| 7 Views
Scudetto di Ujung Nafas: Milan Tersandung di Olimpico, Inter Tetap di Depan—Kini Kalender Jadi Medan Perang
CendekiaPos - MILAN — Perebutan gelar Serie A musim ini mulai terasa seperti lomba lari yang ditentukan bukan oleh siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling kuat menjaga napas di kilometer-kilometer terakhir. Satu terpeleset kecil bisa jadi penentu takdir. Dan pekan ini, AC Milan merasakannya dengan pahit.
Rossoneri pulang dari Olimpico tanpa poin setelah takluk 0-1 dari Lazio. Gol Gustav Isaksen pada menit ke-26 babak pertama menghentikan laju tim asuhan Massimiliano Allegri yang sebelumnya sempat merangkai dua kemenangan beruntun—termasuk kemenangan penting di derby melawan Inter.
Di saat yang sama, Inter memang “hanya” bermain imbang 1-1 kontra Atalanta. Tapi hasil seri itu justru cukup untuk membuat Nerazzurri tetap nyaman di puncak: masih unggul satu poin (di papan atas) dan, yang paling terasa bagi Milan, kini Inter disebut unggul delapan poin atas Rossoneri.
Bagi kompetisi seketat Serie A, angka delapan poin itu bukan sekadar selisih—itu tekanan psikologis. Karena mulai sekarang, Milan tak boleh lagi sekadar menang; mereka juga harus berharap Inter terpeleset.
Pekan Depan: Milan di San Siro, Inter ke Firenze
Kalender pun mulai “berbicara”. Setelah tersandung di Roma, Milan akan mencoba menyalakan kembali perburuan di kandang sendiri saat menjamu Torino pada Sabtu, 21 Maret pukul 18.00.
Sementara itu Inter dijadwalkan bertandang ke Florence menghadapi Fiorentina pada Minggu, 22 Maret pukul 20.45—laga yang disebut akan dijalani Nerazzurri lebih dulu, sebelum serangkaian jadwal berat di liga dan coppa.
Jalan Inter: Fokus Scudetto, tapi Coppa Italia Mengintai
Jika Milan hanya mengejar, Inter harus menjaga—dan menjaga itu justru sering lebih melelahkan. Dalam hitungan pekan, Inter akan bertemu beberapa pertandingan kunci, termasuk laga besar melawan Roma, dan jadwal Coppa Italia yang bisa menguras energi.
Sisa jadwal Inter (Liga + catatan Coppa Italia):
-
22 Maret (20.45): Fiorentina vs Inter
-
5 April (20.45): Inter vs Roma
-
11/12 April: Como vs Inter
-
18/19 April: Inter vs Cagliari
-
21 April (21.00): Inter vs Como (Coppa Italia, leg pertama 0-0)
-
25/26 April: Torino vs Inter
-
2/3 Mei: Inter vs Parma
-
9/10 Mei: Lazio vs Inter
-
13 Mei: Final Coppa Italia (jika lolos)
-
16/17 Mei: Inter vs Verona
-
23/24 Mei: Bologna vs Inter
Jalan Milan: Mengejar Sambil Melewati “Gunung” Napoli–Juve–Atalanta
Di kubu Milan, kata kuncinya adalah: mengejar. Dan mengejar tidak akan mudah, karena kalender Rossoneri menyimpan beberapa tanjakan yang bisa menentukan segalanya—terutama duel melawan Napoli, Juventus, dan Atalanta.
Sisa jadwal Milan:
-
21 Maret (18.00): Milan vs Torino
-
6 April (20.45): Napoli vs Milan
-
11/12 April: Milan vs Udinese
-
18/19 April: Verona vs Milan
-
25/26 April: Milan vs Juventus
-
2/3 Mei: Sassuolo vs Milan
-
9/10 Mei: Milan vs Atalanta
-
16/17 Mei: Genoa vs Milan
-
23/24 Mei: Milan vs Cagliari
Pada Akhirnya, Scudetto Ditentukan oleh Ketahanan
Pekan ini memberi pelajaran yang keras: Anda bisa bermain imbang dan tetap memperlebar jarak—kalau rival terpeleset. Inter mendapatkan “bonus” dari kekalahan Milan, sementara Milan dipaksa menelan kenyataan bahwa satu gol di Olimpico bisa mengubah peta kejar-mengejar.
Sekarang, bukan cuma kualitas skuad yang akan berbicara, tapi ketahanan mental dan ketelitian mengelola jadwal:
-
Inter harus menjaga keunggulan sambil menavigasi Coppa Italia.
-
Milan harus mengejar, melewati rangkaian laga besar, tanpa boleh terpeleset lagi.
Dan di titik inilah Serie A kembali jadi “Liga para penyabar”: gelar tidak selalu dimenangkan oleh yang paling meledak-ledak—tapi oleh yang paling stabil menuntaskan sisa musim.