| 235 Views

Ramadhan Datang, Kenaikan Harga Pangan Berulang

Oleh : Ernaningsih

Bahan pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat merupakan bahan yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai komoditas yang akan dikonsumsi sehari-hari. Kebutuhan pokok yang penting bagi manusia meliputi sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Bahan pangan yang merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sangat dibutuhkan umat manusia untuk menunjang kegiatan sehari-harinya.

Tapi sangat disayangkan, bahan pangan yang memiliki sifat penting dalam kehidupan sehari-hari, harga sebagian  bahan pangan  makin hari semakin naik. Apalagi menjelang bulan Ramadhan, harga kebutuhan pangan cenderung mengalami kenaikan. Kehidupan rakyat semakin sulit seiring dengan kenaikan harga bahan pangan yang sangat dibutuhkan umat manusia. Karena , siapa pun manusia baik miskin maupun kaya, semua membutuhkan makanan.

Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang harusnya dipenuhi dengan amal sholih dan beribadah dihantui dengan harga-harga yang melambung tinggi.  Sehingga di bulan Ramadhan yang indah, diliputi dengan rasa gundah. Sudah tentu, harga pangan yang semakin naik akan sangat meresahkan bagi masyarakat.  Karena akan sulit bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

Menurut TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG (7 Februari 2025), menjelang bulan suci Ramadhan 2025, harga bahan pokok di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan terpantau mengalami lonjakan signifikan.  Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada minyak goreng dan gula yang terus naik dalam beberapa minggu terakhir.  Syamsiah, seorang pedagang di Pasar Tamrin menggungkapkan bahwa kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak dua minggu lalu.  Menurutnya, kondisi tahun ini jauh lebih parah dibanding tahun –tahun sebelumnya.

Apalagi sekarang, di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu, sedangkan harga bahan pangan selalu naik akan menjadi persoalan bagi ibu-ibu untuk mengatur keuangan yang ada.  Kenaikan harga pangan hampir merata di setiap daerah. Beberapa harga kebutuhan pokok pada umumnya meningkat dan lebih mahal dari harga normal. 

RUBICNEWS.COM (7 Februari 2025),  Badan Pusat Statistik memberikan peringatan dini terkait potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang bulan Ramadhan 2025. Adapun komoditas pangan yang menjadi perhatian utama adalah telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng. Pasalnya, sejumlah pangan tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan selama bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Distribusi barang yang tidak merata memberi potensi terjadinya  kelangkaan bahan pangan yang ada di pasaran sehingga  lonjakan harga pangan pun terjadi. Menghadapi permasalahan kenaikan harga bahan pangan, pemerintah selalu tergagap dalam menyelesaikan problema tersebut.  Meskipun pemerintah telah melakukan operasi pasar dan mengantisipasi terhadap lonjakan harga pangan, tetapi hal itu belum mampu menyelesaikan persoalan kenaikan harga pangan.  Setiap menjelang Ramadhan, harga-harga tetap selalu naik.

Meningkatnya jumlah permintaan menjadi alasan klise meningkatnya harga bahan makanan pokok jelang Ramadhan. Padahal diakui atau tidak, ada problem lain yang mempengaruhi naiknya harga di tengah daya beli masyarakat yang makin menurun, seperti jaminan kelangsungan produksi barang kebutuhan dan masalah pd rantai pasok. Para mafia  telah melakukan monopoli pasar,  penahanan dan penimbunan terhadap barang sehingga menjadikan harga pangan menjadi naik.  Inilah dampak diterapkannya sistem ekonomi kapitalis.

Sistem ekonomi kapitalis sebagai akibat penerapan sistem kapitalis sekuler ini, memunculkan adanya permasalahan kenaikan bahan pangan selalu terjadi. Dimana dalam kapitalis, para mafia hanya memikirkan keuntungan pribadi dan yang terpenting bermanfaat bagi dirinya tidak memikirkan dampaknya terhadap masyarakat.

Berbeda dengan Islam. Islam menjadikan ketersediaan pangan dan jaminan distribusi yang merata sebagai tanggungjawab Negara. Dalam Islam, pemenuhan kebutuhan pokok individu dan masyarakat dijamin oleh negara. Dalam memenuhinya, Islam memiliki serangkaian hukum syariah islam untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pokok berupa pangan, papan dan sandang bagi tiap individu rakyat. Sehingga Islam akan memenuhi kebutuhan pokok rakyat setiap individu rakyat.

Islam akan memastikan tidak ada penimbunan, tidak ada kecurangan, tidak ada permainan harga, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan-kebutuhannya dengan harga yang terjangkau  Negara akan menindak tegas orang yang melakukan penimbunan, kecurangan ataupun permaianan harga.

Dalam Islam, penguasa adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan urusan umat, yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT pada hari akhir kelak.  Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah menyampaikan “Ketahuilah Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…..”. Sehingga seorang pemimpin dalam Islam berusaha keras untuk memelihara rakyatnya dengan penuh tanggung jawab, salah satunya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang dipimpinnya dengan berbagai kemudahan.

Islam melarang seseorang untuk menimbun barang, sehingga menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan barang tersebut.  Seperti hadits Rasulullah SAW : “Dari Ma’mar Bin Abdullah, Rasulullah SAW, bersabda, “tidaklah seseorang menimbun (makanan pokok) melainkan ia berdosa.”(H.R.Muslim).  Seorang muslim akan menjauhkan diri dari hal-hal yang mendatangkan dosa. 

Jika kelangkaan barang karena produksi yang menurun bukan karena penimbunan, maka Negara akan meningkatkan produksi untuk menyelesaikan problem kelangkaan, melakukan pemantauan dan pengendalian harga komoditas-komoditas ini beserta antisipasinya sesuai syara.

Dengan paradigma berpikir akhirat dan langkah-langkah teknis  yang tepat dalam Islam, Negara akan mampu menyelesaikan problem kenaikan harga pangan.  Sistem ekonomi islam meniscayakan adanya pengaturan yang dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan rakyat atas pangan dengan harga murah dan mudah diakses oleh siapa pun. Islamlah satu-satunya sistem kehidupan yang paling tepat untuk mengganti sistem kapitalis sekuler dalam menyelenggarakan pemenuhan kebutuhan rakyat secara hakiki dan menyeluruh.


Share this article via

82 Shares

0 Comment