| 72 Views
Program Makan Bergizi Gratis untuk Cegah Stunting, Benarkah?
Oleh : Kartika Septiani
Program makan bergizi gratis yang menjadi program dari pasangan calon Prabowo dan Gibran sebelumnya, yang kini mulai berjalan setelah dilantik menjadi Presiden dan Wakil presiden. Namun, masih ada anak-anak yang belum mendapatkan makan bergizi gratis dari program Presiden dan Wakil Presiden saat ini, yang disebut membutuhkan dana 100 T untuk mencapai target, dengan 82,9 juta penerima manfaat, Presiden prabowo membutuhkan anggaran. (wwwcnbcindonesia.com, 17/01/2025)
Masih banyak anak-anak di daerah yang belum mendapatkan makan bergizi gratis dari pemerintah saat ini.
Program ini sejatinya belum matang. Karena banyak sekali masalah, mulai dari anggaran dana, sasaran, menu makanan dan bahan makanan. Anggaran dana untuk program makan bergizi gratis ini jelas tidak sedikit, sasaran pun belum tepat dan merata, belum lagi menu makanan dan bahan makanan yang harus beragam dan jelas kualitas bahan nya.
Jika ini salah satu program untuk mewujudkan generasi bangsa yang sehat, kuat dan jauh dari stunting, seharusnya pemerintah mewujudkan program ini agar tercapai dengan serius. Anggaran yang dianggarkan nominal nya terus mengecil, 10.000 perporsi, mustahil anak mendapatkan seporsi makanan sehat. Akhirnya berdampak pada rasa makanan yang kurang karena menekan pengeluaran.
Program ini sejatinya hanya pencitraan semata, bukan serius menghapuskan resiko stunting. Kebijakan ini belum menyentuh akar masalah dari kurang terpenuhi nya gizi anak-anak. Resiko stunting pada anak-anak tidak lain disebabkan banyak faktor, dari kesulitan orang tua dalam mencari pekerjaan, mahalnya harga bahan-bahan makanan yang sehat dan berkualitas, dan edukasi kepada rakyat tentang pentingnya menjaga kesehatan generasi sedini mungkin.
Begini lah program yang dibuat dalam bingkai sistem kapitalisme, dibuat asal-asalan, tidak matang, dan tidak memberikan manfaat untuk rakyat. Program-program yang dibuat sedari awal hanya untuk menarik suara saat kampanye. Mengumbar janji namun realita nya rakyat dikhianati. Memanfaatkan rakyat untuk kemaslahatan segelintir orang.
Berkebalikan dengan islam yang ketika diterapkan, akan menjamin kebutuhan gizi seluruh masyarakat apalagi anak-anak. Negara islam juga menyediakan lapangan pekerjaan, dan membangun kedaulatan pangan, melibatkan para pakar ahli dalam membuat kebijakan tertentu, dan memiliki sumber dana yang besar dari hasil pengelolaan sumber daya alam oleh negara, dan memiliki baitul mal yang dikelola untuk kepentingan rakyat. Alhasil rakyat akan diurusi dengan pengurusan terbaik.
Generasi yang dihasilkan akan menjadi generasi hebat, kuat, dan berprestasi. Melahirkan karya-karya, dan ahli di berbagai bidang keilmuan. Tidak hanya untuk pencegahan stunting saja. Negara islam akan menjamin kebutuhan rakyat terpenuhi dan tidak kurang satu apapun.
Wallahu alam