| 102 Views
Tunjangan Pejabat Selangit Derita Rakyat di Abaikan
Oleh : Ermawati
Pegiat Literasi
Sungguh miris sekali kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah menaikkan tunjangan pejabat setinggi langit sedangkan kesejahteraan rakyat diabaikan.
Isu mengenai gaji dan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menjadi sorotan tajam publik. Besaran penghasilan resmi wakil rakyat disebut telah menembus lebih dari Rp100 juta per bulan setelah diberlakukannya tunjangan rumah senilai Rp 50 juta per bulan.
Kebijakan ini diberlakukan sebagai pengganti fasilitas rumah dinas yang sebelumnya tersedia, namun justru menimbulkan polemik besar karena dinilai tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang semakin tertekan. Jakarta (cnbcindonesia.com 23/8/25).
Sungguh ironis sekali negri ku tercinta disaat rakyat sedang kesusahan berjuang hidup mati-matian demi mencari sesuap nasi, justru pejabatnya dijadikan raja disanjung dan diberikan semua kemudahan dan kenikmatan tak perduli rakyat mati kelaparan. demi hasil kerja yang maksimal untuk rakyat semua kenyamanan dan pasilitas harus diberikan rakyat hanya dijadikan alasan atau tameng untuk mencapai tujuan mereka.
Bukannya nasib rakyat yang diperjuangkan justru nasib rakyat menjadi porak-poranda, karena kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah sangat bertolak belaka sekali dengan fakta yang terjadi di lapangan yang seharusnya menerima tunjangan kenaikkan gaji dan kesejahteraan hidup adalah rakyat, bukannya malah pejabat, seolah nasib rakyat ini tak dipikirkan dan dipedulikan.
Karena yang selama ini rakyat rasakan mereka telah berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup yang serba pas-pasan gaji yang diterima tidak sesuai belum lagi mahalnya biaya kehidupan seperti pendidikan, kesehatan dll. Harga beras dan bahan pokok yang selalu naik akhirnya membuat rakyat berpikir kalau rakyat tidak ada artinya untuk pemerintah karena bukannya mencari solusi agar rakyat bisa keluar dari derita hidup justru pemerintah melukai hati rakyat.
Dengan kebijakan baru yang ditetapkan, wajar saja jika rakyat marah. Dan melakukan aksi diberbagai daerah sebagai ungkapan rasa kekesalan dan kekecewaan rakyat terhadap pemerintahan yang tidak sejalan karena tidak memikirkan nasib rakyat. Jika memang negara ini sedang dalam kesulitan ekonomi atau pailit kenapa harus membuat keputusan demikian sama saja itu menghamburkan uang rakyat dan tidak berempati terhadap penderita rakyat.
Seharusnya pemerintah mampu bersikap tegas dan adil dalam mengambil keputusan jangan tumpul terhadap pejabat sebaiknya uang itu dapat dialokasikan untuk kepentingan dan kebutuhan rakyat dari pada menaikkan tunjangan pejabat yang selangit. Sehingga dapat mengurangi beban rakyat, karena rakyat sudah sangat tertekan dengan keadaan kondisi saat ini harga pokok yang selalu naik dan ekonomi yang tidak stabil seolah menutup mata melukai hati rakyat dengan keputusan pemerintah.
Masih ada solusi yang lebih bijak dan menguntungkan bagi semua pihak serta yang paling penting tidak menimbulkan polemik dan kebencian rakyat terhadap pemerintahan karena akan berdampak buruk bagi negara, pemerintah harusnya sudah memikirkan hal ini sebelum mengambil keputusan. Sehingga tidak akan terjadi aksi diberbagai daerah kalau sudah begini kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan akan berkurang karena merasa hidup rakyat dan penderita rakyat tidak ada artinya dimata pemerintah.
Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian, yang kalian doakan dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, yang kalian laknat dan mereka pun melaknat kalian, (HR. Muslim).
Dalam kepemimpinan Islam pemerintah akan mengutamakan terlebih dahulu kepentingan rakyatnya diatas kepentingan pribadi dan para pejabatnya karena mereka diberi amanah oleh Allah untuk mengurusi semua kehidupan rakyatnya, dari urusan makan, pakai dan tempat tinggal dan juga mengelola sumberdaya alam bahkan sumberdaya alam pun haram hukumnya bagi pemerintah apabila memperjual belikannya apa lagi demi kepentingan pribadi karena semua diatur demi kemaslahatan dan kesejahteraan hidup rakyat.
Agar rakyat tidak ada yang kelaparan apalagi sampai menderita, karena pemimpin dalam Islam mereka mengetahui kalau jabatan ini hanyalah sementara oleh sebab itu semua perbuatan mereka kelak akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah Swt. Inilah pentingnya bagi umat Islam dalam memiliki pemimpin yang mengetahui serta menjalankan dan menegakkan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga umat terbebas dari kezaliman.
Maka dari itu sudah saatnya umat sadar dan bangkit untuk beralih ke sistem Islam yang sahih untuk menjalankan dan menegakkan kembali kehidupan Islam atas muka bumi ini, karena hanya hukum Islam yang mampu menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi umat saat ini sehingga kehidupan yang aman damai dan sejahtera dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari demi Rhido Allah Swt.
Allahu a'lam bish-shawab