| 33 Views

Pengangguran dan Solusinya

Oleh: Eny Rf
Bogor

Luar biasa job fair yang diselenggarakan diBogor dipadati oleh kurang lebih 5.300 para pelamar pekerjaan padahal yang ditargetkan disnaker hanya 200.

Ini menunjukkan betapa banyak pengangguran yang ada di kota Bogor belum termasuk di kota-kota lain. 
Semakin sulitnya peluang untuk mendapatkan pekerjaan ditambah dengan banyaknya perusahaan yang gulung tikar sehingga merumahkan ribuan para pegawainya, belum lagi setiap tahun lulusan akademisi baik dari SMA ataupun sarjana semakin  menambah jumlah pengangguran yang ada. Ternyata WNA juga ikut bersaing dalam mendapatkan pekerjaan bahkan bisa menempati pada posisi yang strategis.

Inilah kenyataan pahit saat ini dimana pada era globalisasi, penguasa membiarkan asing ikut bermain dalam mendapatkan pekerjaan yang seharusnya rakyat menjadi prioritas, negara hanya sebagai regulator. Efek dari penerapan kapitalisme. 

Menyikapi masalah pengangguran ini semestinya negara punya peran yaitu memastikan setiap laki-laki dapat menjalankan perannya sebagai pencari nafkah, dengan membuka lapangan pekerjaan dalam skala massal dibidang industrialisasi, negara juga memajukan pertanian, peternakan, dan perdagangan yang pada akhirnya bisa menyerap banyak tenaga kerja. 

Atau dengan pemberian modal bagi wirausahawan yang membutuhkan. Tentunya negara menjamin rakyatnya mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas sehingga berkompenten dibidangnya.

Dengan kebijakan ini maka solusi pengangguran akan teratasi.  Rakyat akan terjamin mendapatkan pekerjaan, tidak ada laki-laki dewasa yang menganggur, maka kesejahteraan bisa dirasakan.

Darimana sumber dana untuk membiayai itu semua? Negara memiliki pemasukan yang besar, terutama dari pengelolaan harta milik umum, seperti pertambangan, hutan, laut, dan sebagainya yang nota bene swasta atau asing tidak diperbolehkan menguasainya.

Rangkaian kebijakan di atas telah dilaksanakan oleh sistem islam dan itu adalah fakta adanya. 
Maka seyogyanya aturan  dari Ilahi Robbi bisa diterapkan kembali.

Wallahu'alam bishowab.


Share this article via

28 Shares

0 Comment