| 328 Views

Urgensi Kembali ke Sistem Islam, Solusi Gaza dan Muslim Sedunia

Oleh : Yuliana, S.E.
Muslimah Peduli Umat

Jumlah korban tewas Palestina di Jalur Gaza meningkat menjadi 56.412 orang, dengan 133.054 orang lainnya terluka sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, hal ini disampaikan otoritas kesehatan Gaza pada hari Sabtu (28/6). 

Dalam 24 jam terakhir, serangan Israel merenggut 81 nyawa warga Palestina dan menyebabkan 422 orang lainnya terluka.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah menyepakati kesepakatan rencana untuk mengakhiri perang di Gaza. Seperti dilaporkan Israel Hayom, Kamis (26/6/2025), Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyepakati rencana gencatan senjata di Gaza yang akan diterapkan dalam tempo dua pekan ke depan.

Dilaporkan, bahwa tujuan utama Trump dan Netanyahu dari gencatan senjata di Gaza adalah percepatan dengan negara-negara Arab, sebagai bagian dari perluasan Abraham Accords.

Menurut laporan Israel Hayom, berikut poin-poin kesepakatan terkait gencatan senjata di Gaza. Perang di Gaza akan berakhir dalam dua pekan. Syarat pengakhiran perang akan termasuk masuknya empat negara Arab (termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab) yang akan memerintah Jalur Gaza untuk menggantikan Hamas.

Beberapa negara akan menerima banyak dari warga Gaza yang ingin beremigrasi.  Abraham Accords akan diperluas: Suriah, Arab Saudi, dan negara-negara Arab dan Muslim akan mengakui Israel dan menjalin hubungan diplomatik.

Israel akan mengekspresikan kesiapannya atas solusi masa depan atas konflik dengan warga Palestina menurut konsep 'dua-negara', menyediakan reformasi dalam Otoritas Palestina. AS akan mengakui implementasi kedaulatan Israel atas Tepi Barat. 27 Juni 2025

Gaza makin terpuruk di bawah naungan sekularisme

Keadaan Gaza makin porak poranda di tengah pengkhianatan para penguasa muslim. Melihat dari Perang Iran justru makin menunjukkan tidak satupun penguasa muslim yang benar-benar serius menolong Gaza. Dukungan sebagian penguasa muslim termasuk indonesia untuk menekan Zionis menerima solusi dua negara adalah solusi untuk membodoh-bodohi umat dan sangat absurd. Zionis dan AS sampai kapan pun tidak akan menerima Palestina merdeka dengan kemerdekaan penuh. Begitu pun warga Palestina yang tulus dan lurus. Mereka tidak mungkin menerima ada sejengkal pun tanah kaum muslimin diberikan kepada penjajah. Mereka tidak mungkin mau mengkhianati perjanjian Umariyah dan pengorbanan para syuhada yang sudah mempertahankan tanah Palestina dengan nyawa mereka. Artinya pembantaian akan terus terjadi dan perlawanan juga tidak akan pernah surut.

Umat Islam harus bangkit, fokus, dan percaya bahwa solusi masalah Gaza dan Palestina adalah kehadiran Khilafah yang akan mengomando jihad. Umat tidak boleh terdistrak oleh opini bahwa seruan ini berarti ridho rakyat Gaza terus dibantai. Umat harus ingat bahwa seruan solusi dua negara sudah dinarasikan sejak dulu, dan sepanjang itu pula pembantaian terus terjadi. Mereka merencanakan itu dengan sangat matang, ketika rencana mereka berhasil belum tentu mereka merasa puas. Mereka akan tetap berusaha untuk menguasai seluruh dari wilayah Gaza Palestina. 

Sejak awal berdirinya, entitas Zionis ini yang berada di nergeri-negeri muslim sebenarnya telah bertindak sesuai dengan tujuan dan landasan ideologi yang ditetapkan oleh para pendiri mereka.

Tidak menutup kemungkinan mereka akan tetap melanjutkan misi mereka ke negara-nagara muslim lainnya. Mereka laknatullah akan terus meluaskan jajahan mereka untuk menguasai negeri-negeri muslim. Sampai kapanpun mereka tidak akan membiarkan ummat Islam bangkit. 

Pembantaian di Gaza harusnya menjadi momen bangkitnya kesadaran umat bahwa berharap pada solusi Barat justru menjauhkan pada solusi hakiki. Solusi hakiki adalah menghadirkan Khilafah sebagai warisan nabi yang terbukti telah menjadi penjaga umat dan telah membawa umat kepada kebangkitan hakiki.

Umat harus mendukung dan segera terjun bergerak dalam perjuangan menegakkan Khilafah bersama kelompok dakwah ideologis. Ini adalah bukti keseriusan kita menolong Gaza-Palestina, dan juga mengangkat umat yang lainnya dari kehinaan akibat hidup dalam naungan sistem sekuler kapitalisme

Urgensi kembali ke sistem Islam

Butuh perjuangan yang istiqomah untuk kembali ke sistem Islam. Kalau tidak istiqomah tentu perjuangan tidak akan berhasil. Untuk kembali ke Sistem Islam kita perlu bersatu padu dengan sama pemikiran, perasaan, dan tujuan yakni dengan menegakkan kembali khilafah.

Setidaknya kita memiliki alasan mengapa penegakan kembali khilafah sangat urgen bagi umat Islam dan bagi dunia saat ini.

Yang pertama alasan Syar’i. umat Islam itu satu umat, mereka bersaudara. Sebagaimana yang tertera dalam Alquran, Allah berfirman dalam surah al-Hujarot ayat 10 yang berarti:

Sungguh kaum mukmin itu bersaudara. Karena itu perbaikilah hubungan di antara kedua saudara kalian itu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kalian mendapat rahmat.

Dari firman Allah tersebut jelas sekali bahwa kita sesama muslim ini bersaudara di manapun kita berada. Meski kita jauh namun ikatan aqidah kita tidak bisa dipisahkan. Jika saudara kita dalam kesusahan maka kewajiban kita menolong saudara kita bukan justru terkotak-kotak oleh sistem yang kufur.

Allah swt memrintahkan kita untuk bersatu bukan bercerai berai sepeti saat ini. Sebagaimana firman Nya yang berarti: Berpegang teguhlah kalian semua pada ali agama Allah dan janganlah berpecah-belah (Q.S. Ali Imron :103)

Kondisi kita saat ini sangat jauh dari perintah Allah dan sangat memperihatinkan, tiada kesatuan dan persatuan, terpecah belah. Membisu saat saudara sesama muslim dibantai habis-habisan oleh entitas Yahudi. Keadaan Gaza seperti bukan masalah bersama, tapi masalah negara mereka. Kaum muslim saat ini hanyut dengan kehidupan yang direka oleh kaum kafir. Mulai dari gaya hidup, pakaian, pergaulan, kecintaan akan dunia.

Apapun yang dicontohi oleh orang kafir kaum muslim saat ini bak lembu dicucuk hidung. Cinta dunia lupa akan akhirat seolah hidup di dunia kekal abadi tiada mati, sehingga sibuk mengejar dunia lupa, mempersiapkan bekal untuk kembali ke akhirat kampung abadi. 

Allah juga berfirman dalam surah al-Anfal ayat 46 yang artinga sebagai berikut:
Taatlah kalian kepada Allah dan rosul-Nya serta jangan saling berbantah-bantahan sehingga nanti kalian menjadi lemah dan kekuatan kalian hilang (QS. Al-Anfal : 46)

Allah memerintahkan kita agar tidak saling salah menyalah sesama kaum muslim. Apalagi yang dipermasalahkan masalah qunut, masalah perbedaan mazhab, saling merasa paling benar dan paling merasa amal perbuatan saja yang diterima oleh Allah.  Sangat dangkal sekali pemikiran hanya mempermasalahkan yang bukan masalah. Seharusnya pada saat ini yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa bersatu demi tegaknya aturan Allah. Bukan justru menyalahkan dan merendahkan bahkan menghina saudara yang lain yang sedang berjuang demi tegaknya Khilafah.

Allah SWT juga menyatakan bahwa siapa saja yang tidak memutuskan perkara menurut wahyuyang telah Ia turunkan, mereka itu adalah kaum kafir, zalim, dan fasik. (al-Maidah :44, 45, dan 47)

Ini menunjukkan kewajiban menerapkan hukum-hukum Allah SWT dalam kehidupan, yang hanya bisa diterapkan secara menyeluruh melalui khilafah.

Wajib hukumnya atas umat Islam untuk mengangkat seorang Imam (kholifah) yang menegakkan agama dan memimpin dunia dengan keadilan. 

Baginda rosulullah SAW bersabda yang berarti: Siapa saja yang mati dalam keadaan di pundaknya tidak ada bai’at ( kepada Kolifah), maka ia mati dalam keadaan jahiliyah (berdosa) (HR Muslim)

Kedua dengan alasan yang Rasional dan FaktualYakni : hanya khilafah yang bakal mampu menyatukan umat muslim sedunia. Hanya khilafah yang mampu menggerakkan umat Islam. Khilafah akan melepaskan Dunia Islam dari ketergantungan pada kekuatan asing seperti PBB, AS,Rusia, Cina dan Uni Eropa atau entitas kafir. 

Semoga dengan dakwah Allah mampukan kita dalam menyadarkan umat Islam dan bersatu dalam satu naungan Daulah Islamiah. 

Wallahu a’lam bishowab.


Share this article via

55 Shares

0 Comment