| 267 Views

Sistem Ekonomi Islam Membawa Keberkahan Bagi Umat

Oleh : Ummu Dilla

Jakarta - Aktivitas mudik lebaran memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan pergerakan ekonomi masyarakat. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara kunci dalam FGD Mudik Ceria Penuh Makna. Tantangan dan Peluang Pelaksanaan Angkutan Lebaran Tahun 2024 – 1445 H yang diselenggarakan Harian Kompas di Jakarta, Jumat (5/4).

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparektaf/Baparektaf) memproyeksikan perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ketika libur lebaran tahun 2024 akan mencapai Rp 276,11 triliun. Perputaran uang selama Bulan Ramadhan dan libur lebaran diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena pergerakan dalam angkutan lebaran akan menciptakan peluang yang sangat bermanfaat dan sangat bernilai.

Sistem ekonomi global yang terjadi saat ini, tidak lepas dari sistem ekonomi kapitalisme yang meraup sebanyak mungkin keuntungan dari materi. Tidak peduli jalan mana yang ditempuh untuk mendapatkan keuntungan, tidak aneh apabila saling menjatuhkan diantara sesama, sikut kanan sikut kiri sering terjadi, tidak peduli jalan mana yang ditempuh, yang akhirnya mereka menghalalkan berbagai macam cara demi tercapainya tujuan yang menguntungkan pihak tertentu.

Tidak menutup kemungkinan terjadi persaingan yang tidak terkendali yang dilakukan oleh para pemilik modal sehingga mereka mampu mempengaruhi kebijakan disebuah negara. Selain itu juga perubahan iklim dan terjadinya konflik disebuah negara menjadi salah satu dampak pada lesunya ekonomi global.

Berbeda dengan sistem ekonomi Islam, dalam Islam berbagi saat Bulan Ramadhan dan lebaran dijadikan momen yang semakin menguatkan untuk berbagi dan membahagiakan sesama saudaranya.Inilah yang menjadi dorongan dalam berbuat kebaikan, karena dibulan suci Ramadhanlah Allaah Swt mengistimewakan seluruh kaum muslim, karena dibulan Ramadhan setiap amal kebaikan yang dilakukan pahalanya akan Allaah SWT lipat gandakan.

Dari Annas ra.beliau pernah bertanya kepada Rasulullah saw. "Wahai Rasulullah sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasulullah Saw menjawab, sedekah dibulan Ramadhan."(HR.At-Tirmidzi). Inilah yang menjadi dorongan kaum muslim dalam melakukan sebanyak mungkin amalan dibulan suci Ramadhan. Di dalam sistem ekonomi Islam, tidak dillihat seberapa sebanyak kekayaan yang dimiliki segelintir orang. 

Laju pertumbuhan ekonomi dalam sistem Islam akan membawa kemakmuran bagi seluruh masyarakatnya, perputaran ekonomi akan lebih cepat apabila seluruh hukum Islam diterapkan,sehingga akan membawa kebaikan bagi dunia.

Allaah SWT berfirman: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan(ayat-ayat Kami)itu,maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."(QS.Al-A'raf:96)

Oleh sebab itu sudah saatnya kita menjalankan Syari'at Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-sunnah dalam seluruh aspek kehidupan,sehingga kita bisa semakin bertakwa kepada Allaah SWT. 

Saatnya kaum muslimin memilki himmah 'aliyyah yaitu impian yang tinggi, hidup dalam lingkungan yang baik penuh ketaatan agar dapat merasakan indahnya Islam rahmatan lil'alaamiin dengan menerapkan syari'at secara kaffah, mari bersama bergandengan tangan, memahamkan dan mencerdaskan umat agar kemuliaan Islam kembali dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah.

Wallahu a'lam bi shawwab.


Share this article via

103 Shares

0 Comment