| 93 Views

Sistem Kapitalisme, Ciptakan Generasi tak Bermoral!

Oleh: Ayesa al-aksha

Akhir-akhir ini, para generasi muda kembali menjadi pusat perbincangan di kalangan masyarakat akibat terjadinya fenomena kemerosotan moral yang semakin mencuat titik sehingga, menyebabkan para generasi muda saat ini bergerak untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat amoral dan kriminal. Faktanya banyak dari kalangan tokoh ulama yang merasa khawatir terhadap fenomena kemerosotan moral yang dialami oleh para generasi muda saat ini. Kang icep, sebagai tokoh ulama, sekaligus pemimpin pimpinan pondok pesantren Darussalam Ciamis, menyertakan kekhawatirannya dengan cara menyampaikan berbagai peringatan terhadap masyarakat, terkait fenomena perosotan moral remaja hal ini menjadi salah satu bentuk ancaman bagi para generasi muda yang mengakibatkan turunnya nilai-nilai agama dan akhlak pada diri generasi muda.
   
Selain itu, kemerosotan moral para generasi muda sangat berdampak terhadap kemunduran hak kualitas negara banyak perilaku menyimpang yang senang hati mereka melakukan mulai dari gaya hidup yang ke barat-baratan melakukan hubungan seks dianggap suatu kewajaran, hidupnya dipenuhi dengan pamer kemewahan tawuran dijadikan ajang untuk seru-seruan seolah-olah yang mereka cari hanya sebagai kesenangan tanpa memikirkan masa depan.
   
Lebih mirisnya lagi, para generasi muda saat ini, lebih memilih hidup dengan tujuan popularitas dengan slogan-slogan 'asal terkenal' meskipun dianggap tak bermoral. Hal ini mengundang mereka untuk melakukan hal yang bersifat kesenangan belaka seakan-akan iman mereka bisa dibeli dengan kenikmatan-kenikmatan dunia fana. Keadaan seperti ini tidak lain, diciptakan oleh sistem bobrok yang gagal dari berbagai aspek dalam mengurus masyarakat dan generasinya karena sistem ini sangat menjunjung tinggi kebebasan dan bertujuan untuk memenuhi hawa nafsu semata.
   
Setidaknya, ada beberapa faktor yang menyebabkan keadaan moral para generasi muda semakin memburuk titik salah satunya adalah, kelalaian negara terhadap sistem pendidikan yang rusak kurangnya peran orang tua dalam mengatur pengasuhan dan mendidik anak belum lagi berbagai metode pendidikan yang disajikan oleh sistem kapitalis yang bersifat merusak, dan minim terhadap pengetahuan agama sehingga para generasi muda terdidik dan diarahkan kepada pemahaman-pemahaman barat yang sangat bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam
  
Lantas, siapakah generasi muda yang dapat diandalkan untuk memperbaiki masa depan? Alih-alih mengharapkan perubahan, yang terjadi malah berbagai kerusakan titik sedangkan di dalam Islam, para generasi muda dididik Dengan pemahaman yang dapat meningkatkan kualitas iman dan pembentukan karakter yang bermoral dengan cara menumbuhkan pemikiran-pemikiran ideologis di tengah-tengah mereka, sehingga, para generasi muda akan terdidik dengan landasan aqidah Islam yang mampu menyadarkan mereka akan tujuan hidup yang sesungguhnya yaitu beribadah kepada Allah dan senantiasa beraktivitas dengan tujuan mencari ridhoNya.
  
Di dalam Islam generasi muda diposisikan sebagai aset yang paling berharga, karenanya, Islam akan senantiasa menjaga dan mendidik dengan baik titik sehingga terbentuklah para generasi tangguh dan berkualitas yang akan memimpin peradaban masa depan titik dari sinilah kita dapat menilai, bahwa, hanya sistem Islam lah yang dapat mendidik para generasi muda sehingga mereka menjadi para pemuda yang berkualitas, serta patuh terhadap semua perintah Allah dan menjauhi apa-apa yang diharamkan oleh-Nya.

Maka dari itu, mari kita bangkit menuju kemenangan! Hanya sistem Islam lah yang saat ini kita harapkan, mari kita bangun kembali daulah Islam yang mampu menjamin kesejahteraan yang mampu mendidik generasinya dengan landasan iman dan mampu menjalankan kembali syariat syariatNya. Allahu Akbar!

Wallahua'lambishoab.


Share this article via

31 Shares

0 Comment