| 273 Views
Refleksi Muharram: Mengembalikan Predikat Umat Terbaik
Oleh: Ummu Saibah
Sahabat Cendikia Pos
Jum'at, 27 Juni 2025 bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1447 H. Bagi umat Islam 1 Hijriah tidak sekedar pergantian tahun tetapi merupakan momentum yang menandai kebangkitan umat Islam dan titik awal peradaban Islam yang megah dan menguasai hampir dua pertiga dunia.
Dalam rangka menyambut peringatan tahun baru Islam Liputan6.com membagikan naskah khutbah Jum'at yang dikutip dari laman Pondok Pesantren Lirboyo Kediri berisi ajakan supaya umat Islam introspeksi diri di penghujung tahun 1446 Hijriah dan memupuk Harapan di tahun baru nanti agar umat Islam dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.(Liputan6.com 19-6-2025).
Instropeksi diri: Umat Islam adalah Umat terbaik
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Ali Imran (3):110: "Kamu (Umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah..."
Dalam ayat di atas Allah SWT mengabarkan bahwa umat Islam adalah umat terbaik bagi manusia. Namun fakta hari ini menunjukkan umat Islam berada di tengah keterpurukan dalam segala aspek kehidupan, tidak mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan maupun teknologi, umat Islam mengalami degradasi moral seiring dengan berkurangnya ketakwaan umat sehingga kemaksiatan merajalela di negeri-negeri muslim, selain itu umat Islam pun kehilangan perisai dan tidak memiliki kekuatan sehingga tidak bisa membela diri sendiri bahkan banyak umat islam mengalami penganiayaan di seluruh penjuru dunia, tidak hanya per individu namun dalam skala besar seperti yang dialami muslim Uighur hak-haknya beribadah dibatasi oleh otoritas China, muslim Rohingya di Myanmar dianiaya, dibakar dan diusir dari tanah kelahirannya hingga terkatung-katung di lautan tak tentu arah dan ditolak diberbagai negara, juga yang sampai saat ini masih memanas yaitu di Palestina umat Islam di genosida, menderita kelaparan dan dijajah oleh zionis laknatullah. Tidak hanya itu, keadaan yang lebih buruk adalah pengkhianatan para pemimpin negeri-negeri muslim yang tidak berani bertindak membela saudara se akidah mereka padahal mereka memiliki kekuasaan dan kekuatan militer, embargo negara adidaya lebih mereka takuti dari pada azab Allah SWT, sehingga mereka lebih memilih berjabat tangan dan bekerjasama, menjadi _antek_ yang memuluskan jalan penjajah dan musuh-musuh Islam untuk menghancurkan umat Islam.
Fakta yang demikian tidak bisa dimaknai bahwa Al Qur'an sudah tidak relevan lagi, karena kebenaran firman Allah SWT bersifat mutlak. Namun fakta ini menjelaskan bahwa ada yang salah dengan umat Islam. Oleh karena itu instropeksi diri sangat dibutuhkan untuk mencari akar permasalahan yang menyebabkan keterpurukan umat Islam saat ini.
Meneladani Rasulullah Saw dalam Menjadikan Umat Islam sebagai Umat Terbaik bagi Manusia
Peristiwa hijrah Rasulullah Saw dari Mekah ke Yasrib atau Madinah dijadikan sebagai momen pergantian tahun Islam, hal ini karena Hijrah Rasulullah Saw menandai awal kebangkitan umat Islam. Saat itu penduduk Madinah yang sudah tersentuh oleh hidayah Islam telah siap menerima Rasulullah Saw sebagai pemimpin melalui baiat aqabah satu dan dua. Peristiwa ini mengawali perkembangan daulah Islam dari sebatas wilayah Madinah hingga tersebar keseluruhan jazirah arab, menjadi tandingan yang tangguh bagi dua imperium besar saat itu yaitu Persia dan Romawi, bahkan setelah wafatnya Rasulullah Saw wilayah kekuasaan daulah Islam di Madinah semakin meluas hingga menguasai dua per tiga dunia.
Rasulullah Saw memimpin Madinah dengan menerapkan syariat Islam sebagai pengatur kehidupan masyarakat dalam seluruh aspek kehidupan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga umat Islam bangkit dari masa jahiliah menuju masa-masa kemuliaan. Hal itu ditandai dengan perkembangan umat Islam yang semakin pesat dan semakin maju di segala bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi. Pada masa itu lahirlah banyak para ilmuwan peletak dasar segala bidang ilmu pengetahuan seperti kedokteran, astronomi, dan lainnya. Armada kemiliterannya ditakuti musuh-musuh Islam sehingga mampu membebaskan Syam dari tangan kekaisaran Romawi oleh Umar bin Khattab Ra maupun Shalahuddin Al Ayyubi, juga membebaskan konstantinopel oleh sultan Muhammad Al Fatih. Tidak hanya itu masyarakat daulah Islam pun hidup sejahtera bahkan daulah Islam secara khusus membantu Irlandia saat di eropa terjadi kelaparan.
Rasulullah Saw juga menjadikan dakwah, mengajak umat manusia kembali pada penyembahan terhadap Allah SWT sebagai tujuan negara melalui jihad fisabilillah. Dengan keberadaan negara yang memiliki kekuatan militer memungkinkan daulah Islam untuk melindungi umat Islam di berbagai penjuru dunia, membebaskan mereka dari penganiayaan dan penjajahan bangsa lain.
Seperti itulah Rasulullah Saw membawa umat Islam menjadi umat terbaik bagi manusia, dengan kepemimpinan yang menyatukan umat Islam dalam satu negara dan menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Sehingga terwujudlah rahmatan Lil alamin.
Dengan fakta sejarah yang demikian gemilang seharusnya umat Islam menyadari bahwa solusi untuk mengembalikan predikat sebagai umat terbaik adalah dengan kembali meneladani Rasulullah Saw yaitu dengan bersatu dalam satu kepemimpinan Islam, menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan dan menjadikan dakwah Islam melalui jihad fisabilillah sebagai salah satu tujuan negara. Sehingga Umat Islam kembali memiliki perisai sebagai perlindungan dari musuh-musuh Islam.
Wallahu a'lam bishawab.