| 16 Views

Tertahan di Rumah Allah: Meisya Siregar–Bebi Romeo Alami Pembatalan Penerbangan Umrah di Tengah Konflik Iran–AS

MAKKAH — Di Tanah Suci, banyak orang datang membawa daftar doa. Tapi tidak banyak yang membayangkan harus menambah satu doa yang sangat sederhana: “Ya Allah, mudahkan kami pulang.”

Konflik Iran–Amerika Serikat yang memanas belakangan ini merambat cepat ke satu sektor yang paling terasa oleh jutaan orang biasa: penerbangan. Penutupan dan pembatasan ruang udara di sejumlah wilayah Timur Tengah membuat jadwal terbang berubah-ubah, pembatalan terjadi, dan sebagian penumpang harus menunggu tanpa kepastian.

Situasi itulah yang dirasakan langsung oleh pasangan artis Meisya Siregar dan Bebi Romeo yang tengah berada di Makkah untuk menjalankan ibadah umrah.

“Airspace UEA closed untuk waktu yang gak pasti”

Meisya mengabarkan bahwa penerbangan kepulangan mereka yang seharusnya berlangsung 2 Maret 2026 dibatalkan. Kabar itu ia sampaikan melalui unggahan media sosial pada Senin (2/3/2026).

“Terus nasib kita gimana ini pesawat di-cancel, gak bisa pulang? Airspace UEA closed untuk waktu yang gak pasti,” tulis Meisya.

Nada unggahannya menggambarkan kondisi yang dialami banyak jamaah ketika konflik geopolitik mendadak menutup jalur pulang: bingung, cemas, tapi berusaha tetap tenang.

“Doain ya teman-teman, Allah kasih qadar yang baik untuk para jamaah yang gak bisa pulang. Jujur kita masih clueless nih, berserah aja di rumah Allah. Allah jaga anak-anak dan kasih plan yang terbaik,” lanjutnya.

Email pembatalan dan rute Jeddah–Dubai

Meisya juga memperlihatkan email dari platform ticketing yang mengabarkan pembatalan penerbangannya. Ia dijadwalkan terbang menggunakan Emirates dengan nomor penerbangan EK-2069 dari Jeddah menuju Dubai, sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Pembatalan penerbangan Emirates dan gangguan jadwal di kawasan Teluk memang dilaporkan meluas akibat penutupan ruang udara regional.

Dalam situasi seperti ini, persoalan bukan hanya “tiket hangus atau tidak”. Yang lebih berat adalah ketidakpastian: kapan ruang udara dibuka, rute mana yang aman, dan bagaimana kondisi hotel serta logistik jamaah yang harus memperpanjang masa tinggal.

Tetap ibadah, tetap kuat

Di tengah pembatalan itu, Meisya dan Bebi Romeo terlihat tetap berupaya menjaga kekhusyukan ibadah. Meisya membagikan video di Instagram Stories saat menjalankan umrah, termasuk umrah badal.

Ini sisi yang menyentuh: ketika rencana manusia berubah mendadak, sebagian orang memilih kembali ke satu titik yang paling kokoh—berserah kepada Allah.

Mencari alternatif: “Dapet direct flight tanggal 3”

Tak lama kemudian, Meisya mengisyaratkan bahwa mereka berusaha mencari penerbangan alternatif agar bisa tetap tiba di Tanah Air sesuai rencana awal.

“Dapet nih aku direct (flight) tanggal 3 (Maret). Bismillah ya,” tulisnya.

Di tengah situasi regional yang dinamis, banyak maskapai memang menjalankan operasi terbatas dan jadwal yang cepat berubah, sehingga penumpang kerap harus siap dengan skenario rebooking mendadak.

Agnez Mo di Dubai: “Aku aman… ”

Di sisi lain kawasan, penyanyi Agnez Mo juga dikabarkan sedang berada di Dubai, yang disebut ikut terdampak ketegangan regional. Banyak warganet mempertanyakan keadaannya, dan Agnez memberi klarifikasi melalui Instagram Story pada Minggu (1/3/2026).

“Aku aman. Aku tahu keadaan mungkin terlihat tegang di internet, tetapi tolong jangan percaya semua yang kalian lihat di media.”

Ia menegaskan dirinya baik-baik saja dan meminta publik tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas.

Ketika geopolitik menyentuh jamaah biasa

Kisah Meisya–Bebi dan Agnez Mo memperlihatkan satu hal: konflik besar yang tampak jauh bisa mendadak menyentuh orang biasa—lewat pembatalan penerbangan, perubahan rute, hingga ketidakpastian jadwal pulang.

Dalam beberapa hari terakhir, situasi penerbangan regional memang dilaporkan kacau: sejumlah maskapai besar Timur Tengah menangguhkan penerbangan, sebagian menjalankan operasi terbatas, dan banyak penumpang menunggu informasi terbaru dari maskapai serta otoritas bandara.

Pulang bisa tertunda, tapi hati jangan ikut goyah

Bagi jamaah umrah, tertahan di Makkah atau Madinah tentu bukan tempat yang buruk—tetapi tetap saja ada tanggung jawab di rumah: anak, keluarga, pekerjaan, dan janji yang harus dipenuhi.

Di tengah ketidakpastian itu, Meisya Siregar menutup unggahannya dengan kalimat yang terasa sangat Ramadan: berserah, tapi tetap berusaha.

Dan mungkin itulah pesan paling kuat dari kisah ini:
ketika jalan pulang tertutup, jangan biarkan harapan ikut tertutup.


Share this article via

2 Shares

0 Comment