| 389 Views

Warga Gaza Sangat Menantikan Kedatangan Tentara Militer Yang Dipimpin Khalifah

Oleh : Yeni Ummu Alvin
Aktivis Muslimah

Kondisi di jalur Gaza semakin memburuk setelah Israel melumpuhkan jaringan telekomunikasi di pusat pengungsian pada Kamis ( 18/9/2025). Pemadaman akses internet ini merupakan strategi militer zionis Israel bersamaan dengan masuknya tank-tank Israel ke jantung kota Gaza untuk melakukan manuver darat. Menurut pernyataan resmi Perusahaan Telekomunikasi Palestina (Patel), layanan telekomunikasi lumpuh akibat pengeboman terhadap rute jaringan inti. Bagi warga sipil, dampaknya sangat besar. Pemadaman internet dan telepon membuat keluarga terpisah tanpa kabar, lembaga kemanusiaan kesulitan memantau korban dan rumah sakit terhambat berkoordinasi dalam mengevakuasi pasien. (Kutip sumber tribunnews.com).

Para pemantau hak asasi manusia menyatakan pemadaman komunikasi yang dilakukan Israel bersifat sistemis, bertujuan untuk mengisolasi Gaza. Hal ini bukanlah kebetulan melainkan bagian dari kebijakan yang disengaja untuk membungkam wilayah kantor tersebut dan menghalangi pengawasan dari luar. Monitor hak asasi manusia euro Mediterania telah melacak lebih dari selusin pemutusan komunikasi total sejak Oktober 2023. Lembaga itu menggambarkannya sebagai upaya sistemis untuk mematikan lampu di Gaza dan menutupi pelanggaran di lapangan.

Kebrutalan tentara Israel telah menewaskan lebih dari 65.100 warga Palestina sejak Oktober 2023. Kebiadaban zionis semakin membabi buta, tidak cukup dengan melancarkan serangan terhadap warga Gaza, menghancurkan bangunan, fasilitas umum dan lainnya, namun juga melumpuhkan jaringan komunikasi serta melakukan penembakan kepada jurnalis untuk membungkam agar berita tentang kondisi Palestina tidak sampai ke dunia luar. Selain itu kampanye militer yang dilakukan di wilayah kantong tersebut telah memaksa penduduknya hidup dalam kelaparan dan keterbatasan.

Sementara itu tentara militer zionis juga telah mengumumkan pembukaan jalur transportasi sementara melalui jalur Salah al-Din untuk memberikan kesempatan kepada warga Gaza untuk meninggalkan wilayahnya. Hal ini merupakan upaya yang dilakukan zionis untuk mengosongkan wilayah tersebut demi mempercepat migrasi militernya, sejak diumumkannya rencana zionis untuk menguasai kota Gaza, diperkirakan ratusan ribu warga telah mengungsi. Pembukaan jalur Salah al-Din, merupakan pencitraan yang dilakukan zionis dalam menepis tuduhan komunitas internasional yang menyatakan bahwa zionis sama sekali tidak peduli dengan keselamatan warga sipil Gaza.

Semakin hari kebiadaban zionis semakin menjadi-jadi, sekalipun negara-negara di dunia mengecam dan mengembargo, Israel tetap bergeming. Belgia menerapkan larangan impor dari Israel. Spanyol mengubah embargo senjata de facto yang berlaku saat ini menjadi undang-undang dan melarang kapal serta pesawat yang membawa senjata ke Israel untuk berlabuh di pelabuhan Spanyol atau memasuki wilayah udaranya. Norwegia akan melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Israel. Uni Eropa berencana memberi sanksi kepada Menteri sayap kanan dan menangguhkan sebagian elemen perdagangan dari perjanjian dengan Israel. Di Hollywood surat penyeruan boikot terhadap perusahaan, festival dan penyiaran Israel telah ditandatangani oleh lebih dari 4000 orang dalam sepekan. Demikian juga di bidang olahraga, balap sepeda dan catur, bahkan sekjen PBB mengingatkan dunia tak boleh terintimidasi oleh Israel.

Namun pada faktanya sampai saat ini Israel tetap bergeming dengan gelombang boikot, karena Israel telah menetapkan tujuan akhirnya dalam Protokol Zionis iya itu membangun negara Israel Raya dengan menjadikan Palestina sebagai pusat kekuasaannya. Dan untuk mewujudkan tujuannya Israel juga didukung penuh oleh negara nomor satu dunia yaitu Amerika Serikat, tempat di mana para kapitalis dunia yang terafiliasi kepada gerakan zionis bermukim.

Dari hal ini seharusnya umat mengerti bahwasanya dalam sistem kapitalisme, boikot hanyalah lipstik politik, kerjasama dengan Yahudi tetap berjalan secara rahasia selama masih saling menguntungkan. Sungguh kejahatan perang yang dilakukan Israel tidak akan berhenti hanya dengan kecaman, menanti solusi dari sistem kapitalisme hanyalah ilusi, saat ini warga Gaza sangat menantikan tentara Islam yang akan membebaskan negerinya dan negeri-negeri Muslim lainnya tentunya dengan tentara yang dikomandoi oleh seorang Khalifah.

Sepanjang sejarah Islam, Yahudi adalah kaum yang paling keras permusuhannya kepada kaum muslimin. Allah telah menjelaskannya dalam Quran surah Al-maidah ayat 82 yang artinya " sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik". Telah jelas di sini bahwa zionis adalah kaum kafir yang layak diperangi secara terang-terangan karena mereka telah memerangi kaum muslim juga secara terang-terangan bahkan membabi buta, untuk menghadapinya bukanlah dengan jalan gencatan senjata, walaupun solusi dua negara, mengevakuasi warga Gaza juga bukanlah solusi, karena akar permasalahan yang terjadi di sana adalah penjajahan, yang namanya penjajahan solusinya hanyalah dengan mengusir penjajah dari bumi yang dijajahnya. Untuk itu jihad lah solusinya.

Hanya dengan pengiriman militer untuk membebaskan Gaza dan tanah Palestina, dengan bersatunya kekuatan militer yang dimiliki negeri-negeri muslim, dibawa komando seorang penguasa muslim merupakan solusi yang sangat dinantikan umat Islam saat ini terutama warga Gaza, Palestina. Sebagaimana dulu jihad yang pernah dilakukan oleh pasukan muslim di bawah pimpinan Salahuddin Al Ayyubi dalam membebaskan Palestina dari pendudukan kaum kafir. Hanya Khilafah 'ala minhajinubuwwah yang akan mampu melumpuhkan Israel dan membebaskan Gaza, Palestina dan seluruh manusia dari makar jahat kaum zionis Israel.

Wallahu a'lam bishowab.


Share this article via

45 Shares

0 Comment