| 86 Views

Potret Buram Pendidikan Akibat Buramnya Sistem Kehidupan

Oleh : Rina Apriliani
Pagita literasi, Komunitas Pena Islam

Berbagai kasus kriminal yang melibatkan pelajar kembali mencuat ke publik. Dari tawuran massal, pembegalan, hingga pembunuhan. Berita-berita tersebut menjadi potret buram kondisi generasi muda hari ini.

Di Pangkep, seorang siswa SMK menjadi korban pemukulan berulang kali di depan sekolah. Di Serpong, puluhan pelajar diamankan polisi saat hendak tawuran. Di Jakarta, sekelompok pelajar nekat membegal sopir truk dan menganiaya lansia. Bahkan, di Bandung dan Simalungun, nyawa pelajar melayang akibat tindak kekerasan brutal.

Fenomena ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ia merupakan gejala sistemik yang tumbuh subur di bawah sistem kapitalisme-sekuler. Sistem kapitalisme ini mengajarkan generasi untuk mengejar kesenangan sesaat, memuja materi, dan mengukur harga diri dengan standar duniawi. Di sisi lain, kapitalisme gagal menanamkan pondasi moral dan spiritual yang kokoh, sehingga generasi mudah terjerumus pada hal-hal yang dilarang seperti narkoba, kekerasan, dan perilaku menyimpang.

Selain itu kita bisa melihat bahwa sistem pendidikan saat ini lebih menekankan capaian akademik dan keterampilan kerja, namun mengabaikan pembentukan kepribadian yang lurus. Pelajar tidak diajarkan memahami jati diri sebagai Muslim dan misi penciptaannya di dunia. Akibatnya, mereka para Generasi tidak memiliki panduan berpikir dan bertindak yang benar. Ketika menghadapi tekanan, kecemasan, atau konflik, sehingga jalan pintas seperti kekerasan atau pelarian pada narkoba menjadi pilihan.

Ditambah, lingkungan sosial yang permisif semakin memperburuk keadaan. Banyak keluarga yang sibuk dengan urusan ekonomi, meninggalkan anak tanpa pengawasan yang memadai. Media massa dan media sosial pun bebas menayangkan konten-konten yang merusak nilai moral, mendorong gaya hidup hedonis, dan mempromosikan kekerasan secara terselubung sehingga generasi tumbuh tanpa kontrol moral yang kuat.

Persoalan ini tidak bisa diselesaikan dengan sekadar razia pelajar atau hukuman pidana. Dibutuhkan perubahan sistemik yang menyentuh akar masalah. Dan Islam lah satu-satunya yang memiliki solusi komprehensif melalui penerapan syariat secara menyeluruh di bawah naungan Khilafah. Negara akan bertanggung jawab penuh membentuk generasi dengan pendidikan yang menanamkan akidah, membangun akhlak, serta membekali ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

Pendidikan Islam tidak hanya membentuk generasi cerdas secara akademik, tetapi juga membina mereka agar memiliki kepribadian Islam yang kokoh. Serta Masyarakat pun akan diarahkan untuk menciptakan suasana yang menumbuhkan ketaatan, sehingga kontrol sosial terhadap generasi berjalan secara alami. Dengan cara ini, generasi tidak hanya selamat dari arus kerusakan moral, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa rahmat bagi seluruh alam.


Share this article via

36 Shares

0 Comment