| 102 Views
Tiada Perlindungan untuk Generasi Bangsa
Ilustrasi (Foto: iStockphot)
Oleh : Ni’mah Fadeli
Anak lahir dengan selamat dan tumbuh sehat sesuai dengan perkembangan usia menjadi harapan setiap orang tua. Memaksimalkan asi, menyediakan makanan dengan gizi yang cukup dan bervariasi, menimbang berat dan tinggi badan, memeriksakan rutin tumbuh kembang anak ke posyandu merupakan berbagai upaya orang tua dalam menjaga kesehatan anak dengan usia di bawah lima tahun (balita). Namun, ada beberapa kondisi orang tua tidak dapat mengupayakan hal tersebut. Bukan karena tidak peduli kepada anak, tetapi karena kondisi fisik dan ekonomi yang tidak memungkinkan.
Kasus Raya di Sukabumi adalah salah satu contohnya. Balita usia 4 tahun yang meninggal dunia setelah sebelumnya tidak sadarkan diri dan diduga mengalami komplikasi TBC dengan kondisi tubuh yang penuh dengan cacing gelang. Orang tuanya mengalami keterbatasan fisik, mental, dan ekonomi. Ibu Raya adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan ayahnya menderita TBC. (kompas.com, 22-08-2025)
Menanggapi hal ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengimbau agar masyarakat memanfaatkan program cek gratis dari pemerintah termasuk skrinning penyakit menular seperti TBC dan infeksi cacing. (kumparan.com, 23-08-2025)
Gunung Es Kezaliman
Raya jelas tak sendiri, ada banyak anak di negeri ini memiliki kondisi memprihatinkan. Bagai gunung es, Raya hanya puncak kasus yang terlihat. Pejabat negeri hanya berkomentar singkat agar warga lebih aware kesehatan dengan mendatangi fasilitas yang telah disediakan. Tanpa berpikir bagaimana akses masyarakatnya menuju ke fasilitas kesehatan yang dimaksud.
Untuk mendapat akses kesehatan, rakyat harus melengkapi diri dengan segala macam birokrasi yang menguras biaya, tenaga, dan waktu. Apalagi untuk masyarakat di daerah terpencil, akses transportasi adalah sesuatu yang sangat sulit.
Pejabat mudah berkomentar tanpa memahami dan memberi solusi agar kejadian serupa tak kembali terjadi. Kapitalisme telah menjadikan kesenjangan yang sangat jauh di antara rakyatnya sendiri. Negara tidak pernah benar-benar hadir untuk rakyat, pengelolaan negara justru diserahkan kepada swasta dan asing. Kapitalisme memang menjadi surga bagi para penguasa dan pemilik modal besar.
Di kota-kota besar fasilitas kesehatan lengkap dan mewah karena dikelola oleh swasta dan asing. Orang kaya pun sangat mudah memilih dan menikmati fasilitas kesehatan sesuai tebalnya rekening. Anak-anak mereka dengan mudah mendapat layanan bintang lima dari dokter spesialis ternama. Sementara rakyat miskin dan anak-anaknya harus pintar-pintar menahan sakit karena akses kesehatan sangatlah sulit.
Pejabat negara tidak merasa bersalah ketika rakyatnya menderita. Hati nurani telah terkikis oleh hawa nafsu memperkaya diri. Kebijakan dibuat untuk memberi keuntungan bagi pihak tertentu yaitu pemberi modal. Negara tak mau peduli jika kebijakan justru menimbulkan kezaliman bagi rakyat banyak.
Aqidah Kuat Lingkungan Sehat
Dalam pandangan Islam, mendapat jaminan kesehatan adalah hak setiap warga negara. Negara harus memberi fasilitas kesehatan terbaik kepada setiap warganya. Tidak ada pembedaan status sosial, kekayaan, dan domisili baik di kota maupun di desa. Penyediaan fasilitas kesehatan harus merata disediakan oleh negara.
Islam tidak menjadikan keuntungan materi sebagai poros seperti dalam kapitalisme. Negara hadir sepenuhnya dalam melayani rakyat. Pengelolaan negara dilakukan mandiri tanpa campur tangan swasta dan asing. Hasilnya dikembalikan kepada rakyat dalam berbagai fasilitas yang dapat diakses dengan mudah dan murah hingga gratis.
Khalifah sebagai pemimpin berfungsi sebagai perisai yang melindungi rakyat. Khalifah adalah seorang yang paham Islam dan akan menjalankan amanah sepenuh hati karena menyadari bahwa akan ada hari pertanggungjawaban. Khalifah tidak akan abai dengan rakyat, apalagi melakukan pencitraan.
Kondisi negara dengan penerapan syariat Islam akan berbeda jauh dengan kapitalisme saat ini. Islam agama sempurna dengan aturan lengkap. Sedari dini, negara mewajibkan setiap anak untuk memperkuat aqidah yang akan menjadi landasan dalam kehidupannya. Lingkungan sehat bagi anak dengan sendirinya akan terwujud ketika setiap rakyat memiliki aqidah kuat dan menjalankan Islam dalam setiap sisi kehidupan.
Khatimah
Islam mengajarkan menjaga kebersihan dan kesehatan. Islam juga melarang egois karena setiap muslim adalah saudara sehingga kepedulian antar sesama akan sangat tinggi. Bersama negara yang senantiasa hadir dalam melayani rakyat maka kesejahteraan dan keberkahan akan dirasakan setiap rakyat ketika Islam sepenuhnya telah diterapkan dalam sistem Khilafah.
Wallahu a’lam bishawab.