| 9 Views

Dunia Meradang, Sistem Kapitalisme Menggila

Banjir di Kabupaten Kampar, Riau

Oleh: Lustini N

Manusia ditempatkan Allah pada posisi tinggi, yaitu khalifah di bumi.  Ini dinyatakan dalam Surat Al Baqarah ayat 30: 

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya:
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'. Mereka berkata: 'Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji Engkau dan menyucikan Engkau?' Dia berfirman: 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'." (QS Al Baqarah: 30). 

Dalam ayat tersebut Allah memberitakan kepada malaikat bahwa Dia akan menunjuk khalifah di bumi, sebagai wakil atau pengganti. Ini artinya manusia memiliki wewenang untuk mengelola, memakmurkan, dan menjaga bumi sesuai aturan Allah. Kita ketahui bahwa Allah memiliki ilmu yang sempurna dan hikmah yang tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh malaikat. Di balik penciptaan manusia, ada kebaikan yang besar yang tidak diketahui oleh malaikat, seperti kemampuan ibadah, berkarya, dan bekerja sesuai ketakwaannya. 

Hari ini, ayat Allah diingkari demi keuntungan belaka. Investasi bisnis menjadi ladang cuan bagi segelintir orang. Bumi kita kini sedang meradang akibat eksploitasi secara serakah. Banyak bencana yang diakibatkan oleh tangan manusia, mulai banjir, tanah longsor hingga gunung meletus, termasuk bencana banjir di area Pandaan dan sekitarnya berasal dari penebangan hutan liar. Banjir dan tanah longsor terjang Prigen dan Pandaan Kabupaten Pasuruan mengakibatkan rusaknya infrastruktur (detikjatim.com, 17 Maret 2026). Warga melakukan aksi protes dan penolakan alih fungsi hutan di kawasan Tretes. Fungsi hutan yang berubah ini mengakibatkan banjir di area Beji dan sekitarnya (detikJatim.com, 30 Maret 2026). 

Perlu kita mengingat bahwa pentingnya manusia introspeksi atas apa yang sudah dikerjakan selama di bumi. Manusia yang seharusnya menjaga bumi dengan baik, memanfaatkan dengan bijak dan merawat dengan kasih sayang, namun kini manusia justru merusak bumi. Manusia dengan kekuasaannya mampu mengeksploitasi hutan besar-besaran, menambang hasil bumi dengan serakah. Manusia dalam sistem sekuler kapitalisme membuat alam makin rusak. 

Sudah saatnya kita kembali pada Allah, kembali pada hukum Allah, kembali pada Islam. Bumi Allah adalah milik Allah, maka syariat Allah yang paling tepat mampu mengatur manusia. Islam akan memilih pemimpin yang amanah, yang mampu mengatur umat dengan syariat Islam. Dalam Islam, manusia akan merasa perbuatannya selalu diliputi rasa takut pada Allah, halal haram adalah standar hukumnya. Manusia sebagai khalifah fil ardhi, memimpin dunia berdasarkan Islam, menebar rahmat bagi seluruh alam. Inilah yang seharusnya dilakukan umat Islam untuk menyelamatkan kehidupan di bumi ini.


Share this article via

0 Shares

0 Comment