| 29 Views

Takut Nikah Menghantui Generasi Muda

Oleh: Ummu Hanaya

Fenomena takut menikah dikalangan generasi muda saat ini makin menghantui dan ramai diperbincangkan di media sosial. Ketakutan ini bahkan dibahas di media seperti kompas yang menyebutkan bahwa generasi muda lebih takut miskin dari pada tidak menikah. Banyak anak muda menilai kestabilan keuangan lebih penting daripada menikah.

Pemenuhan kehidupan yang makin sulit memicu anak muda saat ini memiliki pemikiran takut menikah, untuk memenuhi kehidupan sendiri saja sulit apalagi untuk memenuhi kebutuhan anak, istri. Lonjakan harga kebutuhan hidup, biaya rumah, biaya pendidikan, serta sulitnya lapangan pekerjaan menjadi faktor yang mempengaruhi munculnya istilah "marriage is scary" ditambah lagi angka perceraian yang semakin tinggi karena faktor ekonomi menambah ketakutan pernikahan pula.  

Kesulitan memenuhi kebutuhan saat ini merupakan kesalahan dalam pengambil keputusan oleh penguasa saat ini. Dalam sistem kapitalis yang lebih condong kepada pemilik modal atau penguasa. Takut miskin dan tidak memiliki uang makin subur ditengah-tengah kehidupan yang sulit mencari lapangan pekerjaan dan upah  rendah membuat tidak stabilnya pemasukan dengan pengeluaran untuk kebutuhan hidup. Negara abai cenderung hanya sebagai regulator dan menguntungkan para investor tanpa memperhatikan kebutuhan dasar hidup masyarakat secara menyeluruh tak terkecuali generasi muda sehingga menghasilkan pemikiran pernikahan sebagai beban tambahan yang akan membuat kehidupan makin sulit. 

Dalam sistem kapitalistik memandang yang memiliki modal maka yang eksis dan dipandang, membuat hidup Hedon dan Flexing di medsos makin menjamur dikalangan muda. Karateristik tersebut tumbuh subur dari pendidikan sekuler  dan pengaruh media liberal yang menciptakan  generasi yang berorientasi kebahagiaan hanya sebatas materi semata. Jika ini terus dibiarkan maka akan memutus keberlangsungan hidup generasi penerus selanjutnya.

Kerusakan yang terjadi saat ini tentu tidak akan bisa jika hanya dirubah satu sisi saja, namun harus diperbaiki secara menyeluruh dan sistemik karena kerusakannya terjadi pula secara sistematik.
Fenomena takut miskin dikalangan generasi muda harus ditopang dengan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat oleh Negara.

Melalui sistem ekonomi Islam pengelolaan sumber daya alam sebagai kepemilikan umum oleh negara tidak diberikan kepada swasta atau pihak asing, sehingga hasilnya optimal akan dikembalikan lagi untuk kesejahteraan hidup masyarakat dengan ketersediaan bahan pangan murah terjangkau, kesehatan gratis, pendidikan gratis serta lapangan pekerjaan yang luas sehingga fenomena takut miskin ini tidak akan menghantui.

Pendidikan dalam sistem Islam yang berbasis aqidah Islam akan membentuk generasi  berkarakter khas, berkepribadian Islam dimana pola pikir dan pola sikapnya Islam pula. Generasi muda Tidak akan terjerat dalam kehidupan materialistik, hedonisme, budaya Flexing dsb, justru akan memiliki karakter pejuang dan penyelamat umat. Generasi ini tidak akan takut miskin dan memiliki pemikiran bahwa pernikahan bukan sebagai sumber kesulitan tapi sebagai ibadah penjaga keturunan untuk keberlangsungan generasi Islam selanjutnya. Dan semua itu akan tercipta jika sistem Islam yang solutif dan sempurna menyeluruh diterapkan di tengah-tengah kehidupan.

Wallahu alam bishowab


Share this article via

31 Shares

0 Comment