pidato ini jelas harus kita tolak, karena entitas Yahudi adalah penjajah yang sangat tidak perlu diakui oleh dunia, keberadaanya di tanah Palestina adalah illegal. Karena tanah Plaestina adalah tanah kaum muslim yang telah berdisi semenjak Kekholifahan Umar bin Khatab ra sejak tahun 637 M.
 
Membiarkan solusi dua negara sama saja mencederai keadian bagi warga Gaza. Wilayah yang telah dirampas harta dan nyawanya harus berbagi wilayah dengan penjajahnya adalah hal yang tidak adil bagi Gaza, disamping itu Israel bisa hidup tenang tanpa ada sanksi tegas. Jadi, sangat keterlaluan jika kita semua mengikuti pengakuan eksistensi negara Israel. Setuju dengan solusi dua negara sama halnya dengan membiarkan penjajahan Palestina secara permanen, karena sifat penjajah Israel hanya bisa dengan bahasa perang. Selain itu solusi dua negara jelas ditolak oleh Netanyahu, karena etnisnya tak mau ada pihak yang mendukung eksistensi Palestina, atau dengan kata lain, Netanyahu dan sekutunya menginginkan kepemilikan Palestina seutuhnya.
 
 
Tanah dan Jiwa Muslim Aman dengan Islam
 
Potret Gaza hanyalah salah satu bukti keterpurukan muslim karena tidak adanya Junnah yang kuat. Banyak potret terintimidasinya muslim-muslim di belahan dunia lain. Hal ini jelas tidak akan terjadi apabila tanah Muslim dilindungi dalam naungan Islam, misalnya saja di masa Nabi SAW, Nabi SAW sebagai kepala negara sangat memperlihatkan kewibawaan dan ketegasan kepada entitas Yahudi Bani Qoinuqo akibat melakukan pengkhianatan perjanjian pada kaum muslim dan melecehkan seorang muslimah. Dengan Islam, tidak hanya memberikan keberkahan pada tanah kaum muslim, namun juga menjamin kemanan satu nyawa. Satu nyawa terbunuh sama seperti membunuh seluruh nayawa di dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i:
 
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ
Artinya: "Kehancuran dunia ini lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang muslim."
Islam telah menghukumi solusi dua negara menjadi suatu hal yang diharamkan dan mencederai syariat. Solusi tersebut telah bertentangan dengan nash quran, dalam Islam Allah telah menghalalkan peperangan untuk melawan bang sa penjajah yang berusaha mengusir dan memerangi kaum muslim, sebagaimana firman Allah:
وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ
Artinya: “Perangilah mereka di mana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (S Al-Baqoroh: 191).
 
Harapan Jihad Hanya pada Islam 
 
Maka hanya dengan kekuatan Islamlah bahasa perang Israel dapat terlaksana. Berdasarkan ayat di atas menandakan bahwa perang adalah fardu kifayah yang harus dilakukan melawan penjajahan, seperti yang terjadi hari ini di Gaza. Namun, sayangnya tak ada satupun negara atau pemimpin negara yang mampu melaksanakan perintah dan kewajiban dari Allah SWT.  Sebagian dari mereka malah menjadi pengkhianat ditengah krisis Palestina dan mengulurkan tangannya untuk tetap menjaga hubungan baik demi berlangsungnya kepentingan politik. 
 
Jelaslah krisis Palestina tidak akan terselesaikan jika dunia tidak dipimpin oleh syariat Islam dan kepemimpinan Islam, hanya dengan Islamlah kekuatan militer dapat dikerahkan untuk menghanguskan entitas yahudi dari Palestina. Dalam mewujudkan jihad, umat Islam butuh kepemimpinan politik global yang memegang teguh syariat-syariat Allah dalam penjagaan kaum muslim. Kepemimpinan global itu adalah khilafah, sistem kepemimpinan pengganti yang dijalankan oleh para sahabat. Khilafah akan mengakomodir persatuan umat Islam di berbagai belahan dunia yang diikat dengan kekuatan akidah dan syariat.
 
Dengan demikian kemuliaan Palestina hanya akan ada bersama Islam, Islam dengan sistem kepemimpinan khilafah akan menghapus penjajah Zionis. Kehidupan, nyawa dan kesejahteraan warga Palestina pun akan terwujud dengannya, sebagamana terwujudnya keamanan Palestina di zaman Kekhilafahan Islam. Siapapun yang mendukung pembebasan Palestina harus siap menyuarakan kembali tegaknya Islam untuk memimpin dunia.
 
Wallahu’alam.

Share this article via

20 Shares

0 Comment