| 275 Views

Pengembangan Kampung Moderasi, Benarkah Menjadi Solusi?

Oleh: Devi Ramaddani
Aktivis Muslimah

Kata 'Moderasi' selalu digaungkan ditengah-tengah umat. Tujuannya agar dapat diterima oleh masyarakat. Padahal, kalau kita teliti lagi, moderasi ini dapat memputarbalikkan fakta hingga masuklah ide-ide demi mengubah pemikiran Islam yang disusupkan secara halus tanpa kita sadari. Hasil dari susupan itu dikemas sedemikian rupa agar terlihat islami.

Berbagai upaya pengarusan ini telah dilakukan salah satunya 'Kegiatan Pengembangan Kampung Moderasi'. Dilansir oleh kaltimpost.jawapost.com, Sebagai bentuk implementasi penguatan moderasi sekaligus mendukung pencapaian sasaran penguatan program, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan menggelar kegiatan pengembangan Kampung Moderasi.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kecamatan Balikpapan Tengah, Senin (25/11/2024). Dihadiri Kepala Kantor Kemenag Balikpapan Masrivani, Kasi Kesos Kecamatan Balikpapan Tengah, Lurah GSI, TNI, Polri, LPM, dan ketua RT.

(https:// kaltimpost.jawapos.com/sosbis/2385353603/kantor-kemenag-balikpapan-adakan-pengembangan-kampung-moderasi) 

Kita semua sepakat bahwa hidup rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada adalah harapan kita bersama.Tapi apakah dengan program 'pengembangan kampung moderasi' ini menjadi solusi atas permasalahan bangsa ini?

Kalau kita tidak jeli membacanya mungkin narasi tersebut terlihat baik dan bagus untuk menjaga dan membangun kota Balikpapan agar lebih kondusif. Padahal proyek moderasi dengan program 'pengembangan kampung moderasi' berupaya menguburkan Islam ditengah masyarakat. Masyarakat akan lebih jauh tentang pemahaman agama yang sesungguhnya.

Banyak sekali pemahaman dalam balutan moderasi bertentangan dengan pemahaman agama seperti pluralisme. Pluralisme ini sangat berbahaya karena mengajarkan semua agama itu benar. Jika hal ini terus digencarkan, utamakan kepada anak-anak, maka akan mengancam aqidahnya.

Moderasi agama secara garis besar adalah paham keagamaan yang moderat. Moderat adalah paham keagamaan (Islam) yang sesuai selera barat, yakni sesuai dengan nilai-nilai barat yang notabene sekuler (memisahkan agama dari kehidupan). Akhirnya, moderasi ini dijadikan alat untuk mengotak-atik umat Islam menjadi tuduhan yang radikal, ekstrem, teroris dan lain sebagainya.

Moderat sering dilawankan dengan radikal. Radikal adalah paham keagamaan (Islam) yang dilekatkan pada kelompok-kelompok Islam yang menolak keras sekulerisme barat. Miris sebetulnya jika ada sebuah kelompok yang ingin memperjuangkan Islam sebagai sistem kehidupan, malah dituduh radikal. Inilah keberhasilan barat mencuci otak masyarakat agar tidak terlalu ekstrem dalam beragama.

Sudah jelas, moderasi adalah upaya untuk menghalangi kebangkitan Islam. Perannya sangat menjauhkan kaum muslim dari ajarannya. Kaum muslim wajib mengkritisi narasi-narasi berbagai program yang dibuat. Hati-hati dengan plesetan narasi atau kata-kata yang terselip yang membuat kaum muslim bingung sehingga dengan mudahnya kaum muslim menerima pemahaman selain Islam atas dasar toleransi dan perdamaian.

Islam adalah agama (ad-dîn) yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengatur hubungan manusia dengan tuhannya, diri, dan sesamanya. Dengan demikian, Islam bukan hanya mengatur masalah akidah, ibadah, dan akhlak, tetapi juga mengatur masalah ekonomi, pemerintahan, sosial, pendidikan, peradilan dan sanksi hukum, serta politik luar negeri. Inilah yang dimaksud dengan Islam kafah, sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah Swt.,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian turut langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (TQS Al-Baqarah [2]: 208).

Sungguh, umat harus kritis dan memiliki sikap yang benar sesuai tuntunan syariat. Dalam Islam, toleransi antar umat beragama memiliki aturan yang baku dan jelas. Tidak ada pengotak-otakan dalam Islam, tradisional, radikal atau Islam fundamental. Islam adalah satu. Di dalam Islam  ada toleransi yang sesuai syariat Islam.

Umat Islam harus menolak dan melawan ide moderasi agama dalam semua bentuknya. Pasalnya, moderasi agama digagas negara Barat untuk melanggengkan penjajahan di Dunia Islam, serta mengubah sudut pandang kaum muslim agar menerima ajaran ide moderasi, pluralisme, Islam moderat dan lain sebagainya. Semua ini akan menghantarkan pemikiran rusak kepada umat muslim.

Sebaliknya, umat Islam harus disadarkan terus akan kewajiban mereka untuk selalu terikat dengan syariat Islam. Syariat Islam adalah standardisasi perbuatan seorang muslim, bukan toleransi dan moderasi. Ketika Islam jaya toleransi dalam Islam adalah terindah sepanjang masa. Umat selain Islam tinggal berdampingan padahal berbeda akidah.
Wallahu a'lam bish shawab


Share this article via

186 Shares

0 Comment