| 3 Views

QatarEnergy Hentikan Produksi LNG Usai Serangan Drone, Pasokan 20 Persen LNG Dunia Terancam Tersendat

CendekiaPos - DOHA — Pasar gas global berpotensi bergejolak setelah QatarEnergy menghentikan produksi liquefied natural gas (LNG) menyusul serangan drone yang menyasar fasilitas energi di Qatar. Langkah penghentian ini menjadi perhatian dunia karena Qatar memasok sekitar 20 persen LNG global, sehingga setiap gangguan dari negara Teluk itu dapat langsung memperketat pasokan dan mendorong kenaikan harga.

Serangan drone mengenai Ras Laffan dan Mesaieed

Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan pada Senin (2/3/2026), dua drone Iran menyerang dua titik: tangki air di pembangkit listrik di Mesaieed Industrial City dan fasilitas energi di Ras Laffan Industrial City yang terkait QatarEnergy. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.

Ras Laffan sendiri merupakan “jantung” industri LNG Qatar—di kawasan inilah unit pemrosesan gas cair untuk ekspor beroperasi, sehingga serangan di lokasi ini langsung memukul rantai pasok LNG.

QatarEnergy hentikan operasi demi alasan keamanan

Meski tanpa korban, QatarEnergy menangguhkan produksi LNG dan produk terkait di lokasi terdampak sebagai langkah keamanan. Reuters melaporkan, perusahaan juga bersiap menyatakan force majeure terhadap pengiriman LNG, yang berarti perusahaan dapat dibebaskan sementara dari kewajiban kontrak karena keadaan luar biasa seperti serangan drone.

Kenapa penghentian ini bisa mengguncang pasar gas dunia?

Qatar adalah salah satu penopang utama pasar LNG global. Reuters mencatat Qatar mengekspor sekitar seperlima LNG dunia, dan sebagian besar dikirim ke pasar Asia seperti China, Jepang, India, Korea Selatan, serta Pakistan. Karena mayoritas penjualan Qatar berbasis kontrak jangka panjang dan porsi spot relatif kecil, gangguan produksi membuat pasokan fleksibel makin sempit, sehingga pembeli bisa saling berebut kargo yang tersisa.

Dampaknya mulai terasa di pasar. Sejumlah laporan menyebut harga gas Eropa melonjak tajam seiring kekhawatiran pasokan menyusut dan risiko gangguan lanjutan di kawasan meningkat.

Apa itu force majeure dunia?

Force majeure adalah klausul dalam kontrak yang memungkinkan perusahaan menunda atau tidak memenuhi pengiriman tanpa penalti ketika terjadi peristiwa luar biasa di luar kendali (misalnya perang, bencana, atau serangan). Dalam konteks LNG, deklarasi force majeure dapat memicu efek domino: pengiriman tertunda, pembeli mencari pengganti di pasar spot, dan harga terdorong naik.


Share this article via

0 Shares

0 Comment