| 34 Views

Tindak Kriminal Meningkat, Saatnya Solusi Tepat

Oleh : Romi Yufiani

Tindak kriminal pencurian bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Dimana ada niat pasti akan dilakukan, lebih-lebih ada faktor pemicu yang mendorong untuk melakukan tindakan kriminal tersebut. Seperti seorang nenek berinisial S (67thn) dipukuli sampai babak belur oleh warga karena ketahuan mencuri bawang sebanyak 5 kg milik pedagang di pasar Mangu, Boyolali. Menurut Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto, "Si ibu sudah cukup tua, dan didorong kebutuhan hidup, kondisi ekonominya pas-pasan. Dan ibu ini punya utang di mana-mana, sehingga ibu ini melakukan pencurian bawang tersebut," (TRIBUNNEWS.COM, 8 Mei 2025).

Miris, ini hanya salah satu kisah tragis betapa sulitnya mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Rakyat harus lebih memeras keringat agar kehidupannya layak. Sebab agar kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) bisa terpenuhi mereka harus berjuang sendiri di saat harga pangan semakin tinggi, kesehatan semakin mahal dan pendidikan semakin tidak terjangkau.

Tidak hanya itu rezim saat ini hanya memberikan solusi praktis, yang seolah olah menolong tetapi sebaliknya mereka menyengsarakan rakyat. Kemudian kondisi sekarang yang serba sulit masyarakat pun berusaha memenuhi kebutuhan dengan menghalalkan pinjaman dengan riba, dimana banyak oknum yang menawarkan pinjaman uang dengan berbagai kemudahan. Akhirnya banyak rakyat yang terlilit riba.  Padahal riba bukanlah solusi tetapi membuat kehidupan semakin sengsara. Faktor inilah yang menjadi pemicu kriminalitas meningkat. Yang mengakibatkan masyarakat mencuri, merampok bahkan sampai bunuh diri karena tidak memiliki solusi untuk membayar hutang. Inilah buah sistem kapitalis yang menjadikan standar kebahagiaan adalah materi. Sistem yang membuat abai negara atas kewajibannya. Sistem yang membuat si kaya semakin kaya, si miskin semakin sengsara.

Sangat berbeda dengan sistem Islam. Sebab sistem Islam mewajibkan terealisasinya jaminan atas pemenuhan kebutuhan pokok individu dan masyarakat sebab itu adalah tugas negara. Islam juga memberikan serangkaian hukum syariah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pokok berupa pangan, papan, sandang serta kebutuhan lain seperti keamanan, kesehatan dan pendidikan yang menjadi kewajiban negara untuk menyediakanya untuk masyarakat.

Sebab hal itu merupakan ri’ayah-nya terhadap rakyat. Seprti yang dijelaskan oleh sabda Rasul, “Al-Imâm râ’in wa huwa mas`ûl[un] ‘an ra’iyyatihi (Iimam/ khalifah/ kepala negara adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya).” (HR al-Bukhari).

Sebab saat ini rakyat hidup dalam berbagai kesengsaraan karena tidak ada perisai untuk berlindung. Oleh sebab itu, hanya sistem Islam yang bisa menjadi solusi tepat dan melindungi dan mengurusi rakyat. Jadi, rakyat akan hidup dengan sejahtera dan minim kriminalitas.


Share this article via

64 Shares

0 Comment