| 73 Views
Prestasi yang Bikin Ngeri, Perusak Generasi
Ilustrasi media sosial (ANTARA/freepik.com)
Oleh : Elis Schaaci
Indonesia mencetak rekor dunia. Bukan dalam hal prestasi ataupun ekonomi, tapi penggunaan ponsel untuk mengakses internet.
Laporan Digital 2025 Global Overview mencatat sebanyak 98,7% penduduk Indonesia berusia 16 tahun ke atas mengakses sosial media, melampaui Filipina dan Afrika Selatan yang mencatat 98.5%. Dari data ini masyarakat Indonesia semakin tidak bisa lepas dari internet. CnbcIndonesia.com
Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari media sosial. Namun, ada juga dampak negatifnya seperti halnya media sosial dapat menimbulkan masalah kesehatan mental dan dampak buruk lainnya akibat screen time yang berlebihan.
Dalam hal ini beberapa negara mulai melarang remaja dibawah 17 tahun untuk mengakses media sosial, sementara itu di Indonesia belum menerapkan larangan penggunaan media sosial untuk remaja dibawah 17 tahun.
Kecanduan gadget akut dapat mengakibatkan digital dimentia, malas berfikir, kesepian, mental illness, dll. Di Indonesia tidak ada batasan usia untuk menggunakan media sosial, padahal dari sisi negatif nya jelas ini berbahaya. Media digital dalam sistem kapitalisme menjadi alat untuk merusak generasi secara mental, dalam sistem ini pula demi keuntungan perusahaan digital masalah mental generasi diabaikan. Negara tidak tegas kepada perusahaan digital dan tidak memiliki komitmen untuk melindungi generasi.
Berbeda dengan Islam, Islam memiliki visi misi mewujudkan generasi terbaik sekaligus pemimpin peradaban, negara melakukan langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari pengaruh media digital. Dengan menerapkan sistem pendidikan Islam, optimalisasi peran orangtua sebagai pendidik pertama, dan sinergi masyarakat untuk amar makruf nahi mungkar.
Negara juga mengawasi konten-konten yang ada di media sosial, hanya boleh konten yang sesuai syariat Islam dan memberi sanksi kepada siapa saja yang menayangkan konten tidak islami. Membatasi usia untuk mengakses media sosial dan mengatur penggunaan AI agar tidak berdampak buruk untuk generasi muda, hanya dalam sistem Islam generasi muda akan terlindungi dan menjadi generasi yang berkualitas.
Wallahu a'lam bi as-shawab