| 56 Views

Pulihkan Pelayanan Kesehatan

Oleh: Taty Ummu Niswati

Miris mendengar banyaknya fasilitas serta tenaga kesehatan yang kurang memadai di Indonesia ini, yang berakibat banyaknya korban meninggal. Seperti contohnya yang telah terjadi beberapa hari lalu. Dilansir DetikSulsel, Minggu (23/11/2025), Irene merupakan warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura. Irene dan bayinya dinyatakan meninggal dalam perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura setelah ditolak beberapa rumah sakit pada Senin (17/11), sekitar pukul 05.00 WIT.

Kejadian ini mungkin bukan kali pertama terjadi di Indonesia, bahkan mungkin sudah kesekian kalinya. Dari pernyataan di atas dapat kita ketahui bahwa semua ini terjadi akibat bobroknya sistem pelayanan kesehatan yang ada di negeri ini. Pelayanan masyarakat mengikuti sistem yang ada pada saat ini, yaitu sistem sekuler kapitalis yang menjadikan motif atau tujuan pelayanan kesehatan sebagai motif bisnis materialistik, bukan untuk kemanusiaan. Akhirnya, dari sistem itulah mengakibatkan banyaknya korban meninggal dunia akibat kurangnya pelayanan kesehatan.

Padahal, pelayanan kesehatan itu seharusnya menjadi tanggung jawab negara, dan semua masyarakat harus betul-betul diurusi oleh negara, tanpa melihat kasta kaya atau miskin. Semua masyarakat memiliki hak untuk diurusi oleh negara, dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, mudah diakses, serta berkualitas. Tetapi pada faktanya saat ini negara mengabaikan tugasnya, dan ini termasuk kezaliman.

Semua ini terjadi karena sistem yang sedang bercokol saat ini. Jika saja sistem Islam yang digunakan, maka semua ini tidak akan terjadi. Sebab dalam sistem Islam, perhatian Khilafah sepanjang peradabannya mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang begitu baik. Tidak berasaskan materialistik, tetapi dilakukan karena hak dan kewajiban yang sudah ada pada setiap manusia.

Wallahu a'lam bishawab.


Share this article via

21 Shares

0 Comment