| 665 Views

Solusi Palestina:  Jihad dan Khilafah

Oleh : Ummu Hanan

Sejak Oktober 2023 hingga awal Januari 2025, lebih dari 46.000 warga Palestina tewas dan 109.378 terluka akibat serangan brutal Israel, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza. Data PBB menunjukkan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Meskipun dunia mengutuk aksi ini, Israel tetap menyalahkan Hamas dan menggunakan alasan tersebut untuk melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.
Negara-negara Barat bersatu mendukung Israel dengan dalih pertahanan terhadap serangan Hamas. Bahkan, AS terus menjadi pendukung utama Israel. Dalam voting DK PBB terkait keanggotaan penuh Palestina di PBB, AS menggunakan hak veto untuk menolaknya. Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS yang akan dilantik Januari 2025 semakin memperkuat dukungan terhadap Israel. Serangan masif Israel pun terus berlangsung meski dunia mendesak gencatan senjata.
Indonesia telah menyatakan kesiapan mengirim pasukan perdamaian ke Palestina, tetapi langkah ini terganjal prosedur hukum internasional yang membutuhkan persetujuan PBB. Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Menhan Prabowo Subianto, namun hingga kini tidak terealisasi.

Konflik yang Terus Dipelihara
Barat, meski memiliki pandangan politik yang berbeda, bersatu dalam mendukung Israel. Entitas Yahudi dijadikan alat untuk menjaga konflik di Timur Tengah agar intervensi negara-negara Barat tetap berlangsung. Meskipun Israel terlihat kuat, pada kenyataannya sistem pertahanannya rapuh. Serangan Hamas pada Oktober 2023 membuktikan kelemahan sistem Iron Dome Israel. Namun, Israel tetap dipersepsikan sebagai kekuatan besar untuk menakut-nakuti negara-negara Muslim dan memaksa mereka menerima normalisasi hubungan.
Barat mendukung penuh Israel karena dianggap sebagai sekutu strategis yang dapat melayani kepentingan mereka di Timur Tengah. Sebaliknya, kepercayaan Barat terhadap penguasa Arab lebih rendah akibat gejolak politik yang sering terjadi, seperti Arab Spring yang menggulingkan Husni Mubarak di Mesir dan Muammar Khadafi di Libya.

Hipokrisi Barat
Barat sering menunjukkan standar ganda. Di satu sisi, mereka mengklaim mendukung perdamaian dengan menyumbang dana besar untuk pengungsi Palestina melalui UNWRA, tetapi di sisi lain, mereka memasok senjata ke Israel. PBB yang seharusnya netral justru tidak demokratis, karena dikuasai oleh lima negara pemegang hak veto. Bahkan, PBB sendiri yang mendeklarasikan berdirinya Israel pada 1948, memicu tragedi Nakba.
Kaum Muslim tidak boleh percaya pada PBB maupun negara-negara Barat. Dalam sejarahnya, PBB menjadi aktor utama dalam pembentukan Israel yang menyebabkan penderitaan Palestina hingga saat ini. Barat hanya menggunakan nilai-nilai demokrasi dan HAM untuk melindungi kepentingan mereka.

Pengkhianatan Penguasa Muslim
Sayangnya, penguasa Muslim hanya beretorika tanpa tindakan nyata. Mereka enggan mengirimkan pasukan untuk membantu Palestina. Misalnya, Arab Saudi lebih memilih mengirim jet tempur ke Yaman dibandingkan ke Palestina. Mereka bahkan tidak berani melakukan embargo minyak terhadap Israel demi menjaga hubungan dengan AS. Begitu pula Mesir, yang malah membangun tembok besar di perbatasan Rafah untuk menghalangi pengungsi Palestina masuk.
Pengkhianatan ini menunjukkan bahwa para pemimpin Muslim lebih mementingkan kepentingan nasionalisme daripada solidaritas Islam. Mereka terperangkap dalam sistem negara bangsa (nation-state) yang sengaja diciptakan Barat untuk memecah belah dunia Islam.

Jihad dan Khilafah sebagai Solusi
Konflik Palestina dan penderitaan umat Muslim lainnya tidak akan selesai tanpa sistem politik yang menyatukan umat Islam, yaitu Khilafah Islamiyah. Sistem ini berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah, yang mampu menggerakkan tentara Muslim untuk membebaskan Palestina dan melindungi umat Islam di seluruh dunia. Khilafah juga akan memulihkan kehormatan umat dengan menghapus ketergantungan pada Barat.
Jihad melawan Israel adalah solusi yang hanya dapat terwujud di bawah kepemimpinan Khilafah. Kaum Muslim harus menyeru penguasa mereka untuk menggerakkan pasukan berjihad melawan Zionis. Selain itu, dibutuhkan kelompok dakwah ideologis yang menyadarkan umat tentang pentingnya menegakkan Khilafah.

Penutup
Insyaallah, Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah akan tegak kembali, sesuai dengan hadis Nabi saw., untuk menyelesaikan semua persoalan umat, termasuk membebaskan Palestina dari penjajahan Israel. Wallahualam bissawab.


Share this article via

94 Shares

0 Comment