| 133 Views
Pemboikotan Barang Israel Apakah Solusi Tepat Untuk Palestina?
Oleh: Gayda Khoirunnida
Penderitaan saudara kita di Palestina sampai sekarang belum menemukan titik terang, dari genosida yang dilakukan oleh Israel. Israel tidak juga menghentikan usahannya untuk merebut tanah palestina, walau warga muslim palestina tidak menyerah dengan penderitaan yang mereka alami, demi menegakkan islam ditanah suci palestina.
Usaha atas bela palestina yang dilakukan berbagai negara memang ditunjukkan. Dengan aksi bela palestina yang digelar diberbagai daerah, makanan dan obat-obatan yang diusungkan dikirim dengan cara apapun, dan termasuk pemboikotan atas barang-barang yang terafiliasi oleh israel.
Belum lama ini santri, ulama, dan pimpinan MUI kecamatan Rajadesa, kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Melakukan Belum lama ini Aksi penyegelan minimarket yang terlihat masih memajang barang-barang yang terafikiasi Israel. Pada jumat (13 / 6 / 2025). (kompas.com)
Penyegelan ini diakhiri dengan keputusan untuk kesepatan dengan petugas minimarket untuk tidak memajang barang-barang yang terafiliasi israel, dan untuk menempel daftar produk yang berafiliasi israel. Aksi pada Jumat pekan lalu ini merupakan aksi lanjutan yang digelar pada Minggu (25/5/2025), kata Pengurus MUI Rajadesa, Kiai Titing Kamaludien Barizy.
Aksi ini dianggap sebagai realisasi Fatwa MUI nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina. (https://bandung.kompas.com/read/2025/06/)
Pemboikotan atas barang-barang yang terafiliasi israel tak sepenuhnya direalisasikan. Pemerintah dengan usulannya namun, tak menunjukkan realita kebijakannya, masih banyak barang barang israel yang masuk ke Indonesia. Dan tersebar diberbagai toko dan swalayan disekitar kita. Tak heran jika masyarakat pun tak sedikit yang masih menggunakan barang-barang israel. Seruan untuk pemboikotan ini seolah akan mendingin dibawa oleh waktu.
Ini menunjukkan bahwa peran negara pun diperlukan, untuk merealisasikan jalannya pemboikotan atas barang israel dengan efektif, karena jika hanya mengusungkan pemboikotan secara indiviu akan sulit teralisasikan. Akan mudah jika negara menghentikan impor produk ke negri-negri kaum muslimin.
Namun apakah dengan hanya pemboikotan atas barang israel ini, akan mengusir zionis israel dari tanah palestina? Jawabanya tentu tidak cukup. Faktanya hingga saat ini zionis israel masih menggerakkan senjatanya, dengan bantuan negara yang pendukungnya. Seharusnya kita mengirimkan balasan yang setimpal dengan israel, senjata dengan senjata.
Tetapi ini sangat sulit dilakukan oleh negara-negara kaum muslim, bukan karena mereka tak memiliki senjata banyak, bukan karena tentara yang tidak kuat, tetapi paham nasionalisme lah yang menjadi pembatas atas kaum muslimin, yang seharuanya kaum muslim bagaikan satu tubuh. Sistem ini melupakan hal itu.
Penguasa yang seharusnya menjadi jalan atas keamanan rakyatnya namun, menjadi penguasa yang menambah derita rakyatnya. Yang selalu kita lihat setiap hari berita penderitaan saudara kita dipalestina tak kunjung berheti. Membuktikan bahwa ini bukan solusi yang tepat untuk menghetikan zionis israel.
Untuk membebaskan palestina dari penjajahan israel hanyalah dengan jihad. Dengan mengirimkan pasukan dan senjata yang akan melawan israel. Ini akan terwujud jika kaum muslimin bersatu. Membuang semua sekat-sekat pemikiran dan paham nasionalisme, yang dibawa oleh sistem kapitalis yang saat ini tegak dinegri-negri. Sudah saatnya kaum Muslimin untuk bersatu, dengan naungan khilafah islamiyah.
Hanya dengan sistem islamlah yang dapat mempersatukan umat. Dengan sistem islam kaum muslim akan terjaga dari penjajahan dan penderitaan.
Sistem yang akan tegak sesuai janji Allah, dan akan tegak oleh pejuang yang mengikuti jalan dakwah Rosulullah.
Wallahua'lambishoab