| 151 Views

Remaja dalam Bahaya, Siswa SMP Pemakai Narkoba

Oleh : Diana Nofalia, S.P. 

Pendidik dan Pemerhati Masalah Remaja

Sebanyak 15 anak SMP di Surabaya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Hal itu terungkap saat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan tes urine secara acak di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya.

Jalan Kunti, selama ini dijuluki sebagai Kampung Narkoba di Surabaya. Di sana berjajar bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Tempat itu diduga kerap digunakan orang untuk transaksi narkoba hingga pesta sabu.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto mengatakan, awalnya pihaknya melakukan penggerebekan di kawasan itu. Lalu, pihaknya melakukan tes urine di SMA dan SMP yang dekat dengan lokasi. Dari pengambilan sampling sebanyak 50 siswa ditemukan 15 pelajar SMP yang positif narkoba. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251114190504-12-1295626/digerebek-di-jalan-kunti-15-siswa-smp-di-surabaya-positif-narkoba)

Jalan Kunti, dijuluki sebagai Kampung Narkoba di Surabaya. Di sana berjajar bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Tempat inilah yang sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba dan pesta sabu. 

Di era sistem Sekular-Kapitalisme saat ini remaja kehilangan nilai keimanan dan kebahagiaan hakiki sehingga mudah terjebak narkoba. Gempuran informasi media yang seringkali mempertontonkan hal-hal yang tidak berfaedah dan gaya hidup serba bebas menarik para remaja pada dunia kelam yang akan menghancurkan masa depannya. 

Kebahagian yang standarnya diukur dari aspek materi saja menjauhkan remaja dari makna kebahagiaan sesungguhnya. Mereka terperangkap dalam kebahagiaan semu yang diciptakan oleh barang-barang berbahaya seperti narkoba. 

Ditambah lagi, peredaran narkoba sangat sistemik dan merajalela. Ini membuktikan negara telah abai dalam hal pengawasan. Individu masyarakat sekan dibiarkan berjuang sendiri untuk menghindari barang haram ini. 

Hal ini diperparah dengan kondisi masyarakat yang individualis sehingga mengakibatkan kontrol masyarakat tersebut menjadi kendor dalam menjaga lingkungan sekitar. Tidak sampai disitu, negara juga tidak begitu serius menangani masalah narkoba sampai ke akarnya. Hal ini terlihat dari peredaran narkoba saat ini yang makin hari makin merajalela.

Kampung narkoba di Surabaya ini jika dibiarkan, akan mendatangkan bahaya yang luar biasa bagi remaja. Maka dari itu, tentunya butuh penanganan yang cepat tanggap dari pemerintah agar tidak makin bertambahnya pelajar yang terjerat narkoba.

Harus dilakukan berbagai upaya untuk mencegah makin banyaknya pemakai narkoba di kalangan pelajar. Upaya tersebut dimulai dengan memberikan penguatan nilai keimanan dan pemahaman tentang kebahagiaan hakiki. Hal ini tidak hanya dikuatkan di lingkungan keluarga saja tapi juga di lingkungan sekolah atau pendidikan. Sistem pendidikan Islam dengan memberikan tsaqofah Islam yang berbasis akidah Islam dalam rangka membentuk kepribadian Islam sangatlah penting untuk dijadikan pondasi karakter anak didik. 

Selain itu, negara wajib melindungi remaja dari bahaya narkoba dan segala hal yang membahayakan. Dengan kata lain negara harus bertanggungjawab penuh dalam membasmi peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat.

Negara tidak boleh membiarkan kemungkaran merajalela. Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh berkualitas atau tidaknya generasi saat ini. Jika generasi muda suatu bangsa sudah rusak akal atau pemikirannya oleh narkoba, maka tentunya ini merupakan bibit-bibit kehancuran suatu bangsa. Dengan demikian pihak yang terkait dan berwenang dalam hal ini sudah seharusnya saling bekerja sama dalam mengatasi masalah narkoba di kalangan pelajar.

Wallahu a'lam.


Share this article via

44 Shares

0 Comment